Travis Kalanick, Lelaki yang Membuat Pesan Taksi Jadi Lebih Mudah

Doddy Rosadi

Jum'at, 20 Maret 2015 | 12:00 WIB
Travis Kalanick, Lelaki yang Membuat Pesan Taksi Jadi Lebih Mudah
Travis Kalanick. (Forbes.com)

Suara.com - Pernah merasakan kesal karena sulit untuk mendapatkan taksi padahal Anda tengah dikejar-kejar waktu? Kini, hal seperti itu bisa diatasi dengan aplikasi Uber yang ada di smartphone. Dengan aplikasi ini, Anda bisa langsung memesan taksi dari lokasi terdekat.

Adalah Travis Kalanick, (38 tahun) yang menciptakan aplikasi ini. Hanya dalam waktu lima tahun, nilai perusahaan Uber melonjak menjadi 40 miliar dolar Amerika dan sudah ada di 53 negara serta 200 kota di dunia. Namun, bukan hal mudah bagi Travis untuk memulai usahanya itu.

Uber ditolak di India, Paris dan juga London. Di India, pemerintah setempat melarang Uber karena supir taksinya memerkosa penumpang. Di Prancis, supir taksi lokal menentang keberadaan Uber. Begitu juga di London. Tetapi, Travis bukan tipe orang yang mudah menyerah.

Travis tidak pernah langsung berkonfrontasi dengan pihak-pihak yang menentang kehadiran Uber. Dia menggunakan jalur lobi agar Uber bisa beroperasi di tempat tertentu. Bahkan, Travis mempekerjakan 161 karyawan yang hanya bertugas untuk melakukan lobi.

“Saya melakukan kombinasi antara pernyataan yang provokatif dan juga lobi. Apabila ada aturan yang menghambat kehadiran Uber, maka aturan itu seharusnya diubah,” kata Travis.

Patah arang tidak ada dalam kamus Travis, yang pernah mengalami masalah lebih berat lagi di usia 23 tahun. Ketika itu, dia digugat 250 miliar dolar Amerika dan nyaris bangkrut. Dengan kehebatannya melakukan lobi, Travis berhasil damai dengan penggugat dan tidak harus mengeluarkan uang 250 miliar dolar Amerika.

Travis besar di Los Angeles dan belajar komputer di University of California Los Angeles (UCLA). Pada 1998, dia memutuskan untuk berhenti kuliah dan mendirikan Scour bersama sejumlah teman-temannya. Scour adalah mesin pencari dan juga berbagi file. Dua tahun kemudian, Scour menjadi incaran industri film dan musik karena dianggap melanggar hak cipta.
 
Scour digugat 250 miliar dolar Amerika dan mengajukan permohonan bangkrut. Pada 2001, Travis kembali membuat pelayanan berbagai file dengan nama Red Swoosh. Enam tahun kemudian, program itu dibeli Akamai Technologies dengan nilai 19 juta dolar Amerika.

Banyak yang mengatakan bahwa 30 adalah usia yang tepat untuk mengalami krisis pertengahan baya di Silicon Valley. Namun, Travis sudah mengalami itu saat usianya masih 20-an tahun. Itulah yang membuat dia punya energi dan motivasi besar untuk kembali mendirikan perusahaan baru.

Dia mendapatkan inspirasi saat menonton film Vicky Cristina Barcelona yang disutaradarai Woody Allen yang sudah berusia 70-an tahun. “Saya berpikir, dia sudah tua dan masih bisa berkarya. Oke, saya masih punya kesempatan untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Suatu ketika, saat tengah berliburan di Paris yang tengah dilanda salju pada 2008, Travis dan sahabatnya Garrett Camp kesulitan untuk menemukan taksi yang kosong. Travis kemudian langsung memikirkan aplikasi yang bisa memudahkan orang untuk memesan taksi.

Hanya perlu waktu dua tahun, aplikasi Uber berhasil diciptakan. Pada musim panas 2010, Uber diresmikan di San Fransisco dengan hanya menggunakan sejumlah unit taksi serta segelintir karyawan. Kehadiran Uber langsung menuai protes, terutama karena perusahaan itu tidak punya izin untuk mengoperasikan taksi.

Travis menjawab kritikan itu dengan menghapus kata taksi dari nama Uber. Bisnisnya terus berjalan dan Travis membeli domain uber.com dari Univesal Music Grup. Aplikasi Uber mampu mempesona sejumlah tokoh mulai dari pendiri Amazon, Jeff Bezos hingga selebriti seperti Jay Z, Ashton Kutcher dan Ari Emanuel.

Hanya dalam waktu tiga tahun, nilai perusahaan Uber sudah meningkat 10 kali lipat. Apa rahasia Travis yang kini masuk dalam orang terkaya di dunia versi Forbes membawa Uber sebagai perusahaan yang sukses dalam waktu singkat?

“Saya sadar bahwa saya tengah berada dalam kampanye politik dengan kandidat Uber. Persaingan politik seperti ini terjadi hampir di semua kota di dunia. Karena ini bukan demokrasi tetapi produk maka Anda tidak bisa menang hanya dengan 51 banding 49. Tetapi Anda harus menang 98 banding 2,” pungkasnya. (Guardian/Telegraph)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Lawan Google, Uber Akan Bikin Taksi Tanpa Sopir

Lawan Google, Uber Akan Bikin Taksi Tanpa Sopir

Otomotif | Rabu, 04 Februari 2015 | 17:40 WIB

Mobil Nirawak Google Akan Jadi Lawan Uber

Mobil Nirawak Google Akan Jadi Lawan Uber

Otomotif | Rabu, 04 Februari 2015 | 13:53 WIB

Mesin Pencari asal Cina Kerja Sama dengan Uber

Mesin Pencari asal Cina Kerja Sama dengan Uber

Tekno | Minggu, 21 Desember 2014 | 01:06 WIB

India Larang Semua Taksi Berbasis Internet Beroperasi di Delhi

India Larang Semua Taksi Berbasis Internet Beroperasi di Delhi

Tekno | Selasa, 09 Desember 2014 | 11:38 WIB

Taksi Uber Dilarang Beroperasi di Ibu Kota India

Taksi Uber Dilarang Beroperasi di Ibu Kota India

Tekno | Selasa, 09 Desember 2014 | 10:53 WIB

Aplikasi Pesan Taksi Lewat Smartphone yang Menuai Protes

Aplikasi Pesan Taksi Lewat Smartphone yang Menuai Protes

Tekno | Rabu, 20 Agustus 2014 | 18:09 WIB

Terkini

Media Lokal Hadapi Krisis Iklan, LMS Dorong Model Bisnis Beyond Media

Media Lokal Hadapi Krisis Iklan, LMS Dorong Model Bisnis Beyond Media

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:49 WIB

Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 2026 dari Rp 268 T Jadi Rp 229 T

Kemenkeu Pangkas Anggaran BGN 2026 dari Rp 268 T Jadi Rp 229 T

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:49 WIB

Transaksi Makin Praktis, D-Bank PRO Hadirkan QRIS dengan Dua Pilihan Pembayaran

Transaksi Makin Praktis, D-Bank PRO Hadirkan QRIS dengan Dua Pilihan Pembayaran

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:48 WIB

Kantong Kerap Terkuras Demi Tarif Parkir, Ojol Tagih Keberpihakan Pemprov DKI

Kantong Kerap Terkuras Demi Tarif Parkir, Ojol Tagih Keberpihakan Pemprov DKI

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Sivia Azizah Ungkap Cara Merawat Kulit di Tengah Jadwal Padat, Andalkan Skincare dan Istirahat Cukup

Sivia Azizah Ungkap Cara Merawat Kulit di Tengah Jadwal Padat, Andalkan Skincare dan Istirahat Cukup

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Kabut Asap Diduga Batasi Jarak Pandang di Malaysia, Tiga Orang Tewas Kecelakaan

Kabut Asap Diduga Batasi Jarak Pandang di Malaysia, Tiga Orang Tewas Kecelakaan

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:41 WIB

Perluas Akses Kesehatan, PNM dan BAZNAS Kembali Salurkan Ambulans ke Berbagai Daerah

Perluas Akses Kesehatan, PNM dan BAZNAS Kembali Salurkan Ambulans ke Berbagai Daerah

Riau | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Rajin Menabung di Danamon, Bisa Menang Berkali-kali di Danamon Hadiah Beruntun

Rajin Menabung di Danamon, Bisa Menang Berkali-kali di Danamon Hadiah Beruntun

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:35 WIB

20 Ribu Perempuan Alami Kelainan Payudara, Hanya 6.000 Berobat: Deteksi Dini Penting!

20 Ribu Perempuan Alami Kelainan Payudara, Hanya 6.000 Berobat: Deteksi Dini Penting!

Health | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:31 WIB

161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya

161 Bank di Indonesia Bertumbangan, 3 di Antaranya dari Jogja! Cek Masalahnya

Jogja | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 19:27 WIB

×