Stabilitas Ekonomi Terjaga, Krisis 1998 Tak Akan Terulang

Doddy Rosadi

Kamis, 26 Maret 2015 | 07:10 WIB
Stabilitas Ekonomi Terjaga, Krisis 1998 Tak Akan Terulang
Bambang Brodjonegoro. [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memastikan proses stabilisasi yang dilakukan pemerintah melalui penerbitan paket kebijakan untuk mengatasi masalah defisit transaksi berjalan, tidak akan mengorbankan target pertumbuhan.

"Stabilitas itu bukan berarti mengorbankan pertumbuhan, karena stabilitas yang kita mau tidak mengorbankan pertumbuhan," ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/3/2015) malam.

Bambang menjelaskan upaya pemerintah untuk menjaga stabilisasi perekonomian sangat penting, karena bisa mendorong investasi di Indonesia, namun fokus jangka pendek tersebut tidak akan mengabaikan pencapaian target pertumbuhan.

"Pertumbuhan itu datangnya dari APBN dengan alokasi belanja infrastruktur mencapai Rp290 triliun, PMN BUMN sebesar Rp70,4 triliun, ditambah dari investasi langsung (FDI) dan konsumsi rumah tangga dengan menjaga daya beli masyarakat," ujarnya.

Ia menambahkan stabilisasi ekonomi sangat penting dalam mendukung pencapaian pertumbuhan yang inklusif berkelanjutan dan memberikan pondasi fundamental yang kuat, agar perekonomian nasional bisa tumbuh lebih tinggi sesuai harapan.

Bambang mengatakan keterlambatan dalam melakukan stabilitas dan reformasi, membuat Indonesia yang pernah mengalami pertumbuhan ekonomi 7 persen pada periode 1990-1997, justru mengalami krisis finansial pada 1998.

"Stabilitas tidak boleh dilupakan sama sekali, sekali kita lupa pada stabilitas, yang terjadi seperti di 1998. Siapa sangka Indonesia akan kolaps, padahal ekspor luar biasa terutama manufaktur yang berbasis padat karya, tetapi kita lupa menjaga stabilisasi khususnya di sektor keuangan," ujarnya.

Ia optimistis target pertumbuhan masih bisa tercapai, seperti yang telah tercantum dalam RPJMN 2015-2019 sebesar rata-rata 7 persen dalam lima tahun dan mencapai 5,7 persen sesuai asumsi dalam APBN-P 2015, meskipun pemerintah sedang melakukan stabilisasi.

Namun, proses stabilisasi perekonomian ini tidak akan dilepas mengikuti perkembangan yang ada, karena pemerintah tetap memberikan pengawasan agar investor tidak terlalu khawatir dengan perkembangan ekonomi dalam negeri.

"Stabilisasi tidak membiarkan perekonomian jalan begitu saja, misalkan kredit kita mudahkan, kemudian monetary easing, itu malah bisa overheating dan itu yang ditakutkan investor," kata Bambang. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkeu: Penerimaan Migas Masuk ke "Tax Ratio"

Menkeu: Penerimaan Migas Masuk ke "Tax Ratio"

Bisnis | Senin, 19 Januari 2015 | 15:22 WIB

Menteri Keuangan Bertemu Pimpinan DPR secara Tertutup

Menteri Keuangan Bertemu Pimpinan DPR secara Tertutup

News | Jum'at, 09 Januari 2015 | 15:06 WIB

Terkini

Jarang Ada yang Tahu! 4 Fitur Rahasia Google Maps yang Bikin Perjalanan Lebih Praktis

Jarang Ada yang Tahu! 4 Fitur Rahasia Google Maps yang Bikin Perjalanan Lebih Praktis

Tekno | Jum'at, 04 September 2026 | 13:09 WIB

Mengapa Telur dan Susu Sebaiknya Tidak Disimpan di Rak Pintu Kulkas? Ini Lho Bahayanya

Mengapa Telur dan Susu Sebaiknya Tidak Disimpan di Rak Pintu Kulkas? Ini Lho Bahayanya

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 13:08 WIB

Kemarau Panjang dan Karhutla, MUI Ajak Umat Islam Salat Istisqa Minta Hujan

Kemarau Panjang dan Karhutla, MUI Ajak Umat Islam Salat Istisqa Minta Hujan

News | Jum'at, 04 September 2026 | 13:08 WIB

Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan Tiongkok, Wamen Ekraf Dorong Talenta Lokal Akses ke Pasar Global

Kerja Sama Ekonomi Kreatif dengan Tiongkok, Wamen Ekraf Dorong Talenta Lokal Akses ke Pasar Global

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 13:06 WIB

Limbah Kelapa Ternyata Bisa Jadi Material Atap Hijau untuk Kurangi Limpasan Air, Bagaimana Caranya?

Limbah Kelapa Ternyata Bisa Jadi Material Atap Hijau untuk Kurangi Limpasan Air, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 13:05 WIB

Salt Bread Makin Populer, Inovasi Rasa dan Cara Menikmatinya Ikut Berkembang

Salt Bread Makin Populer, Inovasi Rasa dan Cara Menikmatinya Ikut Berkembang

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 13:04 WIB

Memaknai Kembali Rasa "Cukup": Saat Perempuan Tidak Lagi Mengejar Validasi

Memaknai Kembali Rasa "Cukup": Saat Perempuan Tidak Lagi Mengejar Validasi

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 13:00 WIB

Mitchell Baker Cetak Gol Lagi di Amerika, Adiknya Gagal Bersama Hong Kong

Mitchell Baker Cetak Gol Lagi di Amerika, Adiknya Gagal Bersama Hong Kong

Bola | Jum'at, 04 September 2026 | 12:57 WIB

Iseng Berbuah Petaka! Lahan Setengah Hektar Ludes Terbakar hingga Ancam Pemukiman

Iseng Berbuah Petaka! Lahan Setengah Hektar Ludes Terbakar hingga Ancam Pemukiman

Jabar | Jum'at, 04 September 2026 | 12:50 WIB

Kejar Target 15 Desember, Apa yang Masih Mengganjal RUU Perampasan Aset?

Kejar Target 15 Desember, Apa yang Masih Mengganjal RUU Perampasan Aset?

Video | Jum'at, 04 September 2026 | 12:50 WIB

×