Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 5.941,066
LQ45 588,991
Srikehati 289,797
JII 354,441
USD/IDR 17.926

Pemerintah Ajukan Syarat Pembangunan Proyek Pelabuhan Cilamaya

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 09 April 2015 | 15:38 WIB
Pemerintah Ajukan Syarat Pembangunan Proyek Pelabuhan Cilamaya
Menteri Perencanaan Pembangunan Andrinof A Chaniago. (Antara/Vitalis Yogi)

Suara.com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mengungkapkan proyek pembangunan pelabuhan Cilamaya rencananya diserahkan kepada pihak swasta. Namun, pemerintah mengajukan beberapa syarat kepada swasta.

Syarat yang diajukan salah satunya swasta harus bersedia membangun dermaga khusus bagi para penumpang. Jadi, pelabuhan pengganti Cilamaya bukan hanya untuk barang melainkan diperuntukkan bagi para penumpang.

"Jadi, nanti pemerintah sifatnya hanya menumpang dan memanfaatkan. Contohnya dengan dibangunnya dermaga, pemerintah akan memanfaatkan dermaga tersebut untuk kapal penumpang, " kata Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Jakarta, Kamis (9/4/2015).

Proyek pelabuhan pengganti Cilamaya diteruskan pembangunannya dengan tujuan untuk mengurangi kepadatan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

"Soalnya kalau pelabuhan dipaksakan dibangun di Cilamaya itu sudah tidak mungkin. Karena jalurnya mengganggu pipa minyak milik PT Pertamina. Salah satu alternatifnya dan yang harus di geser yakni di Subang atau Indramayu. Ini bukan berarti pelabuhan tidak akan dibangun, hanya ditunda saja," katanya.

Andrinof menilai saat ini yang paling berkepentingan terhadap pembangunan pelabuhan baru ialah para pelaku industri yang berinvestasi besar di sekitar pantai utara Jawa. Oleh sebab itu, pemerintah membuka pintu bagi para investor yang ingin membangun pintu masuk laut.

"Yang paling minat dan berkepentingan itu adalah perusahaan Jepang di kawasan Karawang. Dasarnya karena kebutuhan industri yang ada di Karawang mereka butuh akses masuk ke sana," katanya.

Andrinof optimistis kajian dan studi kelayakan proyek pelabuhan pengganti Cilamaya, yang prosesnya melibatkan negara asing, akan selesai pada tahun ini. Pemerintah pun berencana menyerahkannya pembangunan proyeknya kepada swasta dengan syarat lain tidak ada masyarakat yang dirugikan.

Ketika ditanya pihak swasta mana yang pas untuk memegang proyek ini, Andrinof masih belum tahu.

"Ini masih di cari siapa yang berminat. Pokoknya kajian pembangunannya harus lengkap dulu, " kata dia.

Seperti diketahui, rencana pembangunan pelabuhan di Cilamaya terus mengalami penundaan sejak mulai direncanakan pada tahun 2010 silam. Pemerintah telah membuat tim gabungan guna mengkaji rencana pembangunan pelabuhan di Cilamaya. Bahkan, hasilnya telah diserahkan ke Presiden Joko Widodo pada awal bulan Maret.

Hal ini disebabkan PT Pertamina (Persero) pernah melakukan penolakan atas rencana pembangunan pelabuhan Cilamaya mengingat banyaknya aktifitas perminyakan di wilayah tersebut sehingga pembangunan tersebut berpotensi merugikan perusahaan. Lokasi pembangunan tersebut berada di jalur distribusi gas milik Pertamina sehingga akan mengganggu pasokan energi ke industri bahkan pasokan listrik untuk wilayah Jakarta.

Berdasarkan pengamatan lapangan ada kendala teknis yang membahayakan. Ada 200 lebih anjungan sumur minyak dan gas, artinya kajian di masa dulu tidak ada perhitungan seperti itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

IHSG Koreksi di Tengah Isu Pergantian Menkeu, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:41 WIB

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Pertamina Akselerasi Transisi Energi Nasional Lewat Inovasi Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:30 WIB

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Kabar Pasar Saham Indonesia Turun ke Frontier Market MSCI, BEI Buka Suara

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:27 WIB

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Tak Sekadar untuk Ibadah, Masjid 3 Lantai Fakultas Teknik UGM Jadi Tempat Favorit Mahasiswa Nugas

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Prodi Kebidanan dan Manajemen Paling Banyak Ditutup Tahun 2026, Efek Sepi Peminat?

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 16:15 WIB

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:48 WIB

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Dolar AS Mahal, RI Pakai Skema 'Barter' Dagang dengan Filipina

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:20 WIB

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Mendag 'Senang' Rupiah Melemah, Bisa Cuan dari Ekspor

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB

Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat

Rupiah Semakin Tak Berharga, SBY Beberkan Ciri Pemimpin yang Kuat

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:14 WIB

Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini

Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2026 | 15:07 WIB