Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

BPS: Inflasi Bulan April Sebesar 0,36 Persen

Esti Utami

Senin, 04 Mei 2015 | 14:46 WIB
BPS: Inflasi Bulan April Sebesar 0,36 Persen
Ilustrasi pasar tradisional (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan laju inflasi pada April 2015 tercatat sebesar 0,36 persen, atau lebih tinggi dibandingkan bulan Maret 2015 yang sebesar 0,17 persen.

"Secara keseluruhan tahun kalender 2015, meskipun April terjadi inflasi, masih tercatat deflasi 0,08 persen," ujar Suryamin saat jumpa pers di Jakarta, Senin.

Dengan terjadinya inflasi pada April dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,91, maka tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2015 terhadap April 2014) sebesar 6,79 persen.

Dari 82 kota IHK, tercatat 72 kota mengalami inflasi dan 10 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tual 1,31 persen dengan IHK 132,54 dan terendah terjadi di Cilacap 0,02 persen dengan IHK 120,76.

Sementara deflasi tertinggi terjadi di Manokwari 0,69 persen dengan IHK 112,66 dan terendah terjadi di Sukabumi dan Kendari masing-masing 0,03 persen dengan IHK masing-masing 119,06 dan 114,62.

"Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, dengan kontribusi terbesar dari kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 1,80 persen," kata Suryamin.

"Bensin menyumbangkan inflasi 0,22 persen. Kenaikan harga BBM jenis premium pada 28 Maret 2015 lalu masih berimbas ke April," kata Kepala BPS Suryamin saat jumpa pers di Jakarta, Senin.

Suryamin menuturkan, terjadi kenaikan harga bensin jenis premium di seluruh kota IHK.

Selain bensin, komoditas lainnya yang mengalami kenaikan harga pada April 2015 antara lain bawang merah, tarif angkutan dalam kota, bahan bakar rumah tangga, tarif kereta api, gula pasir, tarif angkutan udara, daging ayam ras, dan tomat sayur.

Selanjutnya ada juga bawang putih, nasi dengan lauk, rokok kretek, rokok kretek filter, tarif kontrak rumah, tarif sewa rumah, upah tukang bukan mandor, upah pembantu rumah tangga, mobil, dan solar.

"Bawang memberikan sumbangan deflasi cukup besar yakni beras yaitu sebesar 0,2 persen," ujar Suryamin.

Tarif angkutan dalam kota juga memberikan sumbangan inflasi 0,04 persen, diikuti tarif kereta api 0,03 persen, dan tarif angkutan udara 0,02 persen, serta mobil dan solar masing-masing 0,02 persen.

Sementara itu, komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain beras, ikan segar, telur ayam ras, bayam, kentang, ketimun, cabai merah, cabe rawit, minyak goreng, dan tarif listrik.

Selanjutnya kontribusi inflasi dari kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,22 persen, kelompok sandang 0,24 persen, kelompok kesehatan 0,38 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,05 persen, dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,50 persen Sementara kelompok pengeluaran yang lainnya mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok bahan makanan 0,79 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

BTN Pertimbangkan Lakukan Buyback Saham, Berapa Nilainya?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:08 WIB

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Punya Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Anjlok Rp2.673.000/Gram Hari Ini

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:01 WIB

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Nilai Tukar Rupiah Paling Lemah se-Asia Pagi Ini, Nyaris ke Level Rp18.000

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:48 WIB

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Jalur Selat Hormuz Mulai Normal, Harga Minyak Dunia Semakin Murah Jadi USD 76,71

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:41 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Selat Hormuz Dibuka, Tarif Sewa Kapal Tanker Meroket Nyaris Dua Kali Lipat!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:25 WIB

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

IHSG Langsung Terbang Saat ke Level 6.128 pada Rabu Pagi, Setelah Laporan MSCI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:17 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Pelaku Logistik Minta Tetap Waspadai Gangguan Rantai Pasok Global

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:05 WIB

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Uang Beredar Tembus Rp10.415 Triliun, BI Ungkap Likuiditas dan Kredit Makin Kencang

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 08:51 WIB

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

MSCI Tunda Keputusan, Ini Sinyal Bahaya yang Harus Diwaspadai IHSG

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 07:57 WIB