Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

OJK Uji Kelayakan Calon Direksi BEI

Ardi Mandiri | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2015 | 06:09 WIB
OJK Uji Kelayakan Calon Direksi BEI
ojk

Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test" kepada calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (21/5/2015).

"Komite Penilaian Kemampuan dan Kepatutan yang dibentuk oleh OJK terbentuk Rabu. Jadwal 'fit and proper test' Kamis kita mulai. Jadwal pertama, dimulai dari jabatan Direktur Utama, berikutnya jabatan calon direksi BEI yang lain," ujar Kepala Eksekutif bidang Pasar Modal OJK Nurhaida di Jakarta, Rabu (20/5/2015).

Ia mengemukakan bahwa keanggotaan Komite terdiri dari pejabat OJK dengan level jabatan minimal Direktur dengan Ketua Komite adalah Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.

Ia menambahkan bahwa paket yang tidak diundang OJK dalam pelaksanaan "fit and proper test" itu maka dinyatakan tidak lolos dalam seleksi administrasi yang ditetapkan dalam Peraturan OJK III.A.3 tentang Persyaratan Calon Komisaris dan Direktur Bursa Efek.

"Besok (Kamis, 21/5) yang tidak diundang ke OJK berarti tidak lolos," ucapnya.

Nurhaida menegaskan bahwa dalam "fit and proper test", OJK akan melaksanakannya dengan secara independen dan kredibel sehingga tercapai sosok yang diharapkan industri pasar modal Indonesia.

Sementara itu, berdasarkan kabar yang beredar di pasar bahwa hanya terdapat tiga paket calon direksi Bursa Efek Indonesia yang lolos dalam seleksi administratif. Sebelumnya, terdapat empat paket yang masing-masing dipimpin oleh Abiprayadi (Dirut Mandiri Sekuritas), paket Samsul Hidayat (Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota BEI), paket Tito Sulistio (Wakil Presdir CMNP), dan paket Ronald T Andi Kasim (Mantan Dirut Pefindo).

Secara terpisah, Ronald T Andi Kasim mengakui bahwa paket yang diusung dalam seleksi calon direksi BEI tidak lolos dalam seleksi administrasi. Paketnya tidak lolos seleksi karena syarat dukungan minimal anggota bursa tidak terpenuhi.

"Ada surat yang menyatakan paket saya tidak lolos administrasi. Ada satu poin saja alasannya. Kalau OJK yang sudah menilai pasti valid," ujarnya.

Ronald T Andi Kasim memperkirakan bahwa ada beberapa anggota bursa yang sebelumnya mendukung paketnya menahan dukungannya karena paket bentukannya merupakan hasil gabungan (merger).

"Tim kami kan merger. Harusnya teman-teman komit. Tapi ternyata teman-teman ada yang ditelikung oleh yang lain," katanya.

Sebelumnya paket Ronald T. Kasim merupakan hasil gabungan dengan paket Reynaldi Hermansjah yang saat ini menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).

Dalam Peraturan III.A.3 salah satunya disebutkan kelompok Anggota Bursa Efek dengan paling sedikit terdiri dari 10 atau lebih Anggota Bursa Efek yang telah melakukan transaksi efek secara bersama-sama paling kurang 10 persen dari total frekuensi dan nilai perdagangan efek di BEI selama 12 bulan terakhir sebelum pengajuan kepada OJK.

"Ini kan pengalaman pertama saya. Tidak menyangka, ternyata dinamika tinggi sekali," ujar Ronald T Andi Kasim.

Ia mengkritik persyaratan dukungan dari anggota bursa. Menurutnya mekanisme tersebut membuat para profesional yang ingin mengajukan diri menjadi terbebani karena harus meyakinkan beberapa pihak.

"Sebenarnya kalau mekanismenya begini kasihan para profesional yang ingin 'running'. Mereka harus mengemis suara ke AB. Mestinya kan AB sebagai pemegang saham yang membujuk para profesional yang dinilai layak memimpin dan memajukan pasar modal," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

OJK: Masyarakat Masih Enggan Gunakan Produk Jasa Keuangan

OJK: Masyarakat Masih Enggan Gunakan Produk Jasa Keuangan

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2015 | 03:20 WIB

Peluncuran SiMolek

Peluncuran SiMolek

Foto | Selasa, 12 Mei 2015 | 16:38 WIB

Perangi Illegal Fishing, Tarik Perbankan Salurkan Kredit Nelayan

Perangi Illegal Fishing, Tarik Perbankan Salurkan Kredit Nelayan

Bisnis | Senin, 04 Mei 2015 | 18:51 WIB

Terkini

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Program DIB Harita Group Ubah Nasib Istri Nelayan, Kini Bisa Hasilkan Cuan Sendiri

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 22:03 WIB

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Komisaris Pertamina Cek Distribusi BBM dan LPG di Sorong, Pastikan Pasokan Terjaga

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 21:06 WIB

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

BI Longgarkan Transaksi NDF Offshore untuk Perkuat Rupiah

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:25 WIB

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Harga Kondom Naik Gara-gara Perang AS-Iran, Kok Bisa?

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 19:04 WIB

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Mantan Gubernur BI: Rupiah Melemah Karena Pemerintah Tahan Subsidi BBM

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:54 WIB

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Investor RI Masih Tertinggal? Dunia Sudah Pakai AI untuk Trading Saham

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:49 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Harga BBM Nonsubsidi Kerek Inflasi? Begini Jawaban BI

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:36 WIB

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Sudah 3 Tahun Tak Naik! Jadi Alasan Pemerintah Kerek HET Minyakita

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:14 WIB

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

India Mau Borong Pupuk RI, Mentan Amran: Dubesnya Telepon Langsung!

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Purbaya Tak Tahu Isu PPN Jalan Tol: Janji Saya Sama, Tak Akan Terapkan Pajak Baru

Bisnis | Rabu, 22 April 2026 | 17:58 WIB