Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Diperiksa Enam Jam Kasus Sawah, Ini Penjelasan Dahlan Iskan

Siswanto, Erick Tanjung

Selasa, 30 Juni 2015 | 17:10 WIB
Diperiksa Enam Jam Kasus Sawah, Ini Penjelasan Dahlan Iskan
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan penuhi panggilan Bareskrim Polri, Selasa (30/6). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan diperiksa penyidik Bareskrim sebagai saksi kasus dugaan korupsi pencetakan sawah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tahun 2012-2014 senilai Rp317 miliar, pada Selasa (30/6/2015). Ia periksa oleh penyidik‎ hampir enam jam, dari pukul 09.00 Wib sampai pukul 14.50 Wib.

‎"Hari ini saya diperiksa sebagai saksi perihal sawah baru," kata Dahlan usai diperiksa di Bareskrim Polri.

Dahlan mengaku ditanya penyidik mengenai cetak sawah yang diduga fiktif dan merugikan negara.

"Saya jelaskan bahwa sawah baru itu diperlukan di Indonesia, untuk mengganti sawah-sawah yang setiap tahun selalu berkurang karena dibangun perumahan dan industri‎," kata Dahlan.

Dahlan menambahkan cetak sawah baru dilakukan oleh sejumlah ‎perusahaan BUMN. Namun proyek tersebut belum berhasil karena butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil panen secara memuaskan.

"Sawah baru itu dilaksanakan oleh setiap industri yang dilaporkan ke saya sudah 4.000 hektar tanah yang sudah diklaim dan sudah pernah ditanami sampai seribu hektar. Hasilnya belum memuaskan karena memang secara teori sawah baru itu baru menghasilkan setelah empat tahun," katanya.

"Nah karena kurang berhasil, maka waktu saya terakhir jadi Menteri saya minta dialihkan dari PT Sang Hyang Seri yang terlalu kecil ke perusahaan raksasa yaitu PT. Pupuk Indonesia," Dahlan menambahkan.

Menurut Dahlan, PT. Pupuk Indonesia pada tahap pertama menanam di 100 hektar lahan, lalu 100 hektar lagi.

Dahlan mengakui meminta Pupuk Indonesia melanjutkan perluasan cetak sawah karena sudah terlanjur mengklaim 4.000 hektar lahan untuk cetak sawah baru.

"Karena petani-petani disana juga sudah menunggu, dan saya yakin sekali bahwa Pupuk Indonesia bisa mampu mengerjakan itu sepanjang mendapat dorongan yang kuat," katanya.

Proyek cetak sawah merupakan kerjasama BNI, BRI, PGN‎, Askes, Pertamina, Pelindo, dan Hutama Karya.
Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah pejabat tinggi BUMN sebagai saksi, di antaranya Dirut PT. PGN Hendi Priyosantoso, mantan Dirut PT. Pertamina Karen Agustiawan, dan Dirut PT. SHS Upik Raslina Wasrin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Ini Dahlan Diperiksa Bareskrim Kasus Sawah Senilai Rp317 M

Hari Ini Dahlan Diperiksa Bareskrim Kasus Sawah Senilai Rp317 M

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 11:37 WIB

Dahlan Diperiksa Bareskrim Lagi

Dahlan Diperiksa Bareskrim Lagi

Foto | Selasa, 30 Juni 2015 | 10:59 WIB

Mobil Listrik Dahlan Iskan Disita Kejagung

Mobil Listrik Dahlan Iskan Disita Kejagung

Foto | Rabu, 24 Juni 2015 | 10:25 WIB

Dahlan Iskan Diperiksa Bareskrim

Dahlan Iskan Diperiksa Bareskrim

Foto | Senin, 22 Juni 2015 | 19:43 WIB

Dahlan Iskan Diperiksa Polisi 10 Jam, Yusril Jelaskan Hasilnya

Dahlan Iskan Diperiksa Polisi 10 Jam, Yusril Jelaskan Hasilnya

News | Senin, 22 Juni 2015 | 19:31 WIB

Terkini

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

×