Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.890.000
Beli Rp2.750.000
IHSG 7.026,782
LQ45 714,581
Srikehati 342,341
JII 479,563
USD/IDR 16.990

Diperiksa Enam Jam Kasus Sawah, Ini Penjelasan Dahlan Iskan

Siswanto | Erick Tanjung | Suara.com

Selasa, 30 Juni 2015 | 17:10 WIB
Diperiksa Enam Jam Kasus Sawah, Ini Penjelasan Dahlan Iskan
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan penuhi panggilan Bareskrim Polri, Selasa (30/6). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan diperiksa penyidik Bareskrim sebagai saksi kasus dugaan korupsi pencetakan sawah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tahun 2012-2014 senilai Rp317 miliar, pada Selasa (30/6/2015). Ia periksa oleh penyidik‎ hampir enam jam, dari pukul 09.00 Wib sampai pukul 14.50 Wib.

‎"Hari ini saya diperiksa sebagai saksi perihal sawah baru," kata Dahlan usai diperiksa di Bareskrim Polri.

Dahlan mengaku ditanya penyidik mengenai cetak sawah yang diduga fiktif dan merugikan negara.

"Saya jelaskan bahwa sawah baru itu diperlukan di Indonesia, untuk mengganti sawah-sawah yang setiap tahun selalu berkurang karena dibangun perumahan dan industri‎," kata Dahlan.

Dahlan menambahkan cetak sawah baru dilakukan oleh sejumlah ‎perusahaan BUMN. Namun proyek tersebut belum berhasil karena butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil panen secara memuaskan.

"Sawah baru itu dilaksanakan oleh setiap industri yang dilaporkan ke saya sudah 4.000 hektar tanah yang sudah diklaim dan sudah pernah ditanami sampai seribu hektar. Hasilnya belum memuaskan karena memang secara teori sawah baru itu baru menghasilkan setelah empat tahun," katanya.

"Nah karena kurang berhasil, maka waktu saya terakhir jadi Menteri saya minta dialihkan dari PT Sang Hyang Seri yang terlalu kecil ke perusahaan raksasa yaitu PT. Pupuk Indonesia," Dahlan menambahkan.

Menurut Dahlan, PT. Pupuk Indonesia pada tahap pertama menanam di 100 hektar lahan, lalu 100 hektar lagi.

Dahlan mengakui meminta Pupuk Indonesia melanjutkan perluasan cetak sawah karena sudah terlanjur mengklaim 4.000 hektar lahan untuk cetak sawah baru.

"Karena petani-petani disana juga sudah menunggu, dan saya yakin sekali bahwa Pupuk Indonesia bisa mampu mengerjakan itu sepanjang mendapat dorongan yang kuat," katanya.

Proyek cetak sawah merupakan kerjasama BNI, BRI, PGN‎, Askes, Pertamina, Pelindo, dan Hutama Karya.
Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah pejabat tinggi BUMN sebagai saksi, di antaranya Dirut PT. PGN Hendi Priyosantoso, mantan Dirut PT. Pertamina Karen Agustiawan, dan Dirut PT. SHS Upik Raslina Wasrin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Ini Dahlan Diperiksa Bareskrim Kasus Sawah Senilai Rp317 M

Hari Ini Dahlan Diperiksa Bareskrim Kasus Sawah Senilai Rp317 M

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 11:37 WIB

Dahlan Diperiksa Bareskrim Lagi

Dahlan Diperiksa Bareskrim Lagi

Foto | Selasa, 30 Juni 2015 | 10:59 WIB

Mobil Listrik Dahlan Iskan Disita Kejagung

Mobil Listrik Dahlan Iskan Disita Kejagung

Foto | Rabu, 24 Juni 2015 | 10:25 WIB

Dahlan Iskan Diperiksa Bareskrim

Dahlan Iskan Diperiksa Bareskrim

Foto | Senin, 22 Juni 2015 | 19:43 WIB

Dahlan Iskan Diperiksa Polisi 10 Jam, Yusril Jelaskan Hasilnya

Dahlan Iskan Diperiksa Polisi 10 Jam, Yusril Jelaskan Hasilnya

News | Senin, 22 Juni 2015 | 19:31 WIB

Terkini

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Hadapi Gejolak Energi Global, Pertamina Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 21:57 WIB

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Pertamina NRE dan USGBC Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Berbasis Knowledge Exchange

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 19:58 WIB

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Menkeu Purbaya Lantik Fauzi Ichsan Jadi Dewan Pengawas INA

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 18:20 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Airlangga: Prabowo Mau Kirim Tim ke Korea Selesaikan Proyek Jet Tempur KF-21

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:55 WIB

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Anggota DPR Ingin Adanya Perubahan Polam Konsumsi Energi dari BBM ke EV

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:51 WIB

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Emiten MPMX Cetak Laba Bersih Rp 462 M Sepanjang 2025

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:40 WIB

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

BPS Ungkap Penginapan Hotel Lesu di Februari 2026, Ini Penyebabnya

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:33 WIB

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

DJP Tebar Insentif, Denda Telat Lapor SPT Tahunan 2025 Dihapuskan Hingga 30 April

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:15 WIB

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Perkuat Produksi Jagung Nasional, BULOG Dorong Panen dan Tanam Serentak di Blora

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:09 WIB