Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Diperiksa Enam Jam Kasus Sawah, Ini Penjelasan Dahlan Iskan

Siswanto | Erick Tanjung | Suara.com

Selasa, 30 Juni 2015 | 17:10 WIB
Diperiksa Enam Jam Kasus Sawah, Ini Penjelasan Dahlan Iskan
Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan penuhi panggilan Bareskrim Polri, Selasa (30/6). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan diperiksa penyidik Bareskrim sebagai saksi kasus dugaan korupsi pencetakan sawah di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tahun 2012-2014 senilai Rp317 miliar, pada Selasa (30/6/2015). Ia periksa oleh penyidik‎ hampir enam jam, dari pukul 09.00 Wib sampai pukul 14.50 Wib.

‎"Hari ini saya diperiksa sebagai saksi perihal sawah baru," kata Dahlan usai diperiksa di Bareskrim Polri.

Dahlan mengaku ditanya penyidik mengenai cetak sawah yang diduga fiktif dan merugikan negara.

"Saya jelaskan bahwa sawah baru itu diperlukan di Indonesia, untuk mengganti sawah-sawah yang setiap tahun selalu berkurang karena dibangun perumahan dan industri‎," kata Dahlan.

Dahlan menambahkan cetak sawah baru dilakukan oleh sejumlah ‎perusahaan BUMN. Namun proyek tersebut belum berhasil karena butuh waktu lama untuk mendapatkan hasil panen secara memuaskan.

"Sawah baru itu dilaksanakan oleh setiap industri yang dilaporkan ke saya sudah 4.000 hektar tanah yang sudah diklaim dan sudah pernah ditanami sampai seribu hektar. Hasilnya belum memuaskan karena memang secara teori sawah baru itu baru menghasilkan setelah empat tahun," katanya.

"Nah karena kurang berhasil, maka waktu saya terakhir jadi Menteri saya minta dialihkan dari PT Sang Hyang Seri yang terlalu kecil ke perusahaan raksasa yaitu PT. Pupuk Indonesia," Dahlan menambahkan.

Menurut Dahlan, PT. Pupuk Indonesia pada tahap pertama menanam di 100 hektar lahan, lalu 100 hektar lagi.

Dahlan mengakui meminta Pupuk Indonesia melanjutkan perluasan cetak sawah karena sudah terlanjur mengklaim 4.000 hektar lahan untuk cetak sawah baru.

"Karena petani-petani disana juga sudah menunggu, dan saya yakin sekali bahwa Pupuk Indonesia bisa mampu mengerjakan itu sepanjang mendapat dorongan yang kuat," katanya.

Proyek cetak sawah merupakan kerjasama BNI, BRI, PGN‎, Askes, Pertamina, Pelindo, dan Hutama Karya.
Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa sejumlah pejabat tinggi BUMN sebagai saksi, di antaranya Dirut PT. PGN Hendi Priyosantoso, mantan Dirut PT. Pertamina Karen Agustiawan, dan Dirut PT. SHS Upik Raslina Wasrin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Ini Dahlan Diperiksa Bareskrim Kasus Sawah Senilai Rp317 M

Hari Ini Dahlan Diperiksa Bareskrim Kasus Sawah Senilai Rp317 M

News | Selasa, 30 Juni 2015 | 11:37 WIB

Dahlan Diperiksa Bareskrim Lagi

Dahlan Diperiksa Bareskrim Lagi

Foto | Selasa, 30 Juni 2015 | 10:59 WIB

Mobil Listrik Dahlan Iskan Disita Kejagung

Mobil Listrik Dahlan Iskan Disita Kejagung

Foto | Rabu, 24 Juni 2015 | 10:25 WIB

Dahlan Iskan Diperiksa Bareskrim

Dahlan Iskan Diperiksa Bareskrim

Foto | Senin, 22 Juni 2015 | 19:43 WIB

Dahlan Iskan Diperiksa Polisi 10 Jam, Yusril Jelaskan Hasilnya

Dahlan Iskan Diperiksa Polisi 10 Jam, Yusril Jelaskan Hasilnya

News | Senin, 22 Juni 2015 | 19:31 WIB

Terkini

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 20:00 WIB

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:54 WIB

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:35 WIB

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:20 WIB

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Purbaya Umumkan Defisit APBN Rp 164,4 Triliun per April 2026, Sentil Prediksi Ekonom

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:18 WIB

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Ada Apa? Prabowo Paparkan APBN 2027 Besok Pagi, Bukan 16 Agustus

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:06 WIB

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

BUMN RI Mulai Ekspor Keahlian Energi Terbarukan ke Luar Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 19:03 WIB

Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan

Bio Farma Perkuat Ekosistem Halal demi Dongkrak Daya Saing Industri Kesehatan

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:55 WIB

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Rupiah Anjlok, Bahlil: Doain BBM Subsidi Tak Naik Harga

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:49 WIB

Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM

Gelar Donor Darah, Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:45 WIB