Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

58 Persen Wilayah Kerja Freeport Dikembalikan ke Pemerintah

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Kamis, 02 Juli 2015 | 18:21 WIB
58 Persen Wilayah Kerja Freeport Dikembalikan ke Pemerintah
Kawasan Grasberg Mine milik PT. Freeport Indonesia (PTFI ) di Tembagapura, Mimika, Timika, Papua, Minggu (15/2). (Antara)

Suara.com - PT. Freeport Indonesia berencana mengurangi luas wilayah kerja tambang di Papua dari 212,95 ribu hektar menjadi 90.65 ribu hektar, termasuk Blok Wabu yang memiliki potensi 4,3 juta ton biji emas berkadar 2,47 gram per ton. Hal tersebut merupakan salah satu dari enam kesepakatan Freeport dengan Pemerintah Indonesia untuk menciutkan wilayah kerja.

”Kita akan mengurangi luas wilayah kerja tambang kita termasuk Blok Wabu. Menariknya, lahan yang kita berikan ke pemerintah, yaitu blok Wabu, punya kandungan yang cukup besar. Di sana ada cadangan 4,3 juta ton ore dan emas dengan kualitas bagus," kata Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (2/7/2015).

Maroef menjelaskan pengembalian wilayah kerja tambang milik Freeport sekitar 58 persen kepada pemerintah pusat tersebut sesuai dengan apa yang tertuang dalam amandemen kontrak karya. Dengan adanya pemberian lahan tersebut, wilayah kerja tambang Freeport hanya 42 persen dari 212,95 ribu hektar menjadi 90,36 ribu hektar.

"Di kontrak karya pertama kami memiliki 2,6 juta hektar lahan operasi dan pada nantinya kami hanya memiliki 90,36 ribu hektar. Kedepannya kami akan tetap patuh dan taat akan regulasi yang berlaku di Indonesia," kata dia.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan setelah pengembalian lahan disepakati, wilayah kerja akan diberikan kepada pemerintah pusat. Selanjutnya, pemerintah pusat akan memerintahkan pemerintah daerah untuk mengelolanya sebagai potensi daerah.

"Saya belum tahu kesiapan pemerintah daerah, tapi kalau kemudian pemerintah daerah butuh bantuan pemerintah pusat atau BUMN, nanti kita bisa turun. Tapi memang belum detail dibahas (soal itu)," katanya.

Menurutnya, lahan yang dikembalikan Freeport memiliki potensi emas yang sangat luar bisa. Oleh karena itu, kementerian menilai pemerintah daerah belum siap untuk menggarap lahan tersebut sehingga ada kemungkinan memakai perusahaan BUMN dalam mengelolanya.

"Ini wilayah sangat potensial pemda membutuhkan bantuan. Nanti BUMN turun atau gimana nanti kita bicarakan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Freeport Siap Gunakan Produk Dalam Negeri

Freeport Siap Gunakan Produk Dalam Negeri

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2015 | 17:25 WIB

Mau Tetap Bisnis di Indonesia, Freeport Harus Penuhi Syarat Ini

Mau Tetap Bisnis di Indonesia, Freeport Harus Penuhi Syarat Ini

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2015 | 15:56 WIB

Bos Freeport Bertemu Jokowi, Belum Bahas Perpanjangan Kontrak

Bos Freeport Bertemu Jokowi, Belum Bahas Perpanjangan Kontrak

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2015 | 14:12 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×