Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman

Arsito Hidayatullah | Suara.com

Selasa, 28 Juli 2015 | 09:34 WIB
Meski Ada Tekanan, Menkeu Berharap Rupiah Masih Aman
Rupiah Terus Melemah

Suara.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro mengharapkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tetap berada dalam posisi yang aman meskipun menghadapi tekanan eksternal terkait rencana normalisasi kebijakan The Fed (Bank Sentral AS).

"Kita selalu waspada, karena salah satu daya tahan ekonomi kita di nilai tukar rupiah. Kita harapkan BI menjaga rupiah pada posisi aman. Yang penting rupiah jangan terlalu 'undervalued' dan terlalu 'overvalued'," katanya di Jakarta, Senin.

Menkeu mengatakan tren global saat ini adalah penguatan dolar AS karena adanya sinyal penyesuaian suku bunga acuan The Fed yang terjadi menjelang akhir tahun, dan para investor sedang mengantisipasi kemungkinan tersebut.

"Semua mata uang terkena 'pressure' dolar AS karena ada sinyal 'Fed rate' naik sebelum akhir tahun. Ini dijadikan spekulasi oleh investor pasar uang. Perlemahan (rupiah) ini karena dolar AS yang dijadikan 'safe haven' oleh investor," katanya.

Meskipun mata uang negara berkembang mengalami perlemahan terhadap dolar AS, Menkeu mengatakan nilai tukar rupiah masih kompetitif terhadap mata uang lain seperti Euro dan dolar Australia.

"Kita lihat terhadap dolar Australia dan euro relatif lebih baik, ini menjadi pertimbangan agar kita tidak bergantung kepada dolar AS. Intinya semua sudah 'price in', karena proses perlemahan (rupiah terhadap dolar) sudah terjadi dari sekarang," ujarnya.

Sementara, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin sore bergerak menguat sebesar 26 poin menjadi Rp13.414 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.440 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa dolar AS mendapatkan tekanan turun menyusul tingkat penjualan rumah baru di Amerika Serikat periode Juni mengalami penurunan, itu menjadi kemunduran bagi pemulihan bagi perekonomian AS.

Di sisi lain, sentimen bisnis di Jerman yang mengalami pemulihan mendorong mata uang euro mengalami penguatan. Sedangkan, Yunani yang berhasil membuka kesempatan mendapatkan dana talangan ikut membantu mengubah sentimen pebisnis di kawasan Eropa yang sempat menurun.

"Sentimen di Eropa mulai ada pemulihan, situasi itu cukup berdampak pada mata uang rupiah meski belum signifikan," katanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dolar AS Melemah Terhadap Yen

Dolar AS Melemah Terhadap Yen

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 04:12 WIB

Terkini

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Suhu Global Mendidih! Ultimatum Trump di Selat Hormuz Bakar Harga Minyak ke Level USD 113

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:34 WIB

Dongkrak Daya Beli, Indodana Finance dan Sharp Perkuat Ekosistem Cicilan Digital

Dongkrak Daya Beli, Indodana Finance dan Sharp Perkuat Ekosistem Cicilan Digital

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:30 WIB

Ngebulnya Pasar Rokok Ilegal di RI

Ngebulnya Pasar Rokok Ilegal di RI

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 10:22 WIB

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Rupiah Masih Mimpi Buruk, Bertahan di Level Rp 17.078/USD

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:59 WIB

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Dana Asing Kabur Rp 23 Triliun, IHSG Anjlok 14% Sepanjang Maret

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:27 WIB

BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal

BPMA Gandeng BUMN, Industri Migas Aceh Prioritaskan Gunakan Produk Lokal

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:21 WIB

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

IHSG Mulai Gaspol, Dibuka Menguat ke Level 7.001

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:15 WIB

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun, UBS Ikutan Anjlok!

Harga Emas Antam dan Galeri 24 di Pegadaian Turun, UBS Ikutan Anjlok!

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 09:11 WIB

DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya

DPR Usul Pembelian Gas 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina, Ini Tujuannya

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:35 WIB

IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?

IHSG Anjlok di Bawah Level 7.000, Mampukah Rebound Hari Ini?

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 08:12 WIB