Isu Kenaikan Suku Bunga The Fed Picu Anjloknya Rupiah dan IHSG

Laban Laisila, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 28 Juli 2015 | 14:06 WIB
Isu Kenaikan Suku Bunga The Fed Picu Anjloknya Rupiah dan IHSG
Suasana di salah satu gerai money changer di Jakarta, Kamis (23/7).[suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup anjlok ke level terendah sejak April 2014 sebesar 1,76 persen ke level 4.771,28 pada Senin kemarin (27/7/2015). Diperkirakan IHSG pada perdagangan Selasa (28/7/2015), juga masih rawan tertekan.

Hal yang sama juga terjadi pada nilai tukar rupiah yang hari ini loyo ke level 16 poin tembus ke Rp13.500 per dolar AS.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Hendri Saparini menilai anjloknya IHSG dan nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan disebabkan oleh banyaknya sentimen global yang memperngaruhi pasar perdagangan.

Setelah sentimen Yunani mereda, melemahnya IHSG dan nilai tukar rupiah saat ini disebabkan adanya isu kenaikan suku bunga bank sentrak AS, The Fed, yang menekan bursa saham di kawasan regional.

"Rupiah dan IHSG yang melemah ini lantaran banyaknya sentimen global yang negatif makanya pasar perdagangan terganggu. Kenapa? Karena sejak 19898, kita membuka peluang itu dengan sangat lebar," kata Hendri saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Dia menjelaskan, banyaknya sentimen global yang masuk tersebut lantaran tidak adanya koreksi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meredam sentimen tersebut. Karena sudah banyak negara melakukan koreksi, namun belum bagi Indonesia.

"Negara lain itu sudah melakuka koresik agar tidak terpengaruh. Mislanya di luar negeri ada mau bayar utang, semua terkena dampaknya kalau kita enggak tau arah kebijakan kita mau dibawa kemana. Ini kan harus ada kesepakatan. Misal, kita mau mengontrol berarti harus ada perubahan Undang-undang. Kalau enggak ya memang kita akan berfluktuasi seperti saat ini," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Faisal, Direktur Riset CORE Indonesia yang mengatakan ketidakpastian kenaikan bunga bank Sentral AS mengganggu kinerja perekonomian bagi negara-negara berkembang.

Meski baru isu, kata dia, ketidakpastian ini snagat mempengaruhi perekonomian tak terkecuali bagi Indonesia.

"The Fed ini kan katanya mau naikan bunga tapi isu ini sudah dimainkan, jadi ini kayak efek maradona lah. Tanpa melakukan apa-apa tapi mempengaruhi perekonomian. Dari 2013 sebenarnya ini terjadi, saham jadi naik turun," katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau kepada pemerintah untuk segera melakukan terobosan untuk meredam masuknya sentimen global yang dapat mengganggu pasar perdagangan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Senin Pagi, Rupiah Menguat Tipis di Rp13.303

Senin Pagi, Rupiah Menguat Tipis di Rp13.303

News | Senin, 13 Juli 2015 | 11:33 WIB

DPR Ingatkan Soal Perlambatan Ekonomi dan Lemahnya Nilai Rupiah

DPR Ingatkan Soal Perlambatan Ekonomi dan Lemahnya Nilai Rupiah

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2015 | 13:52 WIB

Rupiah Menguat ke Rp13.293, IHSG Ikut Naik Tipis

Rupiah Menguat ke Rp13.293, IHSG Ikut Naik Tipis

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2015 | 10:43 WIB

Merosotnya Nilai Rupiah Ancam Keseluruhan Perekonomian

Merosotnya Nilai Rupiah Ancam Keseluruhan Perekonomian

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2015 | 05:54 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×