Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.845.000
Beli Rp2.710.000
IHSG 6.989,426
LQ45 707,762
Srikehati 340,630
JII 476,486
USD/IDR 17.030

Isu Kenaikan Suku Bunga The Fed Picu Anjloknya Rupiah dan IHSG

Laban Laisila | Dian Kusumo Hapsari | Suara.com

Selasa, 28 Juli 2015 | 14:06 WIB
Isu Kenaikan Suku Bunga The Fed Picu Anjloknya Rupiah dan IHSG
Suasana di salah satu gerai money changer di Jakarta, Kamis (23/7).[suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tutup anjlok ke level terendah sejak April 2014 sebesar 1,76 persen ke level 4.771,28 pada Senin kemarin (27/7/2015). Diperkirakan IHSG pada perdagangan Selasa (28/7/2015), juga masih rawan tertekan.

Hal yang sama juga terjadi pada nilai tukar rupiah yang hari ini loyo ke level 16 poin tembus ke Rp13.500 per dolar AS.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Hendri Saparini menilai anjloknya IHSG dan nilai tukar rupiah dalam beberapa bulan disebabkan oleh banyaknya sentimen global yang memperngaruhi pasar perdagangan.

Setelah sentimen Yunani mereda, melemahnya IHSG dan nilai tukar rupiah saat ini disebabkan adanya isu kenaikan suku bunga bank sentrak AS, The Fed, yang menekan bursa saham di kawasan regional.

"Rupiah dan IHSG yang melemah ini lantaran banyaknya sentimen global yang negatif makanya pasar perdagangan terganggu. Kenapa? Karena sejak 19898, kita membuka peluang itu dengan sangat lebar," kata Hendri saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa (28/7/2015).

Dia menjelaskan, banyaknya sentimen global yang masuk tersebut lantaran tidak adanya koreksi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meredam sentimen tersebut. Karena sudah banyak negara melakukan koreksi, namun belum bagi Indonesia.

"Negara lain itu sudah melakuka koresik agar tidak terpengaruh. Mislanya di luar negeri ada mau bayar utang, semua terkena dampaknya kalau kita enggak tau arah kebijakan kita mau dibawa kemana. Ini kan harus ada kesepakatan. Misal, kita mau mengontrol berarti harus ada perubahan Undang-undang. Kalau enggak ya memang kita akan berfluktuasi seperti saat ini," katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Muhammad Faisal, Direktur Riset CORE Indonesia yang mengatakan ketidakpastian kenaikan bunga bank Sentral AS mengganggu kinerja perekonomian bagi negara-negara berkembang.

Meski baru isu, kata dia, ketidakpastian ini snagat mempengaruhi perekonomian tak terkecuali bagi Indonesia.

"The Fed ini kan katanya mau naikan bunga tapi isu ini sudah dimainkan, jadi ini kayak efek maradona lah. Tanpa melakukan apa-apa tapi mempengaruhi perekonomian. Dari 2013 sebenarnya ini terjadi, saham jadi naik turun," katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya menghimbau kepada pemerintah untuk segera melakukan terobosan untuk meredam masuknya sentimen global yang dapat mengganggu pasar perdagangan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Senin Pagi, Rupiah Menguat Tipis di Rp13.303

Senin Pagi, Rupiah Menguat Tipis di Rp13.303

News | Senin, 13 Juli 2015 | 11:33 WIB

DPR Ingatkan Soal Perlambatan Ekonomi dan Lemahnya Nilai Rupiah

DPR Ingatkan Soal Perlambatan Ekonomi dan Lemahnya Nilai Rupiah

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2015 | 13:52 WIB

Rupiah Menguat ke Rp13.293, IHSG Ikut Naik Tipis

Rupiah Menguat ke Rp13.293, IHSG Ikut Naik Tipis

Bisnis | Selasa, 07 Juli 2015 | 10:43 WIB

Merosotnya Nilai Rupiah Ancam Keseluruhan Perekonomian

Merosotnya Nilai Rupiah Ancam Keseluruhan Perekonomian

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2015 | 05:54 WIB

Terkini

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:06 WIB

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:55 WIB

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:44 WIB

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:36 WIB

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:32 WIB

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:03 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:55 WIB