Rupiah Menguat ke Rp13.293, IHSG Ikut Naik Tipis

Suwarjono

Selasa, 07 Juli 2015 | 10:43 WIB
Rupiah Menguat ke Rp13.293, IHSG Ikut Naik Tipis
IHSG Dibuka Menguat

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi bergerak menguat sebesar 28 poin menjadi Rp13.293 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.321 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Selasa (7/7/2015) mengatakan bahwa mata uang rupiah kembali bergerak menguat terhadap dolar AS, setelah mengalami koreksi pada perdagangan awal pekan kemarin (Senin, 6/7) akibat hasil referendum Yunani yang menolak penawaran kelanjutan dana talangan.

"Tekanan jual cenderung mulai mereda, dan dampak hasil referendum Yunani itu relatif tidak terlalu buruk, sehingga sesuai dengan dugaan bahwa krisis utang Yunani hanya berdampak temporer terhadap Indonesia," ucapnya.

Namun, ia memprediksi bahwa penguatan mata uang rupiah diperkirakan masih akan terbatas, menyusul masih adanya sebagian pelaku pasar uang yang khawatir terhadap krisis utang Yunani.

"Bank Indonesia juga siap melakukan intervensi terhadap pasar uang jika mata uang mengalami tekanan secara berlebihan," tukasnya.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa adanya revisi kebijakan makropudensial dengan kembali melonggarkan Giro Wajib Minimum (GWM) dan "Loan to Funding Ratio" (LFR) dapat mendorong pertumbuhan kredit industri perbankan khususnya ke sektor-sektor produktif.

"Adanya harapan positif dari kebijakan itu diharapkan dapat menopang mata uang rupiah ke depan," ujarnya.

Ia mengemukakan bahwa laju rupiah juga masih dapat bertahan di area positif meski tipis, menyusul optimisme pelaku pasar keuangan di dalam negeri terhadap perekonomian Indonesia pada kuartal kedua tahun ini lebih baik dari periode sebelumnya.

IHSG Ikut Naik

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka menguat tipis sebesar 1,54 poin seiring dengan bursa saham di kawasan Asia yang kembali bergerak menguat menyusul meredanya sentimen Yunani.

IHSG BEI dibuka naik 1,54 poin atau 0,03 persen menjadi 4.918,28, dan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,39 poin (0,05 persen) ke level 843,40.

"Reaksi pelaku pasar di bursa saham terhadap hasil referendum Yunani yang menolak penawaran kelanjutan bailout diikuti persyaratan penghematan yang lebih ketat cenderung mulai mereda. Bursa saham di kawasan Asia kembali bergerak menguat setelah pada awal pekan kemarin (Senin, 6/7) terkoreksi tajam," kata Kepala Riset Universal Broker Satrio Utomo di Jakarta, Selasa.

Satrio Utomo menambahkan bahwa sebagian pelaku pasar saham di dalam negeri juga mulai melakukan aksi beli meski terbatas, sehingga indeks BEI kembali berada di area positif.

Menurut dia, sebagian pelaku pasar saham juga sedang menanti kelanjutan dari penanganan krisis utang Yunani pasca hasil referendum. Itu yang membuat pasar masih berhati-hati untuk mengambil posisi beli secara agresif.

Ia mengharapkan bahwa indeks BEI dapat menembus level 4.960 poin, karena secara teknikal dapat memberikan sinyal positif bagi pergerakan IHSG untuk jangka menengah.

Sementara itu, Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah menambahkan bahwa pasar saat ini menunggu setiap pernyataan dari pejabat bank sentral Eropa (ECB) atas rencana selanjutnya yang akan di lakukan dengan pinjaman darurat terhadap bank Yunani.

"Setiap pernyataan otoritas Eropa akan mempengaruhi bagi pergerakan indeks saham regional Eropa serta nerdampak ke kawasan lainnya, termasuk IHSG," kata Alfiansyah.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 132,41 poin (0,52 persen) ke level 25.368,69, indeks Nikkei naik 268,10 poin (1,33 persen) ke level 20.380,22, dan indeks Straits Times menguat 1,10 poin (0,03 persen) ke posisi 3.334,24. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Rabu Pagi Melemah Menjadi Rp13.330

Rupiah Rabu Pagi Melemah Menjadi Rp13.330

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2015 | 11:33 WIB

Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini

Rupiah Bergerak Menguat Pagi Ini

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2015 | 10:46 WIB

Rupiah Melemah Jadi Rp13.315 Per Dolar AS

Rupiah Melemah Jadi Rp13.315 Per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2015 | 11:15 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×