Harga Minyak Turun karena Aksi Jual

Selasa, 04 Agustus 2015 | 05:32 WIB
Harga Minyak Turun karena Aksi Jual
Ilustrasi harga inyak dunia jatuh. (Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia turun kembali Selasa (4/8/2015). Minyak mentah Brent jatuh sekitar 5 persen, setelah data baru menunjukkan manufaktur Cina dan AS melemah. Selain itu, ini terjadi di tengah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September anjlok 4,1 persen atau 1,95 dolar AS menjadi ditutup pada 45,17 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan September berakhir pada 49,52 dolar AS per barel. Jatuh 2,69 dolar AS atau 5,2 persen dari penutupan Jumat lalu di Intercontinental Exchange London.

Kemunduran di pasar minyak memperpanjang penurunan tajam pada Jumat lalu, lebih dari dua persen. Ini terjadi setelah OPEC mengatakan tidak akan memangkas produksinya dalam menghadapi penuruanan harga.

Data manufaktur baru di Amerika Serikat dan Cina, dua ekonomi dan konsumen energi terbesar dunia, mempersuram prospek permintaan minyak.

Sebuah indikator ekonomi swasta penting di sektor manufaktur Tiongkok, indeks pembelian manajer (PMI) Caixin, jatuh pada Juli ke level terendah dua tahun di 47,8, lebih dalam ke wilayah kontraksi. Angka 50 menandai batas antara pertumbuhan dan kontraksi. PMI resmi menunjukkan penurunan menjadi 50,0 pada Juli dari 50,2 pada Juni.

"Kami telah meningkatkan kekhawatiran permintaan dari ide kondisi manufaktur Tiongkok telah melambat lagi," kata Gene McGillian dari Tradition Energy.

Di AS, indeks pembelian manajer dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan aktivitas manufaktur mendingin menjadi 52,7 pada Juli dari 53,5 pada Juni.

"Setiap perubahan di bidang manufaktur akan secara bertahap mengingat permintaan lemah di luar negeri, penurunan investasi yang berhubungan dengan energi, dan penguatan dalam dolar AS," kata Ryan Sweet dari Moody Analytics.

Di sisi penawaran, menambah kekhawatiran yang telah lama berjalan tentang banjir pasokan global adalah komentar menteri perminyakan Iran, Bijan Zanganeh, tentang peningkatan ekspor minyak Iran setelah sanksi-sanksi dicabut sebagai bagian dari kesepakatan negara itu dengan enam negara besar untuk membatasi program nuklirnya.

"Ia percaya bahwa mereka akan naik 500.000 barel per hari hanya seminggu setelah sanksi-sanksi dicabut, meningkat satu juta barel setelah hanya satu bulan. Meskipun kita menganggap skenario ini tidak realistis, itu berkontribusi terhadap penurunan harga minyak saat ini," kata analis Commerzbank dalam catatan pasar.

"Harga juga menghadapi tekanan turun menyusul tanda-tanda bahwa produsen utama di Timur Tengah terus memompa pada tingkat rekor meskipun kelebihan pasokan global terus meningkat," kata United Overseas Bank Singapura dalam komentar pasarnya. (Antara/AFP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI