BPS: Ekonomi Tumbuh 4,67 Persen Triwulan II 2015

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 05 Agustus 2015 | 13:20 WIB
BPS: Ekonomi Tumbuh 4,67 Persen Triwulan II 2015
Ilustrasi Jakarta (Antara)

Suara.com - Badan Pusat Statistik mencatat, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 4,67 persen pada triwulan II 2015 jika dibandingkan dengan triwulan II 2014 secara year on year. Namun, angka tersebut menurun jika dibandingkan realisasi triwulan II-2014 yang tumbuh 5,03 persen dan triwulan I-2015 yang tumbuh 4,72 persen.

“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester pertama 2015 bila dibanding dengan semester pertama 2014 tumbuh sebesar 4,7 persen,” ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Suryamin mengatakan jika dilihat pergerakan secara kuartal, ekonomi Indonesia tumbuh 3,78 persen. Pertumbuhan ekonomi ini masih lambat dibandingkan kuartal II-2014 yang mencapai 5,12 persen.

Suryamin menjelaskan melambatnya pertumbuhan ekonomi dipicu oleh masih adanya perlambatan ekonomi global pada triwulan II yang membuat masih rendahnya harga berbagai komoditas baik migas ataupun non migas.

Misalnya harga gandum, harga beras, kedelai, kopi, ikan, dan gula cenderung terjadi penurunan di triwulan kedua. Harga batu bara, gas, biji besi, uranium dan timah juga mengalami penurunan secara global.

Selain itu, faktor lain yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih melambat lantaran masih adanya ketidakpastian keanikan suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed Fund Rate), membuat pasar bergejolak.

“Pemicu lainnya karena ketidakpastian kondisi pasar keuangan terkait ketidakpastian kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed Fund Rate)," katanya,

Pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia , lanjut Suryamin cenderung stagnan, bahkan melemah seperti Amerika Serikat yang melemah dari 2,9 persen pada triwulan I 2015 menjadi 2,3 persen pada triwulan II-2015. Cina stagnan pada posisi pertumbuhan tujuh persen.

"Selain itu, ketidakpastian kondisi pasar keuangan terkait dengan ketidakpastian kenaikan Fed Fun Rate juga menjadi penyebab lemahnya ekonomi," kata Suryamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkeu: SDM Berkualitas, Kunci Indonesia Jadi Negara Maju

Menkeu: SDM Berkualitas, Kunci Indonesia Jadi Negara Maju

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2015 | 13:14 WIB

Meski Melambat, Pengamat Sebut Indonesia Tak Bakal Bangkrut

Meski Melambat, Pengamat Sebut Indonesia Tak Bakal Bangkrut

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 16:06 WIB

Ekonomi Melambat, Sektor Informasi dan Komunikasi Masih Positif

Ekonomi Melambat, Sektor Informasi dan Komunikasi Masih Positif

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 15:36 WIB

Ini yang Mempengaruhi Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi

Ini yang Mempengaruhi Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 14:49 WIB

Pengamat: Belanja Pemerintah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Pengamat: Belanja Pemerintah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 12:38 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×