Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

BPS: Ekonomi Tumbuh 4,67 Persen Triwulan II 2015

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 05 Agustus 2015 | 13:20 WIB
BPS: Ekonomi Tumbuh 4,67 Persen Triwulan II 2015
Ilustrasi Jakarta (Antara)

Suara.com - Badan Pusat Statistik mencatat, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 4,67 persen pada triwulan II 2015 jika dibandingkan dengan triwulan II 2014 secara year on year. Namun, angka tersebut menurun jika dibandingkan realisasi triwulan II-2014 yang tumbuh 5,03 persen dan triwulan I-2015 yang tumbuh 4,72 persen.

“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester pertama 2015 bila dibanding dengan semester pertama 2014 tumbuh sebesar 4,7 persen,” ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Suryamin mengatakan jika dilihat pergerakan secara kuartal, ekonomi Indonesia tumbuh 3,78 persen. Pertumbuhan ekonomi ini masih lambat dibandingkan kuartal II-2014 yang mencapai 5,12 persen.

Suryamin menjelaskan melambatnya pertumbuhan ekonomi dipicu oleh masih adanya perlambatan ekonomi global pada triwulan II yang membuat masih rendahnya harga berbagai komoditas baik migas ataupun non migas.

Misalnya harga gandum, harga beras, kedelai, kopi, ikan, dan gula cenderung terjadi penurunan di triwulan kedua. Harga batu bara, gas, biji besi, uranium dan timah juga mengalami penurunan secara global.

Selain itu, faktor lain yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih melambat lantaran masih adanya ketidakpastian keanikan suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed Fund Rate), membuat pasar bergejolak.

“Pemicu lainnya karena ketidakpastian kondisi pasar keuangan terkait ketidakpastian kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed Fund Rate)," katanya,

Pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia , lanjut Suryamin cenderung stagnan, bahkan melemah seperti Amerika Serikat yang melemah dari 2,9 persen pada triwulan I 2015 menjadi 2,3 persen pada triwulan II-2015. Cina stagnan pada posisi pertumbuhan tujuh persen.

"Selain itu, ketidakpastian kondisi pasar keuangan terkait dengan ketidakpastian kenaikan Fed Fun Rate juga menjadi penyebab lemahnya ekonomi," kata Suryamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkeu: SDM Berkualitas, Kunci Indonesia Jadi Negara Maju

Menkeu: SDM Berkualitas, Kunci Indonesia Jadi Negara Maju

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2015 | 13:14 WIB

Meski Melambat, Pengamat Sebut Indonesia Tak Bakal Bangkrut

Meski Melambat, Pengamat Sebut Indonesia Tak Bakal Bangkrut

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 16:06 WIB

Ekonomi Melambat, Sektor Informasi dan Komunikasi Masih Positif

Ekonomi Melambat, Sektor Informasi dan Komunikasi Masih Positif

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 15:36 WIB

Ini yang Mempengaruhi Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi

Ini yang Mempengaruhi Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 14:49 WIB

Pengamat: Belanja Pemerintah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Pengamat: Belanja Pemerintah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 12:38 WIB

Terkini

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Cara Gabung Shopee Affiliate, Tips untuk Ibu Rumah Tangga Dapat Cuan Tambahan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:30 WIB

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

BCA Syariah Gandeng BEI dan Henan Sekuritas Edukasi Investasi Syariah Mahasiswa PNJ

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:19 WIB

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Lagi Butuh Dana Darurat? Gini Cara Pinjam Uang di Shopee Pakai SPinjam

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:53 WIB

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Dokumen Rencana Kunker Bareng Keluarga ke New York Jadi Sorotan, Menteri PU: Batal, batal!

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:42 WIB

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

BRI dan Danantara Percepat Transformasi untuk Tingkatkan Efisiensi Pendanaan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:39 WIB

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Purbaya Masih Kaji Permintaan Said Iqbal soal Hapus Pajak JHT

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:23 WIB

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Inovasi Water-Based Dipamerkan untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:20 WIB

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Apresiasi Atas Pelayanan Sepenuh Hati, Karyawan PNM Asal Papua Diberangkatkan ke Negeri Sakura

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

PFII Diramalkan Akan Bawa Rp500 Triliun ke Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:18 WIB

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Kemasan Rokok Polos: Siapa Sebenarnya yang Menanggung Biaya Regulasi?

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:24 WIB

×