Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.496,891
LQ45 639,675
Srikehati 310,959
JII 394,346
USD/IDR 17.690

BPS: Ekonomi Tumbuh 4,67 Persen Triwulan II 2015

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Rabu, 05 Agustus 2015 | 13:20 WIB
BPS: Ekonomi Tumbuh 4,67 Persen Triwulan II 2015
Ilustrasi Jakarta (Antara)

Suara.com - Badan Pusat Statistik mencatat, secara kumulatif pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 4,67 persen pada triwulan II 2015 jika dibandingkan dengan triwulan II 2014 secara year on year. Namun, angka tersebut menurun jika dibandingkan realisasi triwulan II-2014 yang tumbuh 5,03 persen dan triwulan I-2015 yang tumbuh 4,72 persen.

“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester pertama 2015 bila dibanding dengan semester pertama 2014 tumbuh sebesar 4,7 persen,” ujar Kepala BPS Suryamin di Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Suryamin mengatakan jika dilihat pergerakan secara kuartal, ekonomi Indonesia tumbuh 3,78 persen. Pertumbuhan ekonomi ini masih lambat dibandingkan kuartal II-2014 yang mencapai 5,12 persen.

Suryamin menjelaskan melambatnya pertumbuhan ekonomi dipicu oleh masih adanya perlambatan ekonomi global pada triwulan II yang membuat masih rendahnya harga berbagai komoditas baik migas ataupun non migas.

Misalnya harga gandum, harga beras, kedelai, kopi, ikan, dan gula cenderung terjadi penurunan di triwulan kedua. Harga batu bara, gas, biji besi, uranium dan timah juga mengalami penurunan secara global.

Selain itu, faktor lain yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia masih melambat lantaran masih adanya ketidakpastian keanikan suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed Fund Rate), membuat pasar bergejolak.

“Pemicu lainnya karena ketidakpastian kondisi pasar keuangan terkait ketidakpastian kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (Fed Fund Rate)," katanya,

Pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang Indonesia , lanjut Suryamin cenderung stagnan, bahkan melemah seperti Amerika Serikat yang melemah dari 2,9 persen pada triwulan I 2015 menjadi 2,3 persen pada triwulan II-2015. Cina stagnan pada posisi pertumbuhan tujuh persen.

"Selain itu, ketidakpastian kondisi pasar keuangan terkait dengan ketidakpastian kenaikan Fed Fun Rate juga menjadi penyebab lemahnya ekonomi," kata Suryamin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkeu: SDM Berkualitas, Kunci Indonesia Jadi Negara Maju

Menkeu: SDM Berkualitas, Kunci Indonesia Jadi Negara Maju

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2015 | 13:14 WIB

Meski Melambat, Pengamat Sebut Indonesia Tak Bakal Bangkrut

Meski Melambat, Pengamat Sebut Indonesia Tak Bakal Bangkrut

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 16:06 WIB

Ekonomi Melambat, Sektor Informasi dan Komunikasi Masih Positif

Ekonomi Melambat, Sektor Informasi dan Komunikasi Masih Positif

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 15:36 WIB

Ini yang Mempengaruhi Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi

Ini yang Mempengaruhi Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 14:49 WIB

Pengamat: Belanja Pemerintah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Pengamat: Belanja Pemerintah Jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2015 | 12:38 WIB

Terkini

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:33 WIB

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik

Banten | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:27 WIB

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol

Bola | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:17 WIB

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja

Sumsel | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang Puncak Kemarau

Kesiapsiagaan Karhutla Berbasis Sains Diperkuat Jelang Puncak Kemarau

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Hukum Romawi 1.600 Tahun Lalu Bikin Terkejut, Orang Kaya Dipaksa Pikul Kewajiban Negara

Hukum Romawi 1.600 Tahun Lalu Bikin Terkejut, Orang Kaya Dipaksa Pikul Kewajiban Negara

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:01 WIB

×