Ekspor Ikan dari Bali Meningkat 19,01 Persen

Ririn Indriani

Senin, 10 Agustus 2015 | 09:25 WIB
Ekspor Ikan dari Bali Meningkat 19,01 Persen
Ilustrasi. (Foto: Antara/Rudi Mulya)

Suara.com - Bali mengekspor ikan dan udang senilai 8,45 juta dolar AS selama Juni 2015, meningkat 19,01 persen dibanding bulan sebelumnya (Mei 2015) tercatat 7,10 juta dolar AS.

Namun perolehan devisa tersebut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar di Denpasar, Senin (10/8/2015), menurun 23,64 persen.

Ia mengatakan, perolehan devisa pada Juni 2014 mencapai 11,06 juta dolar AS. Ekspor ikan dan udang tersebut terdiri atas sebelas jenis komoditas antara lain ikan kakap, kepiting, kerapu dan udang.

Di antara jenis komoditas hasil perikanan dan kelautan yang paling menonjol, lanjut Panasunan, adalah ikan tuna dalam bentuk segar dan beku hasil tangkapan para nelayan setempat maupun perusahaan besar yang bermarkas di Pelabuhan Benoa Bali.

Kepala Bidang Perdagangan Luar negeri, Disperindag Provinsi Bali, Made Suastika dalam kesempatan terpisah menjelaskan, ekspor ikan tuna segar dan beku mampu memberikan kontribusi sebesar 16,16 persen dari seluruh perdagangan aneka barang kerajinan dan nonmigas Bali lainnya ke pasaran luar negeri.

Ekspor ikan tuna selama enam bulan periode Januari-Juni 2015 menghasilkan sebesar 38,7 juta dolar AS atau 16,16 persen dari seluruh ekspor seharga 239,8 juta dolar.

Peranan ekspor tuna hasil tangkapan masyarakat di Bali tersebut ada diurutan kedua setelah ekspor tekstil dan produk tektil (TPT) seharga 51 juta dolar atau 21,27 persen dan kerajinan kayu diurutan ketiga 34,1juta dolar atau 14,25 persen.

Perdagangan tuna segar maupun yang sudah diawetkan sebenarnya volume yang dikapalkan berkurang akibat cuaca yang kurang menentu di lautan sehingga hasil tangkapannya berkurang hanya saja harga yang cukup baik.

Realisasi volume ekspor tuna Bali dengan tujuan utama Amerika Serikat dan Jepang sebanyak 6.811 ton selama enam bulan I-2015, jumlah itu melorot hingga 24 persen jika dibandingkan perioda sama 2014 mencapai 8.962 ton.

Bali mengekspor sedikitnya sebelas jenis ikan ke pasaran luar negeri, namun kebanyakan nilainya di bawah satu juta dolar akibat pengiriman ke negara konsumen, Bali mengandalkan dari pasokan daerah lain, terutama dari Jawa.

Ikan kepiting misalnya kebanyakan yang diperdagangkan ke luar negeri adalah hasil produksi daerah lain, atau kepiting produksi petani Nusantara dipasarkan lewat Bali mendatangkan devisa 4.719 dolar selama Januari-Juni 2015.

Sementara ikan jenis kakap laku terjual di pasaran luar negeri seharga 2,8 juta dolar atas pengapalan 348 ton selama enam bulan I-2015 meningkat 49 persen jika dibandingkan periode sama 2014 hanya 1,9 juta dolar.

Rumput laun hampir tidak ada ekspor dari Bali, begitu pula sirip ikan hiu, sebab rumput laut produksi Bali umumnya diantarpulaukan ke Jawa Timur kemudian diekspor ke Tiongkok, sedangkan Lobster hanya menghasilkan satu juta dolar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri KKP Yakin Ekspor Ikan Capai 5 Miliar Dolar

Menteri KKP Yakin Ekspor Ikan Capai 5 Miliar Dolar

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2015 | 07:26 WIB

Ekspor Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Indonesia Ditegur Rusia

Ekspor Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Indonesia Ditegur Rusia

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2015 | 22:39 WIB

Ikan Kayu Sulut Laris di Jepang dan AS

Ikan Kayu Sulut Laris di Jepang dan AS

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2015 | 01:15 WIB

Terkini

Empat Badai Hantam Industri Nasional: Impor hingga Daya Beli

Empat Badai Hantam Industri Nasional: Impor hingga Daya Beli

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 13:10 WIB

116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan

116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 13:08 WIB

Makna Weton Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, Diterawang Dapat Tibo Dunyo

Makna Weton Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, Diterawang Dapat Tibo Dunyo

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:07 WIB

Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam

Kasus Korupsi di Bogor Disorot Tajam

Bogor | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

5 Efek Samping Tranexamic Acid untuk Wajah yang Perlu Diperhatikan

5 Efek Samping Tranexamic Acid untuk Wajah yang Perlu Diperhatikan

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

Tampil Makin Stylish, New Honda Stylo 160 Hadirkan Pilihan Warna Baru

Tampil Makin Stylish, New Honda Stylo 160 Hadirkan Pilihan Warna Baru

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 13:05 WIB

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

KPK Telusuri Peran Ipda Yayat dalam Proyek Pengadaan di Pemkab Bekasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 13:03 WIB

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Danamon Travel Fair Hadir Kembali, Raih Promo Hemat hingga 70%

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 13:01 WIB

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Terjebak Situationship yang Melelahkan? Ini Alasan Sikap 'Si Paling Cuek' Tak Lagi Keren

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Peringatan Gempa Bukan Ramalan: Stop Tunggu Bencana untuk Belajar Mitigasi

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 13:00 WIB

×