Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Ekspor Ikan dari Bali Meningkat 19,01 Persen

Ririn Indriani

Senin, 10 Agustus 2015 | 09:25 WIB
Ekspor Ikan dari Bali Meningkat 19,01 Persen
Ilustrasi. (Foto: Antara/Rudi Mulya)

Suara.com - Bali mengekspor ikan dan udang senilai 8,45 juta dolar AS selama Juni 2015, meningkat 19,01 persen dibanding bulan sebelumnya (Mei 2015) tercatat 7,10 juta dolar AS.

Namun perolehan devisa tersebut dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panasunan Siregar di Denpasar, Senin (10/8/2015), menurun 23,64 persen.

Ia mengatakan, perolehan devisa pada Juni 2014 mencapai 11,06 juta dolar AS. Ekspor ikan dan udang tersebut terdiri atas sebelas jenis komoditas antara lain ikan kakap, kepiting, kerapu dan udang.

Di antara jenis komoditas hasil perikanan dan kelautan yang paling menonjol, lanjut Panasunan, adalah ikan tuna dalam bentuk segar dan beku hasil tangkapan para nelayan setempat maupun perusahaan besar yang bermarkas di Pelabuhan Benoa Bali.

Kepala Bidang Perdagangan Luar negeri, Disperindag Provinsi Bali, Made Suastika dalam kesempatan terpisah menjelaskan, ekspor ikan tuna segar dan beku mampu memberikan kontribusi sebesar 16,16 persen dari seluruh perdagangan aneka barang kerajinan dan nonmigas Bali lainnya ke pasaran luar negeri.

Ekspor ikan tuna selama enam bulan periode Januari-Juni 2015 menghasilkan sebesar 38,7 juta dolar AS atau 16,16 persen dari seluruh ekspor seharga 239,8 juta dolar.

Peranan ekspor tuna hasil tangkapan masyarakat di Bali tersebut ada diurutan kedua setelah ekspor tekstil dan produk tektil (TPT) seharga 51 juta dolar atau 21,27 persen dan kerajinan kayu diurutan ketiga 34,1juta dolar atau 14,25 persen.

Perdagangan tuna segar maupun yang sudah diawetkan sebenarnya volume yang dikapalkan berkurang akibat cuaca yang kurang menentu di lautan sehingga hasil tangkapannya berkurang hanya saja harga yang cukup baik.

Realisasi volume ekspor tuna Bali dengan tujuan utama Amerika Serikat dan Jepang sebanyak 6.811 ton selama enam bulan I-2015, jumlah itu melorot hingga 24 persen jika dibandingkan perioda sama 2014 mencapai 8.962 ton.

Bali mengekspor sedikitnya sebelas jenis ikan ke pasaran luar negeri, namun kebanyakan nilainya di bawah satu juta dolar akibat pengiriman ke negara konsumen, Bali mengandalkan dari pasokan daerah lain, terutama dari Jawa.

Ikan kepiting misalnya kebanyakan yang diperdagangkan ke luar negeri adalah hasil produksi daerah lain, atau kepiting produksi petani Nusantara dipasarkan lewat Bali mendatangkan devisa 4.719 dolar selama Januari-Juni 2015.

Sementara ikan jenis kakap laku terjual di pasaran luar negeri seharga 2,8 juta dolar atas pengapalan 348 ton selama enam bulan I-2015 meningkat 49 persen jika dibandingkan periode sama 2014 hanya 1,9 juta dolar.

Rumput laun hampir tidak ada ekspor dari Bali, begitu pula sirip ikan hiu, sebab rumput laut produksi Bali umumnya diantarpulaukan ke Jawa Timur kemudian diekspor ke Tiongkok, sedangkan Lobster hanya menghasilkan satu juta dolar. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri KKP Yakin Ekspor Ikan Capai 5 Miliar Dolar

Menteri KKP Yakin Ekspor Ikan Capai 5 Miliar Dolar

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2015 | 07:26 WIB

Ekspor Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Indonesia Ditegur Rusia

Ekspor Ikan Tuna Mengandung Merkuri, Indonesia Ditegur Rusia

Bisnis | Kamis, 04 Juni 2015 | 22:39 WIB

Ikan Kayu Sulut Laris di Jepang dan AS

Ikan Kayu Sulut Laris di Jepang dan AS

Bisnis | Rabu, 11 Maret 2015 | 01:15 WIB

Terkini

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Gaji Rp14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi Bebas Pajak! Simak Aturan Terbarunya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 11:45 WIB

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:57 WIB

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

MSCI Jadi Penentu Arah IHSG, Investor Tunggu Keputusan Krusial 23 Juni

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:53 WIB

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Promosikan Platform Investasi Ilegal, Sejumlah Influencer Dijewer Satgas PASTI

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:48 WIB

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

IHSG Terbang 2,83% Pekan Ini Dorong Nilai Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.788 Triliun

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:25 WIB

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:19 WIB

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Indonesia Sustainability Award Apresiasi Komitmen ESG dan Pemberdayaan Berkelanjutan PNM

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:13 WIB

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Mengapa Harga Emas Antam Terjun Bebas Pekan Ini? Simak Analisisnya

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:34 WIB

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Karir Pekerja Terancam AI? Ini Kunci Agar Tetap Relevan di Masa Depan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 08:21 WIB

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB