Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Mendag: Isu Daging Sapi Langka karena Ada yang Menahan

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Senin, 10 Agustus 2015 | 14:17 WIB
Mendag: Isu Daging Sapi Langka karena Ada yang Menahan
Aksi mogok digelar pedagang lantaran melambungnya harga jual daging sapi dari rumah potong yang mencapai Rp. 120.000 per kg. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengklaim stok sapi di tempat penggemukan sapi (feedlot) saat ini cukup. Bahkan mampu memenuhi kebutuhan daging sapi selama 2-3 bulan ke depan.

"Tadi, saya bicara sama Menteri Pertanian ya bahwa stok di feedlot itu ada sampai 2-3 bulan cukup, jadi isu kelangkaan itu karena ada yang menahan, itu pidana," katanya setelah meresmikan Depo Bahan Pokok (Bapok) 'Kita' di Pasar Kramatjati, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Ia mengatakan jika stok yang ada di tempat penggemukan telah didistribusikan untuk dijual maka keran impor akan dibuka kembali sesuai kebutuhan. Sementara terkait isu kelangkaan yang terjadi akibat aksi mogok pedagang daging sapi, ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Polri untuk membahas isu kelangkaan daging sapi.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian dan juga Kapolri untuk membahas tentang kelangkaan akibat mogok yang diserukan oleh asosiasi pedagang sapi bahwa ajakan mogok dari pedagang sapi ini sebetulnya sudah mengganggu roda ekonomi nasional kita di tengah ekonomi lesu sekarang ini," tuturnya.

Ia mengatakan tindakan menghasut dan mengajak untuk tidak menjual daging sapi itu mengganggu roda ekonomi dan menciptakan harga semakin mahal. Kemendag akan membawa ke ranah hukum jika menemukan adanya permainan penimbunan stok sapi oleh pihak-pihak tertentu.

"Kami akan menggunakan juga Undang-undang Perdagangan dan Kementerian Pertanian juga akan menggunakan Undang-undang Pangan untuk mengatasi hal ini," katanya.

Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian dan memastikan stok sapi di tempat penggemukan itu cukup, hanya pihak di tempat penggemukan sapi memang menahan karena impor sapi yang belum dikeluarkan.

"Itu sebetulnya sudah bisa dikategorikan pidana kalau mereka menahan dan menimbun itu sudah pidana sebetulnya," tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya telah mengeluarkan izin untuk mengimpor sapi sebesar 50.000 ekor yang diberikan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog). Ia mengatakan kebutuhan nasional terhadap daging sapi siap potong setiap bulan sebanyak 45.000 ekor.

"Kita sudah mengeluarkan impor, makanya juga kita sudah mengeluarkan impor 50.000 ekor sapi melalui Bulog. Sudah dikeluarkan izin impornya, realisasinya tentu perlu waktu proses," tuturnya.

Ia mengatakan jika izin impor diberikan kepada pihak importir lainnya selain Bulog, dikhawatirkan adanya kemungkinan menahan pasokan.

"Karena kalau diberikan kepada pengusaha importir itu, ya seperti sekarang ini terjadinya, mereka mengendalikan mereka tidak mau melepaskan sapi-sapinya. Ini sebetulnya sudah menyalahi daripada kepercayaan pemerintah yang diberikan kepada mereka," ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, Bulog melakukan operasi pasar untuk menjaga ketersediaan daging sapi. "Sekarang Bulog, untuk mengatasi sekarang ini melakukan operasi pasar," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan pihaknya akan berusaha mencari tahu pelaku yang menahan sapi sehingga mengakibatkan munculnya isu kelangkaan padahal sebenarnya stok masih cukup di tempat penggemukan. Ia mengatakan stok yang ada di tempat penggemukan sapi itu seharusnya dilepas. Karena stok tidak dilepas untuk didistribusikan ke pasar maka harga daging sapi meningkat.

"Nah sekarang inilah sedang dipelajari karena mungkin ini ada yang memainkan harga dan menahan stok. Oleh karena itu, Kapolri akan turun, pemerintah akan turun menyelidiki hal ini," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pascalebaran, Harga Daging Sapi Mulai Turun

Pascalebaran, Harga Daging Sapi Mulai Turun

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2015 | 13:41 WIB

Upaya Indonesia Lepas Ketergantungan Sapi Impor

Upaya Indonesia Lepas Ketergantungan Sapi Impor

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2015 | 18:38 WIB

Siasati Lonjakan Harga, Ini Cara Warga Madura Beli Daging Sapi

Siasati Lonjakan Harga, Ini Cara Warga Madura Beli Daging Sapi

News | Kamis, 16 Juli 2015 | 09:45 WIB

Harga Daging Naik Terus, Pedagang Khawatir Ditinggal Pembeli

Harga Daging Naik Terus, Pedagang Khawatir Ditinggal Pembeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2015 | 11:43 WIB

Di Sini Harga Daging Sapi Sampai Rp140 Ribu/Kg

Di Sini Harga Daging Sapi Sampai Rp140 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2015 | 01:30 WIB

Stabilkan Harga Daging Sapi, Minggu Depan Bulog Operasi Pasar

Stabilkan Harga Daging Sapi, Minggu Depan Bulog Operasi Pasar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2015 | 18:35 WIB

Harga Daging Perlahan-lahan Naik Jelang Puasa

Harga Daging Perlahan-lahan Naik Jelang Puasa

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2015 | 14:12 WIB

Terkini

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Jawaban Menohok Purbaya Saat Dikritik Pertumbuhan Ekonomi Gegara Stimulus Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:40 WIB

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Tersiar Kabar PPPK Kena PHK Massal Setelah APBD Dipotong, Apa Kata Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Rupiah Kembali Merosot ke Level Rp 17.382, Apa Penyebabnya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:18 WIB