Mendag: Isu Daging Sapi Langka karena Ada yang Menahan

Pebriansyah Ariefana

Senin, 10 Agustus 2015 | 14:17 WIB
Mendag: Isu Daging Sapi Langka karena Ada yang Menahan
Aksi mogok digelar pedagang lantaran melambungnya harga jual daging sapi dari rumah potong yang mencapai Rp. 120.000 per kg. [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengklaim stok sapi di tempat penggemukan sapi (feedlot) saat ini cukup. Bahkan mampu memenuhi kebutuhan daging sapi selama 2-3 bulan ke depan.

"Tadi, saya bicara sama Menteri Pertanian ya bahwa stok di feedlot itu ada sampai 2-3 bulan cukup, jadi isu kelangkaan itu karena ada yang menahan, itu pidana," katanya setelah meresmikan Depo Bahan Pokok (Bapok) 'Kita' di Pasar Kramatjati, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Ia mengatakan jika stok yang ada di tempat penggemukan telah didistribusikan untuk dijual maka keran impor akan dibuka kembali sesuai kebutuhan. Sementara terkait isu kelangkaan yang terjadi akibat aksi mogok pedagang daging sapi, ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Polri untuk membahas isu kelangkaan daging sapi.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian dan juga Kapolri untuk membahas tentang kelangkaan akibat mogok yang diserukan oleh asosiasi pedagang sapi bahwa ajakan mogok dari pedagang sapi ini sebetulnya sudah mengganggu roda ekonomi nasional kita di tengah ekonomi lesu sekarang ini," tuturnya.

Ia mengatakan tindakan menghasut dan mengajak untuk tidak menjual daging sapi itu mengganggu roda ekonomi dan menciptakan harga semakin mahal. Kemendag akan membawa ke ranah hukum jika menemukan adanya permainan penimbunan stok sapi oleh pihak-pihak tertentu.

"Kami akan menggunakan juga Undang-undang Perdagangan dan Kementerian Pertanian juga akan menggunakan Undang-undang Pangan untuk mengatasi hal ini," katanya.

Ia mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Pertanian dan memastikan stok sapi di tempat penggemukan itu cukup, hanya pihak di tempat penggemukan sapi memang menahan karena impor sapi yang belum dikeluarkan.

"Itu sebetulnya sudah bisa dikategorikan pidana kalau mereka menahan dan menimbun itu sudah pidana sebetulnya," tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya telah mengeluarkan izin untuk mengimpor sapi sebesar 50.000 ekor yang diberikan kepada Badan Urusan Logistik (Bulog). Ia mengatakan kebutuhan nasional terhadap daging sapi siap potong setiap bulan sebanyak 45.000 ekor.

"Kita sudah mengeluarkan impor, makanya juga kita sudah mengeluarkan impor 50.000 ekor sapi melalui Bulog. Sudah dikeluarkan izin impornya, realisasinya tentu perlu waktu proses," tuturnya.

Ia mengatakan jika izin impor diberikan kepada pihak importir lainnya selain Bulog, dikhawatirkan adanya kemungkinan menahan pasokan.

"Karena kalau diberikan kepada pengusaha importir itu, ya seperti sekarang ini terjadinya, mereka mengendalikan mereka tidak mau melepaskan sapi-sapinya. Ini sebetulnya sudah menyalahi daripada kepercayaan pemerintah yang diberikan kepada mereka," ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, Bulog melakukan operasi pasar untuk menjaga ketersediaan daging sapi. "Sekarang Bulog, untuk mengatasi sekarang ini melakukan operasi pasar," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan pihaknya akan berusaha mencari tahu pelaku yang menahan sapi sehingga mengakibatkan munculnya isu kelangkaan padahal sebenarnya stok masih cukup di tempat penggemukan. Ia mengatakan stok yang ada di tempat penggemukan sapi itu seharusnya dilepas. Karena stok tidak dilepas untuk didistribusikan ke pasar maka harga daging sapi meningkat.

"Nah sekarang inilah sedang dipelajari karena mungkin ini ada yang memainkan harga dan menahan stok. Oleh karena itu, Kapolri akan turun, pemerintah akan turun menyelidiki hal ini," ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah mencoba untuk menjaga suplai terhadap kebutuhan daging sapi, yang mana impor hanya dilakukan sesuai kebutuhan.

"Pemerintah harus menjaga semuanya, kalau feedlouter main (menahan) saya akan pidanakan dia, untuk menjaga bapak pedagang jangan sampai ada masalah," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pascalebaran, Harga Daging Sapi Mulai Turun

Pascalebaran, Harga Daging Sapi Mulai Turun

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2015 | 13:41 WIB

Upaya Indonesia Lepas Ketergantungan Sapi Impor

Upaya Indonesia Lepas Ketergantungan Sapi Impor

Bisnis | Minggu, 19 Juli 2015 | 18:38 WIB

Siasati Lonjakan Harga, Ini Cara Warga Madura Beli Daging Sapi

Siasati Lonjakan Harga, Ini Cara Warga Madura Beli Daging Sapi

News | Kamis, 16 Juli 2015 | 09:45 WIB

Harga Daging Naik Terus, Pedagang Khawatir Ditinggal Pembeli

Harga Daging Naik Terus, Pedagang Khawatir Ditinggal Pembeli

Bisnis | Senin, 13 Juli 2015 | 11:43 WIB

Di Sini Harga Daging Sapi Sampai Rp140 Ribu/Kg

Di Sini Harga Daging Sapi Sampai Rp140 Ribu/Kg

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2015 | 01:30 WIB

Stabilkan Harga Daging Sapi, Minggu Depan Bulog Operasi Pasar

Stabilkan Harga Daging Sapi, Minggu Depan Bulog Operasi Pasar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2015 | 18:35 WIB

Harga Daging Perlahan-lahan Naik Jelang Puasa

Harga Daging Perlahan-lahan Naik Jelang Puasa

Bisnis | Rabu, 17 Juni 2015 | 14:12 WIB

Terkini

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Dari Ekonomi hingga AI, BCA Angkat Beragam Isu di Indonesia Knowledge Forum XV

Foto | Rabu, 14 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

×