DPR Pertanyakan Kesiapan Bulog Impor Daging Sapi

Siswanto | Tri Setyo | Suara.com

Senin, 10 Agustus 2015 | 17:11 WIB
DPR Pertanyakan Kesiapan Bulog Impor Daging Sapi
Pedagang daging sapi di Pasar Kramatjati, Jakarta, Minggu (27/7). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kesanggupan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik mengimpor sapi sebagaimana dikatakan Menteri Pertanian, Andi Amran, dipertanyakan anggota DPR.

“Sekarang menteri pertanian bilang akan mengambil kebijakan agar hanya Bulog yang diberi hak untuk impor 100.000 sapi bakalan. Apakah menteri pertanian sudah bertanya kesanggupan Bulog melakukan hal ini dalam waktu singkat?," kata anggota DPR, Daniel Johan, di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin (10/8/2015).

"Oleh Bulog, mau taruh dimana sapinya untuk digemukkan? Mau ditaruh di gudang-gudang Bulog dan sapinya disusun ke atas seperti beras?” kata dia. Tata kelola Perum Bulog ada di Kementerian BUMN, bukan Kementerian Pertanian.

Kalaupun Bulog sanggup, kata dia, penggemukan sapi itu butuh waktu tiga bulan agar siap untuk dipotong.

"Lalu, katanya, bulan Agustus-November sebelum siap dipotong siapa yang menjamin ketersediaan daging sapi? Menteri pertanian kok jadi seperti tidak memahami persoalan. “Alasan Mentan karena persediaan sapi lokal mencukupi padahal tidak,” kata Johan.

Ia menyebutkan kebutuhan daging sapi nasional pertahun adalah 653.000 ton atau setara 3.657.000 sapi atau rata-ratanya per bulan dibutuhkan sekitar 305.000 sapi.

Dari kebutuhan ini, produksi daging sapi dalam negeri hanya 406.000 ton atau 2.339.000 sapi. Sehingga ada kekurangan pasokan dari sapi lokal untuk kebutuhan nasional sebesar 247.000 ton daging sapi atau setara 1.383.000 sapi.

Dari kekurangan ini, akan cukup bila setiap triwulan dilakukan impor 250.000 sapi hasil penggemukan (bukan daging agar di nasional ada nilai tambahnya dengan industri penggemukan).

Triwulan ketiga, mulai Juli, Amran (dari kalangan pendukung dan nonpartai politik presiden saat ini) mengambil kebijakan mendadak yang hanya membolehkan impor sebesar 50.000 ekor saja dari kebutuhan 250.000 sapi.

"Sehingga jelas saat ini Indonesia sangat kekurangan stok sehingga tidak heran harga daging melambung tinggi,” kata politisi PKB.

Bagi dia, alasan Amran tentang impor 50.000 sapi bakalan itu karena persediaan sapi lokal mencukupi merupakan alasan yang tidak masuk akal.

"Oleh karena itu, menteri pertanian harus bertanggungjawab atas kenaikan harga daging sapi yang sangat memberatkan rakyat umum maupun pihak terkait seperti tukang bakso, penjual sapi, pemotong hingga kuli angkut,” kata Johan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Atasi Mahalnya Daging Sapi, Ahok Sarankan Impor

Atasi Mahalnya Daging Sapi, Ahok Sarankan Impor

News | Senin, 10 Agustus 2015 | 16:12 WIB

Jakarta Punya Stok 40 Ton Daging Sapi

Jakarta Punya Stok 40 Ton Daging Sapi

News | Senin, 10 Agustus 2015 | 15:54 WIB

Harga Daging Sapi di Sini Lebih Murah

Harga Daging Sapi di Sini Lebih Murah

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2015 | 14:42 WIB

Mentan: Pasokan Daging Sapi Aman untuk 4 Bulan

Mentan: Pasokan Daging Sapi Aman untuk 4 Bulan

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2015 | 14:27 WIB

Terkini

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Hutan Lestari Pertamina: Menenun Harmoni Alam, Menuai Kesejahteraan Masyarakat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 19:37 WIB

Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?

Krisis Energi: Harga BBM Naik Ekstrem di Negara-negara Asia, Indonesia Waspada?

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 14:18 WIB

Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

Dukung Perjalanan Finansial PMI, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 13:34 WIB

Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!

Harga Emas Antam di Bawah 3 Juta saat Lebaran, Cek Rincian Lengkapnya di Sini!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 11:25 WIB

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Cara Transfer BRI ke DANA Melalui BRImo, ATM, dan Internet Banking

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 09:00 WIB

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

IHSG Senin Pekan Ini Buka atau Tidak? Ini Jadwal Lengkap Libur Bursa

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:55 WIB

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Harga Emas Pegadaian Turun Saat Lebaran, UBS dan Galeri 24 Anjlok!

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 08:47 WIB

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Cara Mencari Lokasi ATM dan Kantor Cabang BRI Terdekat

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 07:05 WIB

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Nominal Uang Pensiun DPR yang Resmi Dicabut MK

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:55 WIB

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Jadwal dan Titik One Way Garut Selama Momen Idulfitri

Bisnis | Minggu, 22 Maret 2026 | 06:52 WIB