Dianggap Tak Lazim, Wamenkop Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung hingga Dekat TPA

Bella, Lilis Varwati

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 21:01 WIB
Dianggap Tak Lazim, Wamenkop Buka Alasan Kopdes Merah Putih Dibangun di Gunung hingga Dekat TPA
ilustrasi - Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Cirebon. [Suara.com/Dythia]
baca 10 detik
  • Wamenkop Farida Farichah menjelaskan penentuan lokasi Koperasi Desa Merah Putih didasarkan pada standar dan kesepakatan masyarakat.
  • Pemerintah mewajibkan lahan koperasi menggunakan aset negara atau hibah seluas minimal seribu meter persegi yang telah diverifikasi Agrinas.
  • Inisiatif pembangunan koperasi bertujuan memangkas rantai pasok distribusi agar harga kebutuhan pokok di desa menjadi lebih murah.

Suara.com - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menjelaskan alasan di balik munculnya sejumlah Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang dibangun di lokasi-lokasi yang dinilai tidak lazim, mulai dari kawasan pegunungan hingga dekat tempat pembuangan akhir (TPA).

Saat podcast bersama Tiga Dara di kantor Suara.com beberapa waktu lalu, Farida menegaskan penentuan lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih tidak dilakukan secara sembarangan. Seluruh lokasi harus memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah dan melalui kesepakatan masyarakat desa.

"Yang pasti dalam proses pembangunan itu ada standarnya. Satu, Koperasi Desa Merah Putih pembangunannya harus dilakukan di tanah atau aset lahan yang dimiliki oleh negara, baik itu pemerintah desa maupun kabupaten, pemerintah kabupaten kota atau kementerian, lahannya kementerian atau lahannya BUMN ataupun lahan warga tapi yang sudah dihibahkan, karena kan bangunannya pakai APBN," kata Farida.

Selain status kepemilikan lahan, pemerintah juga menetapkan luas minimal tanah sekitar 1.000 meter persegi karena bangunan koperasi akan memiliki luas sekitar 600 meter persegi.

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah [ANTARA/Genta Tenri Mawangi]
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah [ANTARA/Genta Tenri Mawangi]

Menurut Farida, lokasi pembangunan juga harus strategis. Namun, titik pembangunan sepenuhnya ditentukan oleh masyarakat desa bersama pengurus koperasi dan pemerintah desa, bukan ditunjuk sepihak oleh pemerintah pusat.

"Nah penentuan titiknya ini adalah satu ketua pengurusnya, kedua pemerintah desanya atau kepala desa. Kepala desa itu ex officio Ketua Dewan Pengawas Koperasi Desa Merah Putih," ujarnya.

Ia mengatakan, lokasi yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial sebenarnya merupakan hasil keputusan bersama masyarakat desa yang memahami kebutuhan wilayahnya masing-masing.

"Makanya banyak yang viral-viral itu kemudian kepala desanya memberikan klarifikasi bahwa ini memang aset lahan yang sudah dipilih, aset lahan terbaik yang sudah dipilih berdasarkan keputusan bersama baik masyarakatnya, anggotanya maupun pengurusnya maupun pemerintah desanya," ucap Farida.

Sebelum pembangunan dimulai, lanjut dia, lokasi tersebut juga harus melewati proses verifikasi oleh Agrinas untuk memastikan status kepemilikan lahan, ukuran tanah, hingga kesepakatan seluruh pihak yang terlibat.

baca juga

"Ada proses verifikasi, oh benar tanahnya milik desa, benar tanahnya milik BUMN misalkan, oh benar bukan tanah antah berantah. Yang kedua oh benar ukurannya sekian, ketiga benar ini memang sudah menjadi kesepakatan berbagai pihak yang tadi saya sebutkan, barulah tahap ke selanjutnya," tuturnya.

Farida menilai sebagian polemik muncul karena masyarakat di luar desa tidak mengetahui pertimbangan yang digunakan warga setempat saat menentukan lokasi koperasi.

Dalam kesempatan itu, Farida juga menegaskan Kopdes Merah Putih tidak hanya akan berfungsi sebagai toko ritel. Salah satu tujuan utamanya adalah membangun rantai pasok yang lebih pendek agar harga barang kebutuhan pokok di desa menjadi lebih murah.

"Salah satu tujuan penting Koperasi Desa Merah Putih itu adalah merapikan, membangun rantai pasok," ujar Farida.

Ia menjelaskan, selama ini harga barang di desa menjadi lebih mahal karena harus melewati banyak distributor dan perantara sebelum sampai ke masyarakat. Melalui Kopdes Merah Putih, pemerintah ingin memangkas rantai distribusi tersebut sehingga harga barang dapat lebih terjangkau bagi warga desa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wamenkop: Prabowo Sedang Kembalikan Koperasi Jadi Lokomotif Ekonomi Bangsa

Wamenkop: Prabowo Sedang Kembalikan Koperasi Jadi Lokomotif Ekonomi Bangsa

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:28 WIB

Purbaya Akui Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 T Dibayar dari APBN, Cicilan 6 Tahun Rp 40 T

Purbaya Akui Utang Kopdes Merah Putih Rp 240 T Dibayar dari APBN, Cicilan 6 Tahun Rp 40 T

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:38 WIB

Viral Gaji Manajer KDMP Tembus Rp 16 Juta, Purbaya: Kegedean! Paling UMP Lebih Sedikit

Viral Gaji Manajer KDMP Tembus Rp 16 Juta, Purbaya: Kegedean! Paling UMP Lebih Sedikit

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:36 WIB

Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi

Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 21:23 WIB

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

Pakar Hukum Tata Negara Ungkap Inpres Kopdes Merah Putih Keliru

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Dikenal Tangguh, Truk KDMP Harganya Berapa? Intip Spesifikasinya

Dikenal Tangguh, Truk KDMP Harganya Berapa? Intip Spesifikasinya

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:08 WIB

BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026

BPS: Belanja Kendaraan Koperasi Merah Putih Sudah Masuk Investasi Kuartal I 2026

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 16:03 WIB

MBG-Kopdes dalam APBN: Benarkah Negara Sedang Menciptakan Lapangan Kerja?

MBG-Kopdes dalam APBN: Benarkah Negara Sedang Menciptakan Lapangan Kerja?

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Harga Aneka Cabai dan Daging Sapi Mulai Menggila

Harga Aneka Cabai dan Daging Sapi Mulai Menggila

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:01 WIB

Misi Striker Naturalisasi Malaysia: Ingin Permalukan Timnas Indonesia di SUGBK

Misi Striker Naturalisasi Malaysia: Ingin Permalukan Timnas Indonesia di SUGBK

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 11:01 WIB

Kilang Plaju Kembali Salurkan Bantuan Logistik untuk Satgas Karhutla Sumsel

Kilang Plaju Kembali Salurkan Bantuan Logistik untuk Satgas Karhutla Sumsel

Sumsel | Selasa, 22 September 2026 | 11:01 WIB

Battery Health iPhone yang Bagus Berapa Persen? Kenali Angka "Aman" dan Batas Wajib Gantinya

Battery Health iPhone yang Bagus Berapa Persen? Kenali Angka "Aman" dan Batas Wajib Gantinya

Tekno | Selasa, 22 September 2026 | 11:00 WIB

Ulasan Five Survive: Ketika Rahasia Menjadi Ancaman Mematikan

Ulasan Five Survive: Ketika Rahasia Menjadi Ancaman Mematikan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:00 WIB

Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

Musim Hujan Tahun Ini Diprediksi Mundur, BMKG: Durasi Bisa Lebih Panjang

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:55 WIB

Ucapan Prabowo soal Bensin dari Batu Bara Belum Jelas, ESDM Masih Cari Teknologi

Ucapan Prabowo soal Bensin dari Batu Bara Belum Jelas, ESDM Masih Cari Teknologi

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 10:54 WIB

Panas Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK, Faisal Halim Tantang Suporter Garuda

Panas Jelang Timnas Indonesia vs Malaysia di GBK, Faisal Halim Tantang Suporter Garuda

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 10:50 WIB

Inggris Siap Ikut Perang Arab Saudi vs Houthi, Tentara Akan Dikirim

Inggris Siap Ikut Perang Arab Saudi vs Houthi, Tentara Akan Dikirim

News | Selasa, 22 September 2026 | 10:50 WIB

Shangri-La Frontier Season 3 Tayang 10 Januari 2027, Berlangsung 2 Cour

Shangri-La Frontier Season 3 Tayang 10 Januari 2027, Berlangsung 2 Cour

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 10:50 WIB

×