Jusuf Kalla Tegur Keras Rizal Ramli

Siswanto, Bagus Santosa

Selasa, 18 Agustus 2015 | 17:54 WIB
Jusuf Kalla Tegur Keras Rizal Ramli
Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta para menteri Kabinet Kerja agar jangan bicara dulu sebelum memahami dasar permasalahan.

"Semua menteri itu harus paham dulu baru bicara. Jangan bicara tanpa paham persoalan. Itu bahaya," kata Jusuf Kalla usai menghadiri acara di MPR, Selasa (18/8/2015).

Pernyataan Jusuf Kalla untuk menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli yang mengaku telah memberi masukan kepada Presiden Joko Widodo agar membatalkan rencana PT. Garuda Indonesia membeli 30 pesawat Airbus tipe 350. Soalnya, maskapai pelat merah ini harus pinjam duit miliaran dolar AS dari China Aviation Bank.

Jusuf Kalla mengungkapkan Rizal juga sudah ditegur oleh Presiden Jokowi atas pernyataannya kepada publik soal Garuda.

"Itu sudah ditegur Presiden. Makannya, paham dulu, ini tidak pernah beli. Baru penandatanganan letter of intent, saya berminat. Bukan kesepakatan jual beli," kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mengatakan saat ini pemerintah belum memutuskan kesepakatan pembelian pesawat Garuda. Jusuf Kalla menambahkan pembelian bisa dilakukan bila pemerintah memang berminat.

"Ya sesuai keadaan, ya namanya minat," kata Jusuf Kalla.

Tidak hanya soal pesawat, Jusuf Kalla juga menyinggung pernyataan Rizal yang menilai proyek pembangkit listrik 35.000 megawatt tidak masuk akal.

"Tentu sebagai menteri, harus pelajari dulu sebelum berkomentar. Memang tidak masuk akal, tetapi menteri harus banyak akalnya. Kalau kurang akal pasti tidak paham itu memang. Itu kalau mau 50.000 megawatt pun bisa dibuat," kata Jusuf Kalla.

"Listrik itu prasarana, artinya sebelum kita membangun, prasarana itu harus ada. Sebelum industri dibangun, listriknya harus ada, listriknya dilebihkan, jangan pas-pasan, harus dilebihkan, semua negara begitu," Jusuf Kalla mengatakan.

Jusuf Kalla juga membantah proyek pembangkit listrik tersebut sebagai proyek ambisius Jusuf Kalla yang belum tercapai ketika menjabat Wakil Presiden era Presiden Susilo Bambang Yudhdoyono.

"Karena yang meresmikan kan Presiden, bukan saya. Policy (kebijakan) pemerintah, Pak Jokowi yang meresmikannya, berarti memandang kurang pantas Pak Jokowi kalau begitu kan," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

'Panas' dengan MenBUMN Rini, Menko Rizal: "No Comment"

'Panas' dengan MenBUMN Rini, Menko Rizal: "No Comment"

News | Jum'at, 14 Agustus 2015 | 12:58 WIB

Kalimat Ini yang Bikin Rizal Ramli Luluh Saat Dibujuk Jokowi

Kalimat Ini yang Bikin Rizal Ramli Luluh Saat Dibujuk Jokowi

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2015 | 14:36 WIB

Harta Menko Kemaritiman Rizal Ramli Rp8,509 Miliar

Harta Menko Kemaritiman Rizal Ramli Rp8,509 Miliar

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2015 | 18:44 WIB

Kiara: Menko Maritim Rizal Ramli Sosok Bersih

Kiara: Menko Maritim Rizal Ramli Sosok Bersih

News | Rabu, 12 Agustus 2015 | 16:15 WIB

Terkini

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

KPK Ungkap Bupati Klaten Diduga Terima Fee Proyek Rp2,14 Miliar, Uangnya untuk Bayar Utang Pilkada

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:51 WIB

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

66 Daerah Belum Punya RS Tipe C, Pasien Kanker Berisiko Harus Berobat Jauh

Jogja | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:48 WIB

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

OTT Muara Enim Bikin Suap Rp400 Juta Bupati Klaten Tertunda, Temuan Audit Tetap Dihapus

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan, Generasi Muda Punya Peran Besar Selamatkan Masa Depan

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:18 WIB

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

Rehabilitasi 121 Faskes Pascabencana Sumatera Dikebut, Progres Capai 74,4 Persen

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Teknologi Flash Charging BYD Bisa Digunakan Mobil Listrik Merek Lain, Ada Tapinya...

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:10 WIB

Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership

Satukan Doa dan Ikhtiar, Kilang Plaju Perkuat Keselamatan Pekerja Lewat Safety Leadership

Sumsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:09 WIB

Terbongkar dari Keluhan Flek, Ayah di Jakbar Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

Terbongkar dari Keluhan Flek, Ayah di Jakbar Setubuhi Anak Kandung hingga Hamil 6 Bulan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Frank & co. Bidik Pasar Gen Z, Hadirkan Konsep Butik Terbaru di Delipark Medan

Frank & co. Bidik Pasar Gen Z, Hadirkan Konsep Butik Terbaru di Delipark Medan

Sumut | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 21:06 WIB

×