Menkeu: Kondisi Ekonomi Sekarang Tak Rasional

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 21 Agustus 2015 | 17:18 WIB
Menkeu: Kondisi Ekonomi Sekarang Tak Rasional
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Pemerintah mulai melihat kondisi perekonomian Indonesia tidak baik. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyebutnya dengan kata "tidak rasional".

Saat ini Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok di level 4.354 perlembar saham. Selain itu nilai tukar rupiah terhadap dolar AS jatuh ke level Rp14.050.

Menurut Menkeu kondisi seperti itu tidak mencerminkan fundamental karena serangan sentimen negatif berlebihan dari global.

"Kondisi sekarang tidak rasional, yaitu mungkin karena khawatir ada perang mata uang, perang harga di minyak, devaluasi mata uang dan spekulasi AS akan menaikkan tingkat suku bunga acuannya," kata Bambang saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Serbuan sentimen global ini, menurut Bambang, tidak hanya berdampak pada mata uang rupiah saja. Melainkan mata uang dan bursa saham di dunia. Bahkan pasar saham AS turut terkena dampaknya.

Ia mengatakan, saat ini kondisi perekonomian global yang sedng bergeojak dirasakan oleh seluruh dunia terhimpit dari permasalahan yang muncul.

"Ini berimbas ke semua, harga saham di AS saja jatuh, semua bursa saham kena karena tidak rasional. Dunia ini sedang tidak ada jalan keluar untuk bisa segera memulihkan kondisi perekonomian," katanya.

Menurut Bambang, saat ini kondisi perekonomian dunia memang sedang tidak bagus. Sehingga tidak ada jalan keluar untuk memulihkan kondisi perekonomian dengan cepat.

Dia menambahkan, pemerintah hanya bisa mencegah agar penurunan ini tidak terlalu dalam. Salah satunya dengan meningkatkan cover meeting bersama Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tergabung dalam Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) apabila timbul kekhawatiran terhadap pelemahan kurs rupiah yang semakin dalam.

"Pokoknya kalau ada kekhawatiran itu, pasti ada panggilan untuk meeting di FKSSK. Sekarang saja belum ada panggilan untuk meeting," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berapa Nilai Tukar Ideal Rupiah Terhadap Dolar AS?

Berapa Nilai Tukar Ideal Rupiah Terhadap Dolar AS?

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2015 | 06:30 WIB

Sesi Penutupan Kamis Sore Kurs Rupiah Turun Lagi 24 Poin

Sesi Penutupan Kamis Sore Kurs Rupiah Turun Lagi 24 Poin

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2015 | 17:16 WIB

Dolar Terus Menguat Terhadap Mata Uang Dunia

Dolar Terus Menguat Terhadap Mata Uang Dunia

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2015 | 05:15 WIB

BI Akan Intervensi Rupiah karena Terus Melemah

BI Akan Intervensi Rupiah karena Terus Melemah

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2015 | 22:30 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×