Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.116,690
LQ45 599,198
Srikehati 294,170
JII 361,413
USD/IDR 17.814

Ini Penjelasan Pertamina soal Tudingan KKN Menko Rizal

Pebriansyah Ariefana, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 11 September 2015 | 15:34 WIB
Ini Penjelasan Pertamina soal Tudingan KKN Menko Rizal
Dirut PT. Pertamina Dwi Soetjipto (depan), meninjau proyek pembangunan RFCC RU IV Lomanis, Cilacap, Jateng, Jumat (20/2). (Antara)

Suara.com - Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang menanggapi peryataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli. Rizal mengatakan dua proyek Pertamina membuang-buang uang dan berindikasi kolisi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

Bambang menjelaskan dua proyek Pertamina yakni penambahan fasilitas penyimpanan (storage) bahan bakar minyak (BBM) sebesar 2,4 miliar dolar AS dan pembangunan pipa untuk pendistribusian BBM sudah dijalan yang benar. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan ketahanan energi nasilan yang saat ini masih sangat rendah yang dimiliki Pertamina, yakni hanya cukup untuk 20 hari saja.

"Itu (Storage) merupakan kebutuhan. Konsumsi BBM di Indonesia terus meningkat, oleh sebab itu kita juga harus meningkatkan cadangan minyak kita. Pertamina sekarang storagenya hanya cikup hanya 20 hari saja, makanya penambahan storage itu sangat dibutuhakan," kata Bambang saat ditemui di kantornya, Jumat (11/9/2015).

Sementara untuk pembangunan pipa penyaluran distibusi ke BBM saat ini sangat dibutuhkan agar penyaluran BBM ke daerah-daerah terutama di wilayah Indonesia timur menjadi lebih mudah.

"Ini hanya agar penyaluran dan pendistribusian BBMnya menjadi lebih mudah. Jadi langsung melalui pipa," katanya.

Ia mengakui pembangunan pipa dan storage BBM ini membutuhkan dana investasi yang besar dan tidak termasuk dalam program prioritas pemerintah. Tapi, lanjut dia, PT Pertamina akan melakukan banyak kerjasama dengan perusahaan energi dalam negeri yang memiliki fasilitas penyimpanan BBM. Hal ini dilakukakn untuk mengakali dana investasi yang besar untuk pembangunan storage.

"Kita kerjasama dengan perusahaan dalam negeri. Jadi kita pakai storagenya, kita pakai untuk menyimpan BBM. Kerjasamanya dengan cara kita suplai BBM ke mereka, kalau suplainya belum dipakai sama mereka kita suplai ke tempat lain. Biayanya lebih murah, mereka tak perlu keluarin biaya inventori, harga jadi lebih murah, ketahanan energi juga naik dan transaksinya pakai rupiah juga," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa storage ini sangat dibutuhkan oleh Indonesia untuk meningkatkan cadangan minyak ditengah konsumsi BBM yang terus meningkat. Ia mencontohkan, negara-negara seperti Amerika, Jepang, Malaysia dan Singapura sudah memiliki cadangan minyak hingga 3-6 bulan ke depan, hal ini lantaran memiliki storage yang memadai.

"Dinegara-negara ASEAN saja paling dikit punya stok BBM sampai 45 hari. Pemerintah ingin stok BBM meningkat secara bertahap. Makanya kita tingkatkan pelan-pelan. Rencananya 30 hari dulu," ungkapnya.

Sebelumnya, Menurut Rizal, rencana tersebut dinilai sebagai tindakan yang membuang uang dan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).
Ia menilai, storage BBM yang dimiliki Pertamina secara nasional sebesar 18-20 hari sudah cukup.

"Menurut saya storage Pertamina sudah cukup. Ngapain buang uang 2,4 Miliar dolar AS hanya untuk meningkatkan menjadi 30 hari. Harusnya yang jual minyak ke Indonesia yang bangun, bukan Pertamina," kata Rizal, Kamis (10/9/2015) kemarin.

Terkait pembangunan pipa yang akan digunakan untuk mendistribusikan BBM. Hal tersebut lantaran, menurutnya, infrastruktur distribusi BBM Pertamina saat ini sudah bagus.

"Kemudian usulan mau bangun Pipa BBM se-Indonesia? Sudah bagus kok. Kalau bangun di seluruh Indonesia bisa bangkrut nih." Katanya.

Menurutnya, jika pipa-pipa tersebut dibangun, faktor keamannya yang perlu diperhatikan. Karena, pipa tersebut dinilai sangat rawan. "Kalau ada yang tanam bom di sana habis lah itu Pertamina," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pertamina dan Adaro Energy Pasok BBM Ke Indonesia Timur

Pertamina dan Adaro Energy Pasok BBM Ke Indonesia Timur

Bisnis | Jum'at, 11 September 2015 | 13:26 WIB

Menteri ESDM Tak Hadir Rapat Proyek Listrik di Kantor Rizal Ramli

Menteri ESDM Tak Hadir Rapat Proyek Listrik di Kantor Rizal Ramli

Bisnis | Senin, 07 September 2015 | 15:07 WIB

Terkini

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

RANS Mau IPO, Raffi Ahmad dan Gigi Bidik Dana Segar Rp429,25 Miliar

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:18 WIB

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

PLN Kekurangan Batu Bara 20 Juta Ton, Bahlil Turun Tangan Bentuk Tim Pengawas Khusus

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 10:06 WIB

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Harga Cabai Mulai Mendingin, Kenaikan Beras dan Minyak Goreng Masih Membebani Konsumen

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Rupiah Tertekan, Dolar AS Terus Naik ke Level Rp17.855

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:36 WIB

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Cuan untuk Investor, Buyback Emas Antam Naik Lebih Tinggi dari Harga Jual

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:32 WIB

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Tak Hanya Belanja, Pengunjung PRJ Kini Berburu Investasi Emas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:27 WIB

Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096

Jelang Review MSCI, IHSG Dibuka Merah ke Level 6.096

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:15 WIB

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Pasar Pantau Kesepakatan AS - Iran, Harga Minyak Dunia Naik Tipis

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 09:05 WIB

Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO

Profil PT Bach Multi Global Tbk (BACH), Jaringan Bisnis 'Grup Djarum' yang Siap IPO

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 08:34 WIB