Rupiah Menguat karena Aksi Ambil Untung

Pebriansyah Ariefana

Senin, 28 September 2015 | 10:43 WIB
Rupiah Menguat karena Aksi Ambil Untung
Gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Rabu (24/8). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak menguat, Senin (28/9/2015). Rupiah menguat 16 poin menjadi Rp14.674 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.690 per dolar AS.

"Faktor teknikal menjadi salah satu penopang bagi nilai tukar rupiah bergerak positif terhadap dolar AS. Sebagian pelaku pasar mencoba untuk melakukan aksi ambil untung karena kondisi rupiah yang sudah relatif 'undervalue'," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada.

Kendati demikian, menurut dia, rupiah masih berpotensi kembali mengalami tekanan menyusul belum adanya kepastian kebijakan dari bank sentral AS (the Fed) untuk menaikan suku bunga acuannya. Apalagi, harga komoditas juga masih dalam tren penurunan.

Di sisi lain, laju rupiah juga belum didukung oleh sentimen dalam negeri, pernyataan Bank Indonesia (BI) yang memprediksi kondisi ekonomi Indonesia sampai 2016 mendatang belum menunjukan perbaikan signifikan, situasi itu akan menahan penguatan rupiah lebih tinggi.

"Neraca transaksi berjalan dan neraca pembayaran Indonesia diperkirakan masih mengalami defisit menyusul arus dana masuk ke dalam negeri diproyeksikan minim akibat ketidakpastian rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika," katanya.

Sementara Pengamat pasar uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar AS masih cenderung terbatas. Karena pelaku pasar masih "wait and see" terhadap kinerja pemerintah dalam menyerap anggaran belanja infrastruktur.

"Mata uang rupiah belum didukung oleh faktor fundamental di dalam negeri, diharapkan paket kebijakan pemerintah yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat memberikan kepercayaan pasar bahwa ekonomi nasional mendatang bisa lebih baik," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Analis: Kunjungan Jokowi ke Timur Tengah Sia-sia

Analis: Kunjungan Jokowi ke Timur Tengah Sia-sia

Bisnis | Senin, 28 September 2015 | 10:40 WIB

Tony Prasetiantono: Tak Mudah Ubah Struktur Ekonomi Indonesia

Tony Prasetiantono: Tak Mudah Ubah Struktur Ekonomi Indonesia

wawancara | Senin, 28 September 2015 | 07:00 WIB

Anjlok, Rupiah Mendekati Rp15.000 Perdolar AS

Anjlok, Rupiah Mendekati Rp15.000 Perdolar AS

Bisnis | Rabu, 23 September 2015 | 17:46 WIB

Presiden Cina: Tak Ada Dasar Lanjutkan Depresiasi Yuan

Presiden Cina: Tak Ada Dasar Lanjutkan Depresiasi Yuan

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 15:23 WIB

Tambah Devisa, Pemerintah Genjot LC Ekspor

Tambah Devisa, Pemerintah Genjot LC Ekspor

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 14:54 WIB

Perusahaan Manufaktur Jawa Tengah Mulai 'Goyang'

Perusahaan Manufaktur Jawa Tengah Mulai 'Goyang'

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 14:04 WIB

BPS: Sektor Pertanian Dorong Pertumbuhan Ekonomi

BPS: Sektor Pertanian Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Selasa, 22 September 2015 | 13:28 WIB

Terkini

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

Iran Ancam Perluas Perang ke Samudra Hindia Jika AS dan Israel Kembali Menyerang

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:52 WIB

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

Denny Indrayana Tegaskan Gugatan di MK Bukan Sekadar Ijazah Gibran: Ini Political Corruption

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:50 WIB

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

AI Mulai Masuk Pabrik UKM, Data Jadi Senjata Baru Dongkrak Produktivitas

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 12:49 WIB

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

7 Penyebab Pakaian Tetap Bau Apek meski Sudah Pakai Pelembut Saat Dijemur

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:44 WIB

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

Jejak Ngeri F Alias Batak: Penggerak Pelajar Buat Rusuh, Bawa Sajam, hingga Incar Kantor Polisi

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:43 WIB

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lipstik Wardah Glasting Ada Berapa Shade? Cek Pilihan Warnanya untuk Wanita Indonesia

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:36 WIB

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Tak Cuma Hiburan, BagaimanaSeni Bisa Jadi Jalan untuk Menggerakkan Aksi Iklim

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:33 WIB

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

Limbah Data Center Perusahaan Teknologi Ini Diduga Bawa Bakteri Berbahaya ke Air Kota

News | Jum'at, 25 September 2026 | 12:30 WIB

×