Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kemenkeu Tegaskan Perlambatan Ekonomi Tak Cuma di Indonesia

Ardi Mandiri | Suara.com

Rabu, 21 Oktober 2015 | 23:12 WIB
Kemenkeu Tegaskan Perlambatan Ekonomi Tak Cuma di Indonesia
Rupiah Melemah lagi

Suara.com - Kementerian Keuangan menegaskan perlambatan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi di Indonesia, namun secara global dan telah menjadi fenomena umum.

"Perlambatan ini terjadi tidak hanya di Indonesia namun juga terjadi secara global pada negara maju dan berkembang," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara dalam acara seminar nasional bertajuk ' Ekonomi Indonesia Menuju Krisis?' di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie, Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan perlambatan ekonomi di sebagian besar negara maju yang merupakan pasar ekspor barang produksi Indonesia, terus terjadi hingga kuartal kedua tahun 2015 ini.

"Trend-nya terus menurun setelah kuartal kedua yang lalu, Amerika sekarang indeksnya 2,7, Kanada sebesar 1,0, Inggris sebesar 2,6, Australia sebesar 2,0 dan Korea Selatan sebesar 2,2. Hanya Uni Eropa yang agak meningkat jadi 1,6 pada Q2 2015," ujar dia.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut juga terjadi di pasar-pasar ekonomi seperti Tiongkok yang pada kuartal kedua memiliki indeks pertumbuhan 6,8-7,0. Selain itu ada Indonesia (4,7), Malaysia (5,0), Meksiko (2,2), Singapura (1,8), Thailand (2,8), India (7,0) dan Taiwan (0,8).

"Bahkan Brazil dan Rusia pada kuartal kedua mengalami kemunduran dengan indeks masing-masing -2,6 dan -4,6," ujarnya.

Ketika ditanya terkait dengan kemungkinan Indonesia mengalami krisis ekonomi, Suahasil mengatakan kemungkinan tersebut ada, namun dia yakin bahwa pemerintah memperhatikan risiko ekonomi global, dengan cara mengambil langkah yang tepat dalam kebijakannya.

"Kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi, hendaknya memperhatikan risiko ekonomi global agar Indonesia bisa melewati masa tidak menentu perekonomian global," ujarnya.

Risiko yang harus diperhatikan tersebut antara lain adalah kinerja perekonomian dari pasar-pasar ekonomi yang ada khususnya Tiongkok yang dalam fase perlambatan.

Lalu, kinerja perekonomian negara maju di mana Amerika Serikat menunjukkan perbaikan namun Uni Eropa dan Jepang dalam upaya pemulihan.

Selanjutnya yang harus diperhatikan juga, harga komoditas global yang rentan berubah dan cenderung melemah. Lalu kebijakan moneter negara dan kawasan maju yang harus diperhatikan dengan adanya normalisasi serta paket kebijakan dari otoritas moneter di Amerika (FED), Jepang (BOJ) dan Eropa (ECB).

"Tidak lupa juga kebijakan devaluasi mata uang Tiongkok (Yuan) yang dapat mendorong depresiasi mata uang regional," ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Kembali Melemah, Meski Sentimen Internal Cukup Positif

Rupiah Kembali Melemah, Meski Sentimen Internal Cukup Positif

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2015 | 17:45 WIB

BI Tekankan Rupiah Masih Aman di Level Rp13.700 Perdolar

BI Tekankan Rupiah Masih Aman di Level Rp13.700 Perdolar

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2015 | 16:40 WIB

Rupiah Melemah lagi

Rupiah Melemah lagi

Foto | Jum'at, 16 Oktober 2015 | 18:32 WIB

Rupiah Melemah 113 Poin, Memimpin Pelemahan Mata Uang Asia

Rupiah Melemah 113 Poin, Memimpin Pelemahan Mata Uang Asia

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2015 | 18:01 WIB

Terkini

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 22:10 WIB

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:01 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB