Industri Properti Indonesia Diprediksi Mulai Menggeliat di 2017

Adhitya Himawan

Rabu, 06 Januari 2016 | 23:55 WIB
Industri Properti Indonesia Diprediksi Mulai Menggeliat di 2017
Ilustrasi bisnis properti (Shutterstock)

Suara.com - Pasar dan industri properti Indonesia diproyeksikan baru mulai menggeliat pada awal 2017, sedangkan pada tahun ini masih tertahan karena aneka kebijakan deregulasi ekononomi pemerintah belum berdampak dalam jangka pendek.

"Tahun ini pertumbuhan sektor properti masih baru pada 'signal recovery' (tanda pemulihan) saja, sedangkan geliatnya baru terlihat awal 2017," kata Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam paparan sektor properti kuartal IV 2015 di Jakarta, Rabu (6/1/2016).

Ferry mengaku, meski pemerintah telah mengeluarkan aneka kebijakan deregulasi ekonomi, namun dampaknya belum bisa dirasakan pasar dan masyarakat.

"Meski sudah ada pelonggaran kredit properti melalui LTV (Loan to Value) dari Bank Indonesia yang diumumkan pada Juli 2015, tetapi karena tidak diikuti penurunan suku bunga, tetap saja, tak berdampak," katanya.

LTV hanya bermanfaat bagi pencari rumah pertama, sedangkan terhadap pasar belum terasa.

Pelonggaran LTV yang dimaksud berupa penurunan batas uang muka yang wajib dibayarkan konsumen dalam pengajuan kredit dalam hal ini Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Untuk kepemilikan rumah pertama, besaran LTV dinaikkan dari 80 persen menjadi 90 persen sehingga besaran uang muka yang harus ditanggung konsumen turun dari sebelumnya sekitar 20-30 persen menjadi hanya 10 persen saja.

Namun, dia mengakui, sejumlah deregulasi seperti kebijakan kawasan industri yang juga akan diperluas hingga ke luar Pulau Jawa, akan berdampak pada jangka menengah, termasuk percepatan pembangunan infrastruktur.

"Secara umum, pertumbuhan ekonomi 2016 ini masih datar dan ini berdampak pada properti," katanya.

Menengah bawah Sebelumnya, Lembaga Riset Properti, Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) juga memprediksi pasar properti pada 2016 sedikit akan mulai bangkit di tengah kurang kondusifnya ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit, menilai, kalaupun ada pertumbuhan, itu tidak terjadi di semua kelas properti, tetapi akan lebih banyak bergerak di segmen menengah bawah.

Hal ini mengingat kebijakan yang dikeluarkan pemerintah lebih banyak menyasar mereka yang secara kemampuan ekonomi masih terbatas namun benar-benar membutuhkan rumah tinggal.

"Pasar perumahan menengah bawah yang harganya kurang dari Rp600 juta akan tumbuh 8-10 persen. Apartemen kelas menengah yang harganya kurang dari Rp1 miliar akan tumbuh 10-12 persen. Sedangkan perumahan dan apartemen segmen atas masih akan stagnan," kata Panangian.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TelkomGroup Perkuat Pengelolaan Aset Properti, Kepentingan Perusahaan Tetap Jadi Prioritas

TelkomGroup Perkuat Pengelolaan Aset Properti, Kepentingan Perusahaan Tetap Jadi Prioritas

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:44 WIB

Krisis Lahan di Kota Besar, Tren Properti Ini Bikin Warga Pindah ke Pinggiran

Krisis Lahan di Kota Besar, Tren Properti Ini Bikin Warga Pindah ke Pinggiran

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 05:40 WIB

TelkomProperty Dorong Optimalisasi Aset Properti dengan Prinsip Value Creation

TelkomProperty Dorong Optimalisasi Aset Properti dengan Prinsip Value Creation

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 15:40 WIB

Anak Perusahaan PT KAI Didakwa Setor Rp1,1 Miliar demi Penuhi Fee Eks Pejabat Kemenhub

Anak Perusahaan PT KAI Didakwa Setor Rp1,1 Miliar demi Penuhi Fee Eks Pejabat Kemenhub

News | Senin, 07 September 2026 | 14:39 WIB

Genap Setahun Beroperasi, Venue MICE Ini Diuji Expo Properti dengan Target Transaksi Rp10 Triliun

Genap Setahun Beroperasi, Venue MICE Ini Diuji Expo Properti dengan Target Transaksi Rp10 Triliun

News | Kamis, 03 September 2026 | 04:55 WIB

Dokumen Fisik Mulai Ditinggalkan, Peruri Dorong Transaksi Properti Lebih Cepat

Dokumen Fisik Mulai Ditinggalkan, Peruri Dorong Transaksi Properti Lebih Cepat

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:21 WIB

Pollux Gandeng OTIS, Incar Proyek Properti hingga Modernisasi Gedung

Pollux Gandeng OTIS, Incar Proyek Properti hingga Modernisasi Gedung

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Bisnis Properti Makin Ketat, Komponen Kecil Ini Jadi Penentu Kualitas Bangunan

Bisnis Properti Makin Ketat, Komponen Kecil Ini Jadi Penentu Kualitas Bangunan

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Jakarta Makin Mahal, Koridor Timur Jadi Alternatif Pencari Rumah

Jakarta Makin Mahal, Koridor Timur Jadi Alternatif Pencari Rumah

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Ada Rumah Murah di bawah Rp150 Juta di Danantara Housing Expo 2026

Ada Rumah Murah di bawah Rp150 Juta di Danantara Housing Expo 2026

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Terkini

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Toko Hamzah Batik Malioboro Terbakar Dini Hari, Saksi Sempat Dengar Suara Ledakan

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 07:13 WIB

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Ramalan 12 Shio Hari Ini 28 September 2026: Siapa Saja yang Paling Hoki?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 07:11 WIB

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Buku Sepotong Bibir Paling Indah di Dunia: Cinta, Kemiskinan, dan Kepedihan

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Bupati Gowa Tersangka Tapi Belum Ditahan, Gubernur Sulsel: Tetap Jalankan Tugas

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 07:01 WIB

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Rafli Tewas Terkena Peluru di Jantung Saat Asyik Nongkrong

Sulsel | Senin, 28 September 2026 | 06:54 WIB

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Saham Rp1, Penyelamat Kaum Nyangkuters atau Bikin Semakin Nyungsep?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 06:15 WIB

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Promo HUT KAI, Tiket Kereta Api Cuma Bayar 81 Persen Mulai 28 September, Ini Syaratnya

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 23:46 WIB

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Cicilan KPR Bengkak? Saatnya Pindahkan ke BRI, Bunga Mulai 3,17%

Bri | Minggu, 27 September 2026 | 22:31 WIB

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 22:22 WIB

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Elektabilitas PPP Cuma 1,9 Persen, Mardiono Singgung 'Kecelakaan Politik' 2024

Jogja | Minggu, 27 September 2026 | 22:10 WIB

×