JLL: Kondisi Properti Indonesia 2016 Lesu Seperti 2009

Adhitya Himawan

Rabu, 13 Januari 2016 | 14:56 WIB
JLL: Kondisi Properti Indonesia 2016 Lesu Seperti 2009
Proyek pembangunan gedung perkantoran di kawasan Tanah Abang Jakarta, Jumat (5/6). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Jones Lang LaSalle (JLL), konsultan properti yang juga memiliki kantor perwakilan di Indonesia, terpilih sebagai konsultan properti terbaik dunia dalam ajang International Property Award 2015 di London, Inggris Raya.

Siaran pers JLL yang diterima di Jakarta, Rabu (13/1/2016), menyebutkan, dalam ajang tersebut, JLL juga diberikan predikat Konsultan Properti terbaik di kawasan Asia-Pasifik.

CEO JLL Asia Pasifik Alastair Hughes mengatakan, hal tersebut merupakan hasil kerja keras dalam menyampaikan layanan terbaik kepada para klien di berbagai belahan dunia.

Ajang International Property Award dinilai oleh 70 pakar industri yang independen yang menilai sekitar 2.000 konsultan properti yang ada di lebih dari 110 negara di tingkat internasional pada tahun 2015.

Terkait dengan kondisi properti Indonesia, Jones Lang LaSalle (JLL) pernah menyampaikan bahwa kondisi kelesuan yang dihadapi sektor properti saat ini seperti kondisi yang terjadi pada tahun 2009.

"Saat ini adalah masa yang pernah dialami pada 2009, di mana ada dampak krisis ekonomi global," kata Head of Advisory JLL Indonesia Vivin Harsanto di Jakarta, Oktober 2015.

Menurut Vivin, saat ini pengembang umumnya berperilaku survival mode atau kecenderungan untuk bertahan dalam rangka melewati kelesuan properti sekarang.

Untuk itu, ujar dia, selayaknya pengembang menyusun strategi baru dan mengkaji ulang rencana pengembangan mereka.

Ia memaparkan, langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan antara lain penyesuaian jenis dan kualitas produk, strategi harga, dan insentif.

Selain itu, lanjutnya, perlu pula memikirkan langkah cara pembayaran serta strategi pendanaan proyek dengan melakukan kerja sama baik dengan investor lokal maupun asing. "Kemitraan bersama antara pengembang lokal dengan investor asing sudah ada contohnya," katanya.

Vivin juga mengemukakan bahwa pelaku properti saat ini juga perlu memikirkan waktu yang tepat seperti bila saat ini memiliki dana yang besar maka merupakan waktu yang tepat untuk membeli.

Hal tersebut, lanjutnya, karena pergerakan harga sektor properti saat ini masih melesu sehingga dengan membeli sekarang diharapkan dapat meraih keuntungan saat pergerakan normal.

Apalagi, ia meyakini bahwa Indonesia masih memiliki banyak faktor untuk kembali mendorong dan menggairahkan perekonomiannya.

Sejumlah faktor itu antara lain adalah permintaan domestik yang kuat, populasi yang berjumlah sangat besar, meningkatnya gaya hidup perkotaan kelas menengah, sumber daya alam yang kuat, hingga ketahanan menghadapi krisis finansial global.

"Indonesia tahan banting, ketika 2011 kita bisa mengalami boom period setelah krisis terjadi pada 2009," katanya.

(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

TelkomGroup Perkuat Pengelolaan Aset Properti, Kepentingan Perusahaan Tetap Jadi Prioritas

TelkomGroup Perkuat Pengelolaan Aset Properti, Kepentingan Perusahaan Tetap Jadi Prioritas

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:44 WIB

Krisis Lahan di Kota Besar, Tren Properti Ini Bikin Warga Pindah ke Pinggiran

Krisis Lahan di Kota Besar, Tren Properti Ini Bikin Warga Pindah ke Pinggiran

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 05:40 WIB

TelkomProperty Dorong Optimalisasi Aset Properti dengan Prinsip Value Creation

TelkomProperty Dorong Optimalisasi Aset Properti dengan Prinsip Value Creation

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 15:40 WIB

Anak Perusahaan PT KAI Didakwa Setor Rp1,1 Miliar demi Penuhi Fee Eks Pejabat Kemenhub

Anak Perusahaan PT KAI Didakwa Setor Rp1,1 Miliar demi Penuhi Fee Eks Pejabat Kemenhub

News | Senin, 07 September 2026 | 14:39 WIB

Genap Setahun Beroperasi, Venue MICE Ini Diuji Expo Properti dengan Target Transaksi Rp10 Triliun

Genap Setahun Beroperasi, Venue MICE Ini Diuji Expo Properti dengan Target Transaksi Rp10 Triliun

News | Kamis, 03 September 2026 | 04:55 WIB

Dokumen Fisik Mulai Ditinggalkan, Peruri Dorong Transaksi Properti Lebih Cepat

Dokumen Fisik Mulai Ditinggalkan, Peruri Dorong Transaksi Properti Lebih Cepat

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 08:21 WIB

Pollux Gandeng OTIS, Incar Proyek Properti hingga Modernisasi Gedung

Pollux Gandeng OTIS, Incar Proyek Properti hingga Modernisasi Gedung

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Bisnis Properti Makin Ketat, Komponen Kecil Ini Jadi Penentu Kualitas Bangunan

Bisnis Properti Makin Ketat, Komponen Kecil Ini Jadi Penentu Kualitas Bangunan

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 07:25 WIB

Jakarta Makin Mahal, Koridor Timur Jadi Alternatif Pencari Rumah

Jakarta Makin Mahal, Koridor Timur Jadi Alternatif Pencari Rumah

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 09:32 WIB

Ada Rumah Murah di bawah Rp150 Juta di Danantara Housing Expo 2026

Ada Rumah Murah di bawah Rp150 Juta di Danantara Housing Expo 2026

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Terkini

Potterhead Merapat! Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Cuma Tersedia 600 Unit

Potterhead Merapat! Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Cuma Tersedia 600 Unit

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:40 WIB

Turun Lagi! Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Makin Ramah di Kantong

Turun Lagi! Harga Emas di Pegadaian Hari Ini Makin Ramah di Kantong

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:36 WIB

Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

Kasus ISPA Jakarta Naik di Tengah Wabah Influenza A

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:34 WIB

Shio Apa yang Paling Mahir Mengelola Keuangan Keluarga? Jarang Boros dan Teliti

Shio Apa yang Paling Mahir Mengelola Keuangan Keluarga? Jarang Boros dan Teliti

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 08:30 WIB

705 Ribu Korporasi di RI Masuk Daftar Nonaktif

705 Ribu Korporasi di RI Masuk Daftar Nonaktif

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:28 WIB

Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya

Review Best of the Best: Film Tari yang Lupa Memberi Ruang pada Tariannya

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:25 WIB

Petrokimia Gresik Ubah Limbah Silika Jadi Penyaring, Hemat Rp259,6 Juta

Petrokimia Gresik Ubah Limbah Silika Jadi Penyaring, Hemat Rp259,6 Juta

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:21 WIB

Akses Solok-Padang Putus Dihantam Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang

Akses Solok-Padang Putus Dihantam Banjir Bandang, Pengendara Dialihkan via Padang Panjang

News | Selasa, 22 September 2026 | 08:17 WIB

Jangan Remehkan Kata-kata: Bahasa Dipersempit, Pikiran Ikut Dikendalikan

Jangan Remehkan Kata-kata: Bahasa Dipersempit, Pikiran Ikut Dikendalikan

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 08:10 WIB

Biaya Hidup Meningkat, Kesehatan Keuangan Anak Muda Turun

Biaya Hidup Meningkat, Kesehatan Keuangan Anak Muda Turun

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 08:10 WIB

×