Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.715.000
Beli Rp2.570.000
IHSG 5.902,376
LQ45 589,478
Srikehati 287,394
JII 351,837
USD/IDR 17.966

Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah

Liberty Jemadu

Kamis, 12 Maret 2026 | 14:34 WIB
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
Penerbangan pesawat carter umrah ke Arab Saudi dihentikan untuk sementara imbas konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, demikian disampaikan Angkasa Pura (AP) Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Kamis (12/3/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan]
  • Angkasa Pura BIM menangguhkan penerbangan carter umrah ke Arab Saudi sementara dampak konflik Timur Tengah.
  • AP BIM tetap melayani evakuasi kepulangan jamaah asal Sumbar yang tertahan di Jeddah pada Maret 2025.
  • Sekitar 2.000 jamaah sempat tertahan akibat masalah penerbangan transit dan tingginya harga tiket kembali.

Suara.com - Penerbangan pesawat carter umrah ke Arab Saudi dihentikan untuk sementara imbas konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, demikian disampaikan Angkasa Pura (AP) Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Namun, AP Indonesia Cabang BIM masih terus melayani kepulangan atau evakuasi jamaah umrah asal Provinsi Sumatera Barat yang sedang, atau masih berada di Jeddah, Arab Saudi. Teranyar, instansi itu berhasil memulangkan jamaah umrah pada 5 dan 8 Maret 2025.

"Sejak 3 sampai dengan 18 Maret kita tidak beroperasi (pesawat carter)," kata General Manager Angkasa Pura II Kantor Cabang BIM Dony Subardono di Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (12/3/2026).

Adapun pada 8 Maret lalu, AP setempat mencatat jamaah umrah yang tiba di BIM berasal dari beberapa wilayah yakni Provinsi Sumatera Barat, Batam, Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Jawa Tengah.

"Jadi, setibanya di BIM jamaah umrah tadi kembali melanjutkan penerbangan ke daerah asal mereka," ucap dia.

Ia membenarkan pada 23 Maret 2026 akan ada jamaah umrah yang berencana bertolak ke Tanah Suci. Namun, untuk kepastian keberangkatan AP Cabang BIM terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya untuk memastikan aspek keamanan penerbangan.

"Itu rencananya ya, nanti kita lihat perkembangan dan situasinya pada 18 Maret 2026 dulu," ujar Dony.

Dony menyampaikan peningkatan eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah turut berimbas langsung kepada layanan penerbangan internasional, khususnya penerbangan untuk jamaah umrah asal Ranah Minang.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat M. Rifki menegaskan negara menjamin dan melindungi jamaah umrah yang saat ini masih tertahan atau terkendala pulang ke Tanah Air menyusul meningkatnya eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Indonesia, kata dia, memiliki perwakilan Konsulat Jenderal di Arab Saudi yang memiliki tugas untuk melindungi setiap jamaah umrah ketika terjadi permasalahan di sana.

Ribuah Jamaah Tertahan di Arab Saudi

Sebelumnya pada Selasa kemarin Wakil Menteri Haji dan Umroh Dahnil Anzar mengungkapkan bahwa sekitar 2.000 jamaah umrah Indonesia sempat mengalami kendala kepulangan dari Arab Saudi akibat masalah penerbangan, terutama pada rute yang menggunakan transit.

"Yang sempat terjebak itu saya enggak tahu persis datanya, belum ada update, tapi terakhir kan sudah kembali karena ada stranded kan terdampar, itu ada sekitar 2.000-an yang berangkat," kata Dahnil, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Dahnil, jamaah yang mengalami penundaan kepulangan umumnya merupakan penumpang dengan penerbangan tidak langsung, yang ikut terdampak perang di Timur Tengah. Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat jadwal perjalanan mereka terdampak ketika terjadi gangguan pada penerbangan lanjutan.

Ia menjelaskan, selain faktor rute penerbangan, tingginya harga tiket juga menjadi kendala bagi sebagian jamaah untuk segera kembali ke Tanah Air. Akibatnya, sejumlah jamaah terpaksa menunggu sementara waktu di luar negeri sambil mencari tiket dengan harga yang lebih terjangkau.

"Kemudian harga tiketnya mahal, akhirnya mereka terpaksa banyak yang terhenti sementara di sana untuk mencari tiket yang bisa dijangkau," ujarnya.

Meski demikian, Dahnil menyebut sebagian jamaah yang sempat tertahan tersebut kini telah berhasil kembali ke Indonesia. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait serta maskapai penerbangan untuk mengantisipasi kendala serupa pada perjalanan jamaah ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kembali Bergejolak

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kembali Bergejolak

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 11:29 WIB

Update Terkini Perang Iran, Israel Makin Hancur Hingga Ledakan di Mana-mana

Update Terkini Perang Iran, Israel Makin Hancur Hingga Ledakan di Mana-mana

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:50 WIB

Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!

Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:02 WIB

RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah

RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:38 WIB

Penerbangan Global Kacau Balau, Bandara RI Jadi Tempat Parkir Pesawat Maskapai Asing

Penerbangan Global Kacau Balau, Bandara RI Jadi Tempat Parkir Pesawat Maskapai Asing

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:57 WIB

Terkini

Program MBG Terus Jalan, Tapi Anggarannya Tak Lagi Rp 268 Triliun

Program MBG Terus Jalan, Tapi Anggarannya Tak Lagi Rp 268 Triliun

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 18:13 WIB

Banyak Protes Pertamax Naik, Jubir Bahlil Ajak Rakyat Bergandeng Tangan

Banyak Protes Pertamax Naik, Jubir Bahlil Ajak Rakyat Bergandeng Tangan

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:53 WIB

Fasilitas Motor Listrik hingga Dana Insentif Rp6 Juta MBG Mau Dihilangkan?

Fasilitas Motor Listrik hingga Dana Insentif Rp6 Juta MBG Mau Dihilangkan?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:44 WIB

Perbanas: Perbankan Nasional Tetap Sehat, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen

Perbanas: Perbankan Nasional Tetap Sehat, Kredit Tumbuh Hampir 10 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:43 WIB

Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis

Ramai Isu PLTU Jawa Kehabisan Batu Bara-Banyak Mati Lampu, Jubir Bahlil: Memang Ada Gangguan Teknis

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:36 WIB

Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo

Isu Menkeu Purbaya Digoyang Mencuat, Fuad Bawazier: Ada Perlawanan terhadap Arah Ekonomi Prabowo

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:28 WIB

Emiten Properti SMRA Tebar Dividen Rp 5 per Saham

Emiten Properti SMRA Tebar Dividen Rp 5 per Saham

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:25 WIB

Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung

Harga Pertamax Naik, Anak Buah Mas Bahlil 'Ganteng' Ingatkan Jangan Ambil Untung

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:20 WIB

IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik

IHSG Terkoreksi 0,28% Setelah Investor Lanjutkan Ambil Cuan, BBCA Masih Naik

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:56 WIB

Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang

Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:43 WIB