Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.935

Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah

Liberty Jemadu

Kamis, 12 Maret 2026 | 14:34 WIB
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
Penerbangan pesawat carter umrah ke Arab Saudi dihentikan untuk sementara imbas konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, demikian disampaikan Angkasa Pura (AP) Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Kamis (12/3/2026). [ANTARA FOTO/Fauzan]
baca 10 detik
  • Angkasa Pura BIM menangguhkan penerbangan carter umrah ke Arab Saudi sementara dampak konflik Timur Tengah.
  • AP BIM tetap melayani evakuasi kepulangan jamaah asal Sumbar yang tertahan di Jeddah pada Maret 2025.
  • Sekitar 2.000 jamaah sempat tertahan akibat masalah penerbangan transit dan tingginya harga tiket kembali.

Suara.com - Penerbangan pesawat carter umrah ke Arab Saudi dihentikan untuk sementara imbas konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah, demikian disampaikan Angkasa Pura (AP) Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Namun, AP Indonesia Cabang BIM masih terus melayani kepulangan atau evakuasi jamaah umrah asal Provinsi Sumatera Barat yang sedang, atau masih berada di Jeddah, Arab Saudi. Teranyar, instansi itu berhasil memulangkan jamaah umrah pada 5 dan 8 Maret 2025.

"Sejak 3 sampai dengan 18 Maret kita tidak beroperasi (pesawat carter)," kata General Manager Angkasa Pura II Kantor Cabang BIM Dony Subardono di Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (12/3/2026).

Adapun pada 8 Maret lalu, AP setempat mencatat jamaah umrah yang tiba di BIM berasal dari beberapa wilayah yakni Provinsi Sumatera Barat, Batam, Provinsi Kepulauan Riau dan Provinsi Jawa Tengah.

"Jadi, setibanya di BIM jamaah umrah tadi kembali melanjutkan penerbangan ke daerah asal mereka," ucap dia.

Ia membenarkan pada 23 Maret 2026 akan ada jamaah umrah yang berencana bertolak ke Tanah Suci. Namun, untuk kepastian keberangkatan AP Cabang BIM terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak terkait khususnya untuk memastikan aspek keamanan penerbangan.

"Itu rencananya ya, nanti kita lihat perkembangan dan situasinya pada 18 Maret 2026 dulu," ujar Dony.

Dony menyampaikan peningkatan eskalasi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah turut berimbas langsung kepada layanan penerbangan internasional, khususnya penerbangan untuk jamaah umrah asal Ranah Minang.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat M. Rifki menegaskan negara menjamin dan melindungi jamaah umrah yang saat ini masih tertahan atau terkendala pulang ke Tanah Air menyusul meningkatnya eskalasi perang di kawasan Timur Tengah.

baca juga

Pemerintah Indonesia, kata dia, memiliki perwakilan Konsulat Jenderal di Arab Saudi yang memiliki tugas untuk melindungi setiap jamaah umrah ketika terjadi permasalahan di sana.

Ribuah Jamaah Tertahan di Arab Saudi

Sebelumnya pada Selasa kemarin Wakil Menteri Haji dan Umroh Dahnil Anzar mengungkapkan bahwa sekitar 2.000 jamaah umrah Indonesia sempat mengalami kendala kepulangan dari Arab Saudi akibat masalah penerbangan, terutama pada rute yang menggunakan transit.

"Yang sempat terjebak itu saya enggak tahu persis datanya, belum ada update, tapi terakhir kan sudah kembali karena ada stranded kan terdampar, itu ada sekitar 2.000-an yang berangkat," kata Dahnil, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menurut Dahnil, jamaah yang mengalami penundaan kepulangan umumnya merupakan penumpang dengan penerbangan tidak langsung, yang ikut terdampak perang di Timur Tengah. Ia mengatakan, kondisi tersebut membuat jadwal perjalanan mereka terdampak ketika terjadi gangguan pada penerbangan lanjutan.

Ia menjelaskan, selain faktor rute penerbangan, tingginya harga tiket juga menjadi kendala bagi sebagian jamaah untuk segera kembali ke Tanah Air. Akibatnya, sejumlah jamaah terpaksa menunggu sementara waktu di luar negeri sambil mencari tiket dengan harga yang lebih terjangkau.

"Kemudian harga tiketnya mahal, akhirnya mereka terpaksa banyak yang terhenti sementara di sana untuk mencari tiket yang bisa dijangkau," ujarnya.

Meski demikian, Dahnil menyebut sebagian jamaah yang sempat tertahan tersebut kini telah berhasil kembali ke Indonesia. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait serta maskapai penerbangan untuk mengantisipasi kendala serupa pada perjalanan jamaah ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kembali Bergejolak

Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kembali Bergejolak

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 11:29 WIB

Update Terkini Perang Iran, Israel Makin Hancur Hingga Ledakan di Mana-mana

Update Terkini Perang Iran, Israel Makin Hancur Hingga Ledakan di Mana-mana

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:50 WIB

Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!

Jenderal Iran: Tidak Ada Gencatan Senjata Perang!

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:02 WIB

RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah

RESMI! Dewan Keamanan PBB Minta Iran Stop Rudal Negara Sekutu AS-Israel di Timur Tengah

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 09:38 WIB

Penerbangan Global Kacau Balau, Bandara RI Jadi Tempat Parkir Pesawat Maskapai Asing

Penerbangan Global Kacau Balau, Bandara RI Jadi Tempat Parkir Pesawat Maskapai Asing

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 08:57 WIB

Terkini

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

Blokade Laut AS ke Iran Masih Berlaku, Pasukan Donald Trump Siaga Tempur

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Pemerintah Punya Tiga Opsi Hadapi Tekanan Fiskal, Salah Satunya Tambah Utang

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00 WIB

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Memahami Zeus's Law dalam Film The Odyssey, Penyederhanaan Xenia Epos Homer

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:50 WIB

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

Belum Ada Kuota Khusus, Penyandang Disabilitas Tertinggal di Program Andalan Prabowo

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:45 WIB

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Houthi Serang 'Tambang' Arab Saudi, Harga Minyak Hampir 100 Dolar AS per Barel

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:36 WIB

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

Bisakah Laut Serap Lebih Banyak Karbon? Ilmuwan Uji Cara Baru Hadapi Perubahan Iklim

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:30 WIB

4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering

4 Micellar Water Probiotic Jaga Keseimbangan Skin Barrier pada Kulit Kering

Your Say | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:20 WIB

Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak

Berdayakan UMKM Lokal, BRI Hadirkan Pelatihan Terpadu Lewat Rumah BUMN Demak

Bri | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:11 WIB

Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Denda Ban Gundul Rp250 Ribu, Korlantas Polri Ungkap Fakta Sebenarnya

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:10 WIB

Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam

Survei SMRC Beberkan Dua Faktor Utama Kepuasan Publik ke Presiden Prabowo Anjlok Tajam

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 13:08 WIB

×