Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:44 WIB
Harga Rumah Nasional Naik Tipis 0,4 Persen, Pasar Properti Dinilai Masih Stabil
Ilustrasi kompleks perumahan KPR subsidi. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc]
Baca 10 detik
  • Pasar properti residensial nasional stabil hingga akhir 2025, ditandai kenaikan harga rumah nasional hanya 0,4% menurut PHSI Q4 2025.
  • Segmen rumah kecil menopang pasar dengan kenaikan harga 0,8% tahunan, sementara rumah besar mengalami koreksi harga hingga turun 0,9%.
  • Pasar sewa rumah menunjukkan peningkatan kuartalan 0,6% didorong profesional yang beralih dari pembelian ke sewa di area perkotaan.

Suara.com - Pasar properti residensial nasional tercatat masih bergerak stabil hingga akhir 2025 di tengah penyesuaian daya beli masyarakat. Kenaikan harga rumah secara nasional tercatat relatif terbatas, menunjukkan pasar masih berada dalam fase penyesuaian antara permintaan, daya beli, dan dinamika ekonomi.

Berdasarkan temuan Pinhome Home Sell Index (PHSI) kuartal IV 2025, indeks harga jual rumah nasional hanya naik 0,4 persen dibanding kuartal III 2025. Secara tahunan, kenaikan harga rumah juga berada di level yang sama, yakni 0,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan yang terbatas ini menunjukkan kondisi pasar yang relatif seimbang, dengan permintaan hunian masih terjaga terutama pada segmen rumah kecil dan menengah.

Secara tahunan, rumah berukuran kecil menjadi penopang utama pasar properti dengan pertumbuhan harga mencapai 0,8 persen. Sementara itu rumah tipe 55–120 meter persegi naik 0,5 persen dan rumah tipe 121–200 meter persegi meningkat 0,3 persen.

Sebaliknya, rumah berukuran besar justru mengalami koreksi harga. Rumah tipe di atas 201 meter persegi tercatat turun sekitar 0,9 persen.

“Segmen menengah dan kecil tetap jadi favorit masyarakat, sementara rumah besar mengalami penurunan yang berkaitan dengan kecenderungan konsumen menunda pembelian atau beralih ke opsi sewa di kota Inti, serta peningkatan inventori di beberapa wilayah komuter,” jelas CEO Founder Pinhome, Dayu Dara Permata kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).

Pergerakan harga properti juga terlihat bervariasi di sejumlah wilayah Jakarta dan daerah penyangga. Di Jakarta Utara, misalnya, rumah tipe 55–120 meter persegi turun sekitar 5 persen di Tanjung Priok, sementara tipe 121–200 meter persegi turun sekitar 3 persen di Tanjung Priok dan Cilincing.

Namun pada segmen rumah kecil di wilayah yang sama, harga justru naik sekitar 3 persen yang menunjukkan ketahanan permintaan pada segmen hunian terjangkau.

Di Jakarta Barat, rumah tipe kecil di kawasan Kembangan tercatat naik sekitar 3 persen karena harga yang lebih kompetitif. Sementara rumah tipe 121–200 meter persegi di Kalideres tumbuh sekitar 2 persen didorong konektivitas transportasi dan kedekatan dengan Bandara Soekarno-Hatta.

Baca Juga: Gen Z Ingin Punya Rumah Impian Sendiri, Gimana Caranya?

Foto udara kompleks perumahan KPR subsidi di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (17/11/2025). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc]
Foto udara kompleks perumahan KPR subsidi. [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc]

Di wilayah Bodetabek dan Banten, pergerakan harga juga cenderung selektif. Rumah tipe besar di Kota Bogor tercatat naik sekitar 3 persen, sementara di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi mengalami koreksi akibat meningkatnya inventori rumah yang dijual pada paruh kedua 2025.

Di sejumlah daerah lain, kondisi pasar hunian juga menunjukkan variasi. Di Denpasar, Bali, rumah tipe 121–200 meter persegi naik sekitar 2 persen didukung aktivitas ekonomi dan pariwisata yang tetap tinggi.

Sementara itu di Sumatera, pasar properti di Palembang menunjukkan kenaikan harga rumah kecil sekitar 3 persen dan rumah tipe menengah naik sekitar 2 persen.

Di Pekanbaru, rumah tipe 55–120 meter persegi tumbuh sekitar 3 persen seiring pemulihan aktivitas ekonomi setelah periode cuaca ekstrem.

Selain pasar pembelian rumah, pasar sewa juga mulai menunjukkan peran yang semakin kuat. Data Pinhome Home Rental Index (PHRI) mencatat harga sewa rumah nasional pada kuartal IV 2025 naik sekitar 0,6 persen dibanding kuartal sebelumnya, meskipun secara tahunan masih turun sekitar 1 persen.

Kenaikan harga sewa secara kuartalan terjadi di seluruh segmen rumah. Rumah tipe kecil naik sekitar 0,4 persen, tipe 55–120 meter persegi naik 0,1 persen, sementara tipe menengah hingga besar masing-masing meningkat sekitar 0,5 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI