Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi
Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa (5/5/2026), ketika BPS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.423 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026, ketika BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi 5,61 persen.
  • Penyebab utama pelemahan adalah ketegangan di Timur Tengah serta kenaikan harga minyak mentah dunia yang signifikan.
  • Bank Indonesia berkomitmen melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas rupiah meskipun pertumbuhan ekonomi mencapai 5,61 persen.

Suara.com - Nilai tukar rupiah kembali jatuh pada penutupan perdagangan Selasa sore (5/5/2026). Kini butuh Rp17.423 untuk mendapatkan satu dolar Amerika Serikat.

Dengan demikian nilai tukar rupiah turun sebesar 0,23 persen dibandingkan penutupan pada Senin kemarin di level Rp17.394. Sedangkan kurs Jisdor BI, rupiah masih lemas ke level Rp17.425.

Anjloknya rupiah ini terjadi ketika Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,61 persen - jauh di atas estimasi sejumlah lembaga dan analis.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai turunnya nilai tukar rupiah lebih banyak disebabkan oleh ketegangan di Timur Tengah yang terus berlanjut. Apalagi, harga minyak mentah terus mengalami kenaikan membuat mata uang Garuda terus melemah.

"Rupiah dan mata uang regional umumnya melemah terhadap dolar AS di tengah kekuatiran akan eskalasi di Timur Tengah dan harga minyak mentah dunia yang masih di atas 100 dolar AS," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang 5,61 persen memang belum bisa memulihkan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Lantaran, tekanan Timur Tengah yang masih memanas.

Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa (5/5/2026), ketika BPS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen. [Antara]
Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa (5/5/2026), ketika BPS baru saja mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen. [Antara]

"Data PDB kuartal pertama Indonesia dirilis lebih kuat dari perkiraan dan menahan perlemahan yang lebih besar, tapi perlemahan rupiah diperkirakan masih bisa berlanjut karena akan didikte oleh perkembangan di Timur Tengah dan harga minyak dunia," jelasnya.

Sementara itu pelemahan rupiah juga diikuti oleh beberapa mata uang Asia lainnya. Salah satunya, rupee India mencatat pelemahan terdalam yakni 0,31 persen, disusul ringgit Malaysia yang melemah 0,18 persen. Lalu, baht Thailand melemah 0,07 persen, dolar Hong Kong melemah 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,01 perse dan dolar Singapura melemah 0,01 persen.

Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini adalah Won Korea menguat 0,34 persen, yuan China menguat 0,16 persen. Diikuti oleh dolar Taiwan menguat 0,05 persen dan peso Filipina menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.

baca juga

Selain itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang Utama dunia ada di 98,45, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 98,37.

BI: Tren Rupiah Sejalan Negara Mata Uang Negara Berkembang

Sebelumnya pada Selasa pagi Bank Indonesia menjelaskan pergerakan nilai tukar rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini yang menembus level Rp17.400 per dolar AS, masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya.

“Philippine peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand baht melemah 5,04 persen, India rupee melemah 4,32 persen, demikian pula dengan Chile peso (-4,24 persen), Indonesia rupiah (-3,65 persen), dan Korea won (-2,29 persen),” kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset BI, Erwin Gunawan Hutapea dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Selasa.

BI menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

Bank sentral juga terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang

Jumlah Pengangguran di Indonesia Berkurang 35.000 Orang

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:20 WIB

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:54 WIB

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur

Pertumbuhan Ekonomi RI Q1 2026 Capai 5,61 Persen, Purbaya Akui Sempat Tak Bisa Tidur

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:32 WIB

Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas

Konsumsi Pemerintah di Triwulan I 2026 Tumbuh 21,81 Persen, Kontribusi ke PDB Terbatas

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:31 WIB

Terkini

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:23 WIB

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Isi Rekaman Pilot sebelum Jet Pribadi Jatuh di Florida

Isi Rekaman Pilot sebelum Jet Pribadi Jatuh di Florida

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:18 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

×