Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK

Liberty Jemadu, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 05 Mei 2026 | 18:41 WIB
Pelemahan Rupiah yang Terparah dalam Sejarah Bisa Picu Gagal Bayar dan PHK
Nilai tukar rupiah melemah hingga mencapai level Rp17.409 per dolar AS, yang terburuk dalam sejarah. Bisa picu gagal bayar utang hingga PHK. [Antara]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah melemah hingga mencapai level Rp17.409 per dolar AS pada Selasa, 5 Mei 2026.
  • Depresiasi rupiah memicu kenaikan biaya operasional serta utang valas bagi perusahaan yang bergantung pada bahan baku impor.
  • Kondisi keuangan yang tertekan berpotensi memaksa perusahaan melakukan efisiensi ketat hingga pemutusan hubungan kerja dalam tiga bulan.

Suara.com - Pelemahan rupiah hingga ke level Rp17.409 per dolar AS yang merupakan terendah sepanjang sejarah dinilai bukan hanya menjadi persoalan pasar keuangan, tetapi juga berpotensi menambah tekanan besar bagi dunia usaha nasional.

Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi memperingatkan terus anjloknya nilai tukar rupiah dapat memperberat beban perusahaan, terutama yang memiliki utang valas, bergantung pada bahan baku impor, dan menghadapi kenaikan biaya operasional di tengah ketidakpastian global.

“Jadi dalam kondisi kayak gini, ya banyak bakal perusahaan-perusahaan yang gagal bayar,” kata Ibrahim kepada Suara.com, Selasa (5/5/2026).

Menurut dia, tekanan terbesar akan dirasakan korporasi yang memiliki kewajiban pembayaran dalam dolar AS, sementara di sisi lain nilai tukar rupiah terus melemah dan harga impor meningkat.

“Terutama, apalagi nanti pada saat Bank Indonesia menaikkan suku bunga, ya berarti akan berdampak terhadap kenaikan ini kan, kredit kan,” ujarnya.

Ibrahim menilai situasi tersebut dapat menciptakan tekanan berlapis, yakni biaya pinjaman naik, bahan baku impor lebih mahal, dan daya tahan keuangan perusahaan melemah.

Karena banyak sektor industri masih mengandalkan komponen impor untuk produksi, pelemahan rupiah dinilai langsung berdampak pada efisiensi usaha.

“Karena produk-produk dasar dalam pabrikan, dalam produksi tersebut, barang-barang impor. Pada saat barang impor ini mengalami kenaikan, ya pasti efisiensi,” kata Ibrahim.

Ia menyebut kondisi itu bisa memaksa perusahaan menekan biaya operasional secara agresif, termasuk menahan ekspansi, mengurangi produksi, hingga melakukan penyesuaian tenaga kerja jika tekanan berlangsung lama.

baca juga

“Nah, untung, ya, tidak ada PHK (pemutusan hubungan kerja). Tapi saya lihat bahwa 3 bulan ke depan pasti akan ada PHK,” ucapnya.

Ibrahim mengatakan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa muncul ketika perusahaan tak lagi mampu menahan lonjakan pengeluaran, sementara pemasukan melemah.

“Karena apa? Perusahaan pun juga tidak akan kuat menahan biaya operasional,” katanya.

Meski demikian, ia menilai Bank Indonesia sejauh ini sudah cukup agresif melakukan intervensi melalui berbagai instrumen moneter untuk menahan tekanan rupiah.

“Kalau BI sih sudah cukup, sudah cukup masif ya dalam melakukan intervensi,” ujar Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok saat BPS Umumkan Pertumbuhan Ekonomi Melejit Tinggi

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 15:48 WIB

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah RI Berdiri, BI Tunjuk Biang Keroknya

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:54 WIB

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?

Apa Saja Dampak Pelemahan Rupiah?

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 14:48 WIB

Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun

Rupiah Keok ke Rp17.410, Subsidi Energi Jebol Rp118 Triliun

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 12:43 WIB

Data Ekonomi Loyo, Rupiah Terkapar ke Level Rp17.394 per Dolar AS

Data Ekonomi Loyo, Rupiah Terkapar ke Level Rp17.394 per Dolar AS

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 15:53 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB