Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.599.000
Beli Rp2.495.000
IHSG 5.744,556
LQ45 565,493
Srikehati 279,472
JII 338,217
USD/IDR 17.989

1 Persen Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan Serap 350 ribu Pekerja

Adhitya Himawan

Selasa, 26 Januari 2016 | 16:57 WIB
1 Persen Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan Serap 350 ribu Pekerja
Pelamar kerja memadati lokasi penyelenggaraan Indonesia Career Expo (ICE) 2016 di gedung Smesco UKM, Jakarta, Jumat (8/1). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Target elastisitas 350 ribu serapan tenaga kerja dari setiap satu persen pertumbuhan ekonomi pada 2016 dipertahankan pemerintah karena keyakinan prospek perekonomian yang membaik, dan implementasi program pemerintah yang bertumpu pada sektor padat karya.

Target tersebut dipertahankan, meskipun tingkat elastisitas serapan tenaga kerja pada 2015 diklaim Badan Perencanaan Pembangunan Nasional berada di 200-250 ribu pekerja per satu persen pertumbuhan ekonomi, atau meleset dari target sebesar 300 ribu pekerja.

"Kita sudah banyak alokasikan anggaran (padat karya) di APBN, ditambah dari dorongan investasi swasta pada 2016," ujar Deputi Tenaga Kerja dan Usaha Kecil dan Menengah Bappenas, Rahma Iryanti, seusai rapat pimpinan membahas Rencana Kerja Pemerintah 2017 di Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Rahma menuturkan elastisitas serapan pekerja memang menjadi salah satu indikator pertumbuhan berkualitas seperti yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo.

Maka dari itu, di 2016, alokasi anggaran pembangunan lebih banyak bertumpu pada sektor padat karya, ketimbang padat modal.

Misalnya, peningkatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dialokasikan Rp100 triliun, atau naik tiga kali lipat lebih dibanding 2015 yang sebesar Rp30 triliun.

"KUR bisa menjadi stimulus untuk pembukaan lebih banyak lapangan kerja," ujarnya.

Selain KUR, kata Rahma, investasi pemerintah di APBN,--yang bersumber dari uang pajak rakyat--, juga sudah banyak dialokasikan untuk program padat karya.

Misalnya peningkatan alokasi Dana Desa menjadi Rp46 trilun pada 2016 dan Dana Alokasi Khusus Infrastruktur Publik sebesar maksimal Rp100 miliar per kabupaten/kota.

Dua program tersebut diyakini Rahma, dapat membuka banyak lapangan kerja, dan meningkatan produktivitas masyarakat, terutama di daerah.

Rahma mengatakan rendahnya kualitas pekerja masih menjadi kendala untuk meningkatkan elastitas serapan pekerja. Karena itu, lapangan kerja formal yang berhasil dibuka tidak bisa sepenuhnya menyerap jumlah angkatan kerja.

Hal itu pula yang menyebabkan transmisi banyaknya pekerja ke sektor informal. Maka dari itu, menurut dia, indikator kualitas pertumbuhan jangan hanya dilihat dari tingkat elastisitas, namun juga produktivitas.

"Kualitas pertumbuhan kan tidak hanya dari elastisitas, tapi juga produktivitas," ujar dia.

Menurut Badan Pusat Statistik, dari jumlah angkatan kerja sebesar 122,38 juta orang pada Agustus 2015, jumlah tenaga kerja informal masih mendominasi sebanyak 66,3 juta orang. Sedangkan sisanya sebesar 48,5 juta masih bekerja di sektor formal.

Adapun jumlah angkatan kerja pada Agustus 2015 menunjukkan penurunan hingga 5,9 juta orang dibanding Februari 2015. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

SIG Cetak 36 UMKM Baru di Tuban, Produk Lokal Tembus Toko Modern

Bisnis | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:35 WIB

Peringatan dari Bappenas: SDM RI Kalah Jauh dari Tetangga, Kelas Menengah Banyak Turun Kasta

Peringatan dari Bappenas: SDM RI Kalah Jauh dari Tetangga, Kelas Menengah Banyak Turun Kasta

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:39 WIB

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:08 WIB

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Mahasiswa Jangan Khawatir, Industri Petrokimia Butuh Banyak SDM

Bisnis | Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:49 WIB

Indonesia Berpotensi Ciptakan Jutaan Green Jobs, Seberapa Siap SDM Kita?

Indonesia Berpotensi Ciptakan Jutaan Green Jobs, Seberapa Siap SDM Kita?

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 11:30 WIB

Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA

Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:58 WIB

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Jepang dan Jerman Kekurangan Pekerja, Pemerintah Siapkan Talenta RI

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 09:54 WIB

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

Revisi Aturan Outsourcing, Wamenaker Jamin Tak Ganggu Iklim Investasi

News | Senin, 22 Juni 2026 | 17:53 WIB

Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!

Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:53 WIB

PSN Papua Selatan Bakal Serap 15 Ribu Tenaga Kerja pada 2027

PSN Papua Selatan Bakal Serap 15 Ribu Tenaga Kerja pada 2027

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:05 WIB

Terkini

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

PLN Bakal Sulap 802 Km Tol Jasa Marga Jadi Ladang Energi Surya

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 17:38 WIB

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Kasus Penipuan Keuangan Tembus 579 Ribu, Bank dan Fintech Diminta Beralih ke AI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:39 WIB

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8%, Ekonom: Belum Tentu Bikin Driver Lebih Sejahtera

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:31 WIB

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Dugaan Cuci Uang Emas Ilegal Diusut, Modusnya Samarkan Hasil Tambang Tanpa Izin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:25 WIB

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Rekam Jejak Novel Bamukmin, Eks FPI yang Diisukan Jadi Komisaris BUMN

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:21 WIB

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Rupiah Menguat, Tapi Masih Betah di Level Rp17.900 per Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Harga Pertamax Harusnya Rp13.700, Ekonom: Ada Upaya Pertamina Pulihkan Margin

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:04 WIB

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Purbaya Ngeluh Bawahannya Lelet Urus Aset Negara, Singgung Kasus BLBI

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:56 WIB

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Nyaris 10.000 Karyawan Tokopedia Kena PHK Massal, Bermula dari Akusisi Tiktok

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:53 WIB

B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana

B50 Resmi Disalurkan ke Industri, Pertambangan Jadi Penerima Perdana

Bisnis | Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:52 WIB

×