Bank Sentral Australia Juga Pertahankan Suku Bunga Acuan

Adhitya Himawan

Selasa, 02 Februari 2016 | 21:18 WIB
Bank Sentral Australia Juga Pertahankan Suku Bunga Acuan
Bank Sentral Australia [Shutterstock]

Suara.com -  Bank Sentral Australia pada Selasa (2/2/2016) mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor rendah dua persen, tetapi menjaga kemungkinan pemotongan lebih lanjut karena bank memonitor kemungkinan dampak negatif dari gejolak pasar global terhadap permintaan domestik.

Bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia (RBA), telah memangkas suku bunga 275 basis poin sejak November 2011 untuk meningkatkan perekonomian ketika berupaya keras untuk menjauh dari ketergantungan pada pertambangan.

Setelah pertemuan kebijakannya pada Selasa mengatakan "ada prospek layak untuk pertumbuhan lanjutan dalam perekonomian, dengan inflasi mendekati target ".

RBA mencatat tanda-tanda perbaikan dalam perekonomian Australia, termasuk penurunan baru-baru ini dalam tingkat pengangguran dan penibgkatan dalam pinjaman dunia usaha.

Tapi bank memperingatkan tentang keadaan ekonomi global, termasuk pertumbuhan lemah di negara-negara berkembang, penurunan harga komoditas dan volatilitas di pasar keuangan.

"Selama periode ke depan, informasi baru akan memungkinkan dewan untuk menilai apakah perbaikan terbaru dalam kondisi pasar tenaga kerja berlanjut dan apakah turbulensi keuangan baru-baru ini menandakan permintaan global dan domestik lebih lemah," kata Gubernur RBA Glenn Stevens dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan.

"Berlanjutnya inflasi yang rendah dapat memberikan ruang untuk kebijakan yang lebih longgar, yang akan tepat untuk memberikan dukungan bagi permintaan." Dolar Australia naik menjadi 71,29 sen AS setelah pengumuman dari 71,06 sen AS, tapi segera mundur ke bawah 71 sen AS.

Sementara Australia telah menghindari kejatuhan ke dalam resesi selama 24 tahun, ekonomi telah dirugikan oleh pelambatan pertumbuhan di Tiongkok, mitra perdagangan terbesarnya.

Pengeluaran oleh industri-industri non-pertambangan belum mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh berakhirnya booming investasi sumber daya yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara tingkat pengangguran mencapai puncaknya pada tertinggi 12-tahun di 6,4 persen pada tahun lalu sebelum membaik.

Australia juga telah terpukul oleh angka inflasi lemah, sebuah tren yang sedang dialami oleh negara-negara maju lainnya karena penurunan harga energi.

"Kami belum tahu bahwa volatilitas di pasar (keuangan) akan berdampak pada pertumbuhan," kepala ekonom Deutsche Bank untuk Australia Adam Boyton mengatakan kepada AFP.

"Jika Anda memasukkan semacam lingkungan dengan penurunan tingkat pengangguran, Anda punya banyak waktu untuk mendapatkan beberapa data yang lebih banyak dan melihat-lihat." (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 15:37 WIB

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB

Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:11 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:05 WIB

Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini

Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:20 WIB

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Agar Rupiah Stabil Jadi Alasan BI Naikan BI-Rate Jadi 5,75%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:21 WIB

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Gegara Rupiah Keok, Bank Indonesia Mendadak Naikkan BI-Rate Jadi 5,50%

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

BI Rate Melonjak 5,25 Persen! Ekonomi RI Dipaksa Tarik Rem Darurat

BI Rate Melonjak 5,25 Persen! Ekonomi RI Dipaksa Tarik Rem Darurat

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:58 WIB

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Jadi 5,25 Persen

BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Bps Jadi 5,25 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 14:37 WIB

Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik

Rupiah Anjlok Rp17.500 per Dolar AS, Suku Bunga Berpotensi Naik

Bisnis | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:03 WIB

Terkini

Review Serial Ted Lasso Season 1: Drama Olahraga yang Sangat Menginspirasi

Review Serial Ted Lasso Season 1: Drama Olahraga yang Sangat Menginspirasi

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:30 WIB

Penampakan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Umbar Janji Manis, Apa Itu?

Penampakan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Umbar Janji Manis, Apa Itu?

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 16:28 WIB

Mulai 2027, Murid TK Dapat PIP Rp450 Ribu per Tahun, Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

Mulai 2027, Murid TK Dapat PIP Rp450 Ribu per Tahun, Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:18 WIB

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Suahasil Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Lebihi 5,5% di Q3-Q4 2026

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:17 WIB

Naik 3,1 Sentimeter: Mengapa Muka Laut Bisa Ancam Jutaan Orang?

Naik 3,1 Sentimeter: Mengapa Muka Laut Bisa Ancam Jutaan Orang?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Review A Sun: Pilih Kasih dan Ekspektasi Orang Tua yang Menorehkan Luka

Review A Sun: Pilih Kasih dan Ekspektasi Orang Tua yang Menorehkan Luka

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita

Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

Awas, Sering Dianggap Sepele! Ini Bahaya di Balik BAB Berdarah yang Jarang Diketahui

Awas, Sering Dianggap Sepele! Ini Bahaya di Balik BAB Berdarah yang Jarang Diketahui

Health | Jum'at, 25 September 2026 | 16:14 WIB

Dalami Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Menteri Imipas: Siapa pun yang Memanfaatkan Pasti Ketahuan!

Dalami Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Menteri Imipas: Siapa pun yang Memanfaatkan Pasti Ketahuan!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:14 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp17.903

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Naik ke Level Rp17.903

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:11 WIB

×