Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Achmad Fauzi

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:11 WIB
Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank
Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo (tengah) didampingi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti (kanan), Deputi Gubernur Doni Primanto Joewono (kiri) menyampaikan paparan saat konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/Spt/aa.
baca 10 detik
  • Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen guna menjaga stabilitas rupiah dan mengendalikan inflasi.
  • Kebijakan suku bunga acuan tersebut menjadi acuan perbankan dalam menetapkan besaran bunga pinjaman serta deposito bagi masyarakat.
  • Kenaikan suku bunga acuan berpotensi meningkatkan cicilan kredit masyarakat, melemahkan daya beli, dan membatasi ekspansi dunia usaha.

Suara.com - Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen. Kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran.

Meski pengumuman BI-Rate kerap dianggap hanya menjadi perhatian pelaku pasar dan perbankan, kebijakan ini sebenarnya memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki pinjaman atau berencana mengajukan kredit ke bank.

Pasalnya, BI-Rate menjadi salah satu acuan utama perbankan dalam menentukan suku bunga kredit. Ketika BI-Rate naik, bunga kredit umumnya ikut meningkat. Sebaliknya, jika BI-Rate turun, bunga kredit juga berpeluang turun.

Apa Itu BI-Rate

Fokus kebijakan moneter jangka pendek pada stabilitas nilai tukar Rupiah karena meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global
Deretan Pejabat Bank Indonesia saat mengumumkan BI-Rate.

Mengutip situs resmi Bank Indonesia, BI-Rate merupakan suku bunga kebijakan yang menjadi acuan bagi lembaga keuangan di Indonesia, termasuk dalam menentukan bunga deposito maupun kredit.

Besaran BI-Rate ditetapkan melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar secara rutin setiap bulan selama dua hari.

Jika BI-Rate naik, suku bunga deposito dan kredit di perbankan juga cenderung meningkat. Sebaliknya, ketika BI-Rate turun, bunga kredit biasanya ikut menyesuaikan.

Dampak BI-Rate Naik

Peneliti LPEM FEB UI, Teuku Riefky, mengatakan kenaikan BI-Rate memiliki dampak yang erat dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

baca juga

Meski pada rapat kali ini BI mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen, secara kumulatif BI telah menaikkan BI-Rate sebesar 100 basis poin sejak awal tahun.

Menurut Riefky, kenaikan tersebut akan memengaruhi biaya pinjaman masyarakat karena BI-Rate menjadi batas bawah dalam penentuan suku bunga kredit oleh perbankan.

Berikut sejumlah dampak yang dapat dirasakan apabila BI-Rate meningkat:

  1. Bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kredit konsumsi lainnya akan meningkat secara bertahap.
  2. Daya beli masyarakat berpotensi melemah karena cicilan kredit menjadi lebih mahal.
  3. Dunia usaha akan lebih berhati-hati melakukan ekspansi karena biaya pinjaman korporasi meningkat.
  4. Suku bunga deposito berpotensi ikut naik sehingga menjadi lebih menarik bagi sebagian investor.

Riefky menjelaskan, kenaikan BI-Rate sebenarnya tidak otomatis membuat bunga kredit langsung naik. Perbankan umumnya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk melakukan penyesuaian.

Ilustrasi perumahan/KPR. [Antara]
Ilustrasi perumahan/KPR. [Antara]

Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit bank yang lebih cepat menaikkan bunga kredit setelah BI mengumumkan kenaikan BI-Rate.

Cara Mengantisipasi Kenaikan BI-Rate

Platform perencana keuangan Zapfinance menilai salah satu produk yang paling terdampak kenaikan BI-Rate adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini karena bank memiliki ruang untuk menyesuaikan bunga KPR mengikuti perkembangan suku bunga acuan.

Mengutip akun Instagram resmi @zapfinance, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi kenaikan BI-Rate:

  1. Menyiapkan dana darurat minimal 12 kali pengeluaran bulanan.
  2. Berkomunikasi dengan bank mengenai potensi perubahan suku bunga kredit.
  3. Melakukan negosiasi bunga kredit dengan pihak bank.
  4. Membandingkan bunga kredit yang ditawarkan bank lain.
  5. Mencari sumber pendapatan tambahan untuk menjaga kondisi keuangan.

Senada dengan Zapfinance, memang masyarakat perlu mewaspadai tekanan ekonomi yang dihasilkan dari kenaikan BI-Rate.

Namun, ia peringatkan masyarakat perlu mengeluarkan konsumsi sesuai kebutuhan, karena besar-kecilnya dampak itu tergantung dari kubutuhan masing-masing individu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:05 WIB

Likuiditas KPR Mengalir Deras, SMF Salurkan Pembiayaan Rp141,61 Triliun hingga Semester I 2026

Likuiditas KPR Mengalir Deras, SMF Salurkan Pembiayaan Rp141,61 Triliun hingga Semester I 2026

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:55 WIB

Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini

Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:20 WIB

Terkini

Bapak Kesal Sama Saya? Ini Buat Gaji Anda Juga! Ucapan Mahasiswa kepada Polisi

Bapak Kesal Sama Saya? Ini Buat Gaji Anda Juga! Ucapan Mahasiswa kepada Polisi

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:17 WIB

Sinopsis Pirunduk: Hasrat Terlarang, Ilmu Hitam, dan Teror Satu Desa

Sinopsis Pirunduk: Hasrat Terlarang, Ilmu Hitam, dan Teror Satu Desa

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Suzuki Rilis Satria R150 Shadow Edition, Apa yang Berubah ?

Suzuki Rilis Satria R150 Shadow Edition, Apa yang Berubah ?

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Memutus Rantai Takdir Kemiskinan: Sekolah Rakyat ala Prabowo

Memutus Rantai Takdir Kemiskinan: Sekolah Rakyat ala Prabowo

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Julio Cesar Siap Tempur, Persib Bandung Bidik Tiga Poin atas Melbourne Victory

Julio Cesar Siap Tempur, Persib Bandung Bidik Tiga Poin atas Melbourne Victory

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali

Cara Asyik Menikmati Momen Healing dengan Sauna hingga Kuliner Sehat di Ubud Bali

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:02 WIB

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel

BRI Hadirkan Qlola Mobile, Transaksi Bisnis Kini Bisa Lebih Fleksibel

Sumbar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:01 WIB

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Protein Hewani Mahal: Ketika Negara Maritim Gagal Memenuhi Gizi Rakyatnya

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Danantara Bersiap Caplok Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Abu-abu

Danantara Bersiap Caplok Saham BEI, Nilai Penawaran Masih Abu-abu

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:55 WIB

Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan

Tak Perlu Ribet, Qlola Mobile BRI Permudah Akses Finansial Perusahaan

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:55 WIB

×