Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.340,020
LQ45 636,637
Srikehati 310,704
JII 381,030
USD/IDR 17.904

BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi

Liberty Jemadu, Rina Anggraeni

Rabu, 22 Juli 2026 | 17:01 WIB
BI Batal Naikan Suku Bunga Acuan, Rupiah Melemah Lagi
Nilai tukar rupiah melemah 29 poin ke level Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat setelah BI menahan suku bunga acuan pada angka 5,75 persen. [Antara]
baca 10 detik
  • Bank Indonesia menahan suku bunga acuan pada angka 5,75 persen dalam rapat dewan gubernur pada Rabu sore, 22 Juli 2026.
  • Nilai tukar rupiah melemah 29 poin ke level Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah.
  • Pelemahan rupiah terjadi karena keputusan Bank Indonesia serta lonjakan harga minyak dunia akibat konflik global yang terus berlanjut.

Suara.com - Rupiah kembali melemah pada penutupan perdagangan Rabu sore ini (22/7/2026) setelah Bank Indonesia memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di angka 5,75 persen, berbeda dari prediksi sebagian besar ekonom dan harapan para investor.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup ke level Rp 17.917 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini melemah 29 poin atau 0,16 persen dari hari sebelumnya yang ada di Rp17.888 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai keputusan BI yang menahan suku bunga turut menekan rupiah, selain faktor lain seperti konflik yang semakin bergelora di Timur Tengah.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak dunia kembali melonjak tajam. Keputusan BI mempertahankan tingkat suku bunga dalam rapat dewan gubernur sore ini juga ikut menekan rupiah," katanya saat dihubungi Suara.com di Jakarta.

Dia menambahkan jika perang antara Amerika Serikat dan Iran terus berlanjut dan harga minyak dunia terus naik sebagai konsekuensinya, maka tekanan terhadap rupiah ke depannya akan semakin berat.

"Apabila tensi di Timur Tengah masih memanas dan harga minyak dunia terus naik, maka akan sangat membebani," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia bervariasi. Rupee India menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,31 persen. Selanjutnya, baht Thailand anjlok 0,25 persen, yuan China tertekan 0,13 persen, dolar Taiwan terkoreksi 0,10 persen dan peso Filipina melemah tipis 0,02 persen.

Yen Jepang menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,15 persen. wWon Korea Selatan juga terkerek 0,1 persen, ringgit Malaysia menanjak 0,04 persen, dolar Singapura terangkat 0,02 persen dandolar Hong Kong menguat tipis 0,02 persen.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Jangan Anggap Sepele BI Rate, Dampaknya bagi Masyarakat yang Punya Utang Bank

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:11 WIB

Kredit Nganggur Bank Tembus Rp2.490 Triliun

Kredit Nganggur Bank Tembus Rp2.490 Triliun

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:52 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75 Persen

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:05 WIB

Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini

Cicilan KPR Semakin Berat Jika BI Naikkan Suku Bunga Acuan Hari Ini

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 14:20 WIB

Terkini

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Membaca Jadi Privilese Mewah: Mengapa Harga Buku Makin Tak Terjangkau?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah

Prabowo Resmi Tunjuk Kuntadi Jadi Jampidsus, Gantikan Febrie Adriansyah

Video | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:00 WIB

Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang

Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI hingga Tewas di Kelapa Dua Bertambah Jadi 7 Orang

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB

KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

KPAI Sebut Rumah, Sekolah, dan Ruang Digital Masih Jadi Tempat Rawan bagi Anak

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:57 WIB

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Keponakan Prabowo Berikan Syarat Pembelian Dolar AS di Atas US$10.000

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:53 WIB

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

Demo Desak Penahanan Febrie Adriansyah di Kejagung Berujung Ricuh

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:45 WIB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

Alasan Donald Trump Calonkan Presiden FIFA Gianni Infantino Jadi Sekjen PBB

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Masihkah Pendidikan Menjadi Tiket Keluar dari Kemiskinan?

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:40 WIB

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Ditangkap di Tangerang via Red Notice Interpol, Ini Nasib WN Siprus Abdul Karim

Banten | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:38 WIB

×