DPD Nilai, Target Penerimaan Pajak Era Jokowi Tidak Realistis

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 08 Maret 2016 | 14:25 WIB
DPD Nilai, Target Penerimaan Pajak Era Jokowi Tidak Realistis
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Muhammad Farouk [suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Muhammad Farouk mengatakan target penerimaan pajak di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama dua tahun terakhir tidak realistis atau terlalu besar. Itu sebabnya, dia meminta pemerintah menetapkan target penerimaan pajak yang lebih realistis.

"Kalau kami lihat sejak 2015 dan 2016 saat ini, target penerimaan pajak kita ini tidak realistis dengan kondisi yang ada saat ini. Seharusnya, pemerintah itu membuat perpajakan yang berkualitas terlebih dahulu sehingga penentuan target penerimaan pajak tidak terlalu memberatkan," kata Farouk dalam konferensi pers di kantor DPD, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (8/3/2016).

Selain itu, kata Farouk, ketidakrealistisan target penerimaan pajak tersebut dapat lihat dari pegawai penarik pajak yang berstatus PNS masih sangat minim. Hal ini tak heran jika target penerimaan pajak era Jokowi sering meleset dari yang ditargetkan dalam APBN.

"Kita ini pegawainya hanya 33 ribu tapi mereka harus mengurusi 240 juta peserta wajib pajak di Indonesia. Ini sekelas Jepang juga nggak mampu. Hatus pemerintah perbanyak pegawai penarik pajaknya, pakai sistem kontrak aja tapi agency langsung dari pemerintah jadi ada perjanjian yang jelas," katanya.

Ia juga mengungkapkan apa yang melatarbelakangi pemerintah selalu kebobolan dalam urusan penerimaan pajak, lantaran kurangnya rasa percaya masyarakat kepada pemerintah terkait akan digunakan untuk apa pajak yang dibayarkan masyarakat.

"Trust ini juga mempengaruhi, karena masih ada masyarakat yang nggak mau bayar pajak karena nggak percaya uangnya nanti buat apa. Jadi mereka berpikir ngapain gue bayar pajak. Nggak jelas buat apa juga," katanya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan kepada pemerintah pusat atau pemerintah daerah untuk bersikap transparan dalam penyusunan APBD sehingga menumbuhkan kepercayaan dalam masyarakat untuk membayar pajak.

Tercatat, target penerimaan pajak dalam APBN 2016 sebesar Rp1,546,7 triliun. Sedangkan pada 2015, target pajak tidak tercapai alias shortfall. Di 2015, penerimaan pajak hanya Rp1,055 triliun atau 81,5 persen dibandingkan targetnya sebesar Rp1.294 triliun dalam APBN-Perubahan 2015.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama 2016 Melambat

Penerimaan Pajak Dua Bulan Pertama 2016 Melambat

Bisnis | Selasa, 08 Maret 2016 | 08:00 WIB

FITRA: Revisi APBNP 2016 Jangan Cuma Soal Tax Amnesty

FITRA: Revisi APBNP 2016 Jangan Cuma Soal Tax Amnesty

Bisnis | Selasa, 08 Maret 2016 | 07:39 WIB

Pengampunan Pajak Jangan Jadi Karpet Merah Pengemplang Pajak

Pengampunan Pajak Jangan Jadi Karpet Merah Pengemplang Pajak

Bisnis | Selasa, 08 Maret 2016 | 07:21 WIB

Ketua BPK Laporkan SPT Pakai E-Filling

Ketua BPK Laporkan SPT Pakai E-Filling

Bisnis | Senin, 07 Maret 2016 | 14:56 WIB

Terkini

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Petinggi Lama PT ABM Terseret Kasus Korupsi, Direksi Baru Janji Benahi Tata Kelola Perusahaan

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:20 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan, Ketua PKB Mengaku Kaget

Banten | Rabu, 04 November 2026 | 00:14 WIB

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Comeback Dramatis! Kendal Tornado FC Kalahkan Persebaya Surabaya

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:58 WIB

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

Viral Mata Melotot Bahar bin Smith Robohkan Pagar Paksa Konser Andrea Bocelli Distop

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:56 WIB

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:32 WIB

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

Kampung Bahari Digerebek, Satu Terduga Bandar Narkoba Diciduk dari 18 Target Polisi

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:27 WIB

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Murka Prabowo Jadi Target Penyadapan Ilegal, Yusril: Ini Masalah Serius!

Jawa Tengah | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

Asa Bebas Banjir Warga Kembangan Utara: Tanggul Kali Angke Sudah 90 Persen

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:23 WIB

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

Bukan Sehari Dua Hari, Listyo Sigit Cs Sadap Presiden Selama 2 Tahun, Apa Saja yang Didengar?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:19 WIB

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

Selain Presiden Prabowo, Siapa Saja Pengusaha dan Tokoh Politik yang Disadap Listyo Sigit Cs?

News | Selasa, 03 November 2026 | 23:13 WIB

×