Rupiah Menguat Menjadi Rp13.149

Ririn Indriani

Kamis, 17 Maret 2016 | 11:10 WIB
Rupiah Menguat Menjadi Rp13.149
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5/2015). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis (17/3/2016) pagi, bergerak menguat sebesar 116 poin menjadi Rp13.149 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.265 per dolar AS.

"Dolar AS bergerak melemah terhadap mayoritas mata uang utama dunia, termasuk rupiah seiring dengan bank sentral AS (Federal Reserve) yang mengambil kebijakan untuk menahan suku bunga acuannya," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan bahwa kebijakan Federal Reserve itu seiring dengan kekhawatiran terhadap prospek buruk perekonomian global yang bisa mengganggu pemulihan ekonomi AS yang saat ini diyakini sudah semakin membaik.

Di sisi lain, lanjut dia, harga minyak mentah dunia yang kembali naik menambah sentimen positif bagi mata uang komoditas, seperti rupiah.

Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude pada Kamis (17/3) pagi ini berada di level 39,24 dolar AS per barel, naik 2,09 persen. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude di posisi 40,84 dolar AS per barel, menguat 1,26 persen.

"Melemahnya dolar AS dan harga minyak yang naik mengembalikan sentimen penguatan mata uang rupiah," katanya.

Dari dalam negeri, ia menambahkan bahwa harapan Bank Indonesia yang akan kembali memangkas tingkat suku bunga acuan (BI rate) juga memberikan sentimen positif bagi rupiah di pasar valuta asing domestik.

"Sedianya, kebijakan besaran BI rate akan diumumkan pada hari ini (Kamis, 17/3), kami memperkirakan Bank Indonesia kembali memangkas BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 6,25 persen, hingga akhir tahun BI rate berpeluang turun hingga 6,25 persen," katanya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi AS yang belum membaik serta perlambatan ekonomi global menjadi salah satu sebab Federal Reserve memangkas "outlook" kenaikan suku bunga AS.

"Kondisi itu memicu mata uang AS mengalami pelemahan cukup tajam terhadap mayoritas mata uang AS," katanya.(Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Klaim Rupiah Menguat Berkat Paket Deregulasi Pemerintah

Jokowi Klaim Rupiah Menguat Berkat Paket Deregulasi Pemerintah

Bisnis | Kamis, 10 Maret 2016 | 14:25 WIB

Mata Uang Asia Melemah Pada Dolar AS, Kurs Rupiah Ikut Melemah

Mata Uang Asia Melemah Pada Dolar AS, Kurs Rupiah Ikut Melemah

Bisnis | Selasa, 08 Maret 2016 | 10:46 WIB

Dolar AS Alami Tekanan, Kurs Rupiah Menguat

Dolar AS Alami Tekanan, Kurs Rupiah Menguat

Bisnis | Senin, 07 Maret 2016 | 10:48 WIB

Kurs Rupiah Turun, Fluktuasi Terhadap Dolar AS Dinilai Wajar

Kurs Rupiah Turun, Fluktuasi Terhadap Dolar AS Dinilai Wajar

Bisnis | Kamis, 03 Maret 2016 | 17:40 WIB

Terkini

Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?

Sense and Sensibility: Logika vs Hati, Mana yang Menang saat Hadapi Cinta?

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:05 WIB

5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif

5 Body Wash Centella Asiatica untuk Jerawat Punggung dan Kulit Sensitif

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 19:00 WIB

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang

Status Gunung Anak Krakatau Turun ke Level Waspada, Zona 2 Km Tetap Terlarang

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:59 WIB

Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di ISI Yogyakarta Dinonaktifkan

Dosen Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di ISI Yogyakarta Dinonaktifkan

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:56 WIB

Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI

Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI

Jatim | Selasa, 22 September 2026 | 18:51 WIB

Berapa Watt Oven Listrik Mini Mito? Cek Daya dan Spesifikasinya

Berapa Watt Oven Listrik Mini Mito? Cek Daya dan Spesifikasinya

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 18:50 WIB

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

Bela Pernyataan Prabowo, Pigai Tegaskan Pakar Tak Boleh Abaikan Kebaikan Pemerintah

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:47 WIB

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

Draf RUU Ketenagakerjaan Buntu, 50 Ribu Buruh Bakal Turun Aksi di Bundaran HI 24 September

News | Selasa, 22 September 2026 | 18:45 WIB

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Data Center Menjamur, Kebutuhan Listrik RI Makin Tertekan

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 18:40 WIB

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Gubernur Lampung Instruksikan Pangkas Izin Perumahan: Atasi Backlog Tak Cukup Andalkan Bedah Rumah

Lampung | Selasa, 22 September 2026 | 18:39 WIB

×