Sama Seperti Indonesia, Australia Juga Digempur Sayur Impor

Esti Utami

Senin, 28 Maret 2016 | 11:42 WIB
Sama Seperti Indonesia, Australia Juga Digempur Sayur Impor
Berbagai produk organik seperti sayuran dan buah-buahan. (Dok. KOI)

Keresahan merebak di kalangan petani Australia. Rasa galau itu menjalar karena produk mereka terancam produk impor murah. Kisah ini boleh jadi sangat akrab dengan kondisi petani di Tanah Air, tetapi Australia punya cerita yang sedikit berbeda.

Seperti dikutip dari Biro Statistik Australia (ABS), Senin (28/3/2016), industri pertanian di Australia pada periode 2014--2015 bernilai 53,6 miliar dolar Australia atau setara dengan Rp534,7 triliun (1 dolar Australia = Rp9.975,00). Angka ini naik Rp28 triliun dibanding tahun sebelumnya, dengan pertumbuhan signifikan pada budi daya sorgum yang banyak digunakan untuk pakan ternak.

Namun, di balik pertumbuhan nilai industri pertanian, khusus untuk industri sayuran Australia justru kemerosotan terjadi, demikian disampaikan ekonom dari asosiasi industri sayuran AUSVEG Andrew Kruup.

Jumlah lahan untuk menanam sayuran telah menyusut 12.000 hektare sepanjang tahun kemarin, menyebabkan penurunan Rp1,6 triliun terhadap nilai industri sayur-mayur Australia.

Lebih lanjut Andrew Kruup, seperti dilansir laman ABC Rural, memaparkan pada periode 2014/2015 jumlah budi daya sayur anjlok 15 persen. Produksi jamur amblas 29 persen, sementara paprika dan tomat turun 12 persen. Menurut dia, kondisi ini terjadi akibat produk-produk Australia yang makin kalah bersaing dengan beraneka produk impor dari Cina, Italia dan AS.

"Sepanjang tahun finansial 2014/2015 kita melihat impor produk sayur negara ini naik 7 persen, dan ini mulai mengancam industri domestik, selain pula menjadi penyebab menyusutnya besaran industri sayur negeri kami," katanya.

Kenyataan pahit ini terjadi di tengah impian Australia menjadi pengekspor produk-produk hortikultura berkualitas tinggi. Sentra-sentra produksi sayur mayur di negara bagian Queensland, New South Wales, Victoria, dan Australia Barat mengalami penurunan produksi.

"Petani Australia sulit bersaing ketika harus berhadapan dengan produk impor yang lebih murah di pasaran," tambah Kruup yang juga dikutip oleh kantor berita AAP.

Kalangan industri sayur di Australia mendesak  pemerintah agar membantu menurunkan biaya produksi untuk meningkatkan daya saing produk di pasar impor.

AUSVEG menyadari sayuran yang ditanam di Australia memiliki kekuatan merek sebagai produk yang berkualitas tinggi dan ramah lingkungan. Akan tetapi, harga yang relatif mahal sering membuat pembeli "kabur".

Australia mengimpor hampir 200.000 ton sayur dari Italia, Cina dan AS pada periode 2014/2015. Ini berarti menyumbang 63 persen total produk sayur impor di Australia.Sementara itu, pada periode sebelumnya (2013/2014) volume impor naik 12 persen ke Rp7,56 triliun dan ekspor bertambah 4 persen ke Rp2,55 triliun.

Defisit pada perdagangan komoditas sayur-mayur ini telah berlipat ganda dalam kurun waktu 5 tahun. Australia pernah menikmati surplus untuk perdagangan produk sayuran 9 tahun yang silam.

Impor sayur terbagi menjadi tiga jenis utama: produk olahan (naik 19 persen pada tahun 2012/2013), sayuran beku (naik 12 persen), dan sayur segar (turun 3 persen).

Yang mendominasi komoditas impor Australia adalah produk olahan, yang bila digabungkan dengan produk beku menguasai 75 persen pasar sayur impor.

Menyitir data AUSVEG yang memuat 12 negara utama sumber impor pada periode 2013/2014, produk impor dari Selandia Baru naik 18 persen (Rp1,86 triliun), dari Italia melonjak 36 persen (Rp1,1
triliun), dan Cina justru turun 2 persen atau setara dengan Rp20 miliar (Rp1,07 triliun).

Selain tiga negara tadi, ada Amerika Serikat (Rp717 miliar), Belanda (Rp440 miliar), Thailand (Rp288,7 miliar), Belgia (Rp235,7 miliar), Turki (Rp212 milar), Peru (Rp181,5 miliar), Meksiko (Rp151,9 miliar), India (Rp138,5 miliar), dan Spanyol (Rp136,7 miliar) sebagai negara-negara sumber impor produk sayuran di Australia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Fakta Unik Sayur Genjer, Kenapa Bisa Dikaitkan dengan Stigma G30S/PKI?

4 Fakta Unik Sayur Genjer, Kenapa Bisa Dikaitkan dengan Stigma G30S/PKI?

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Sustainability Tak Harus Rumit, Ini Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Keseharian

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:11 WIB

Cara Menyimpan Cabai dan Sayuran di Kulkas agar Awet Tidak Cepat Busuk, Aman Berminggu-minggu

Cara Menyimpan Cabai dan Sayuran di Kulkas agar Awet Tidak Cepat Busuk, Aman Berminggu-minggu

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 14:26 WIB

Kulkas Panasonic PRIME+ Edition 501L, Makanan Lebih Segar dan Hemat Waktu Memasak

Kulkas Panasonic PRIME+ Edition 501L, Makanan Lebih Segar dan Hemat Waktu Memasak

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 11:00 WIB

Sisa Sayuran Dapur Bisa Ditanam Kembali: Ini Cara Sederhana Kurangi Sampah Makanan

Sisa Sayuran Dapur Bisa Ditanam Kembali: Ini Cara Sederhana Kurangi Sampah Makanan

Lifestyle | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:37 WIB

5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan

5 Rekomendasi Sayur yang Mudah Ditanam di Pot, Lahan Sempit Bukan Halangan

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 16:16 WIB

7 Sayuran yang Paling Mudah Ditanam di Rumah, Sehat dan Hemat In This Economy

7 Sayuran yang Paling Mudah Ditanam di Rumah, Sehat dan Hemat In This Economy

Lifestyle | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:57 WIB

Mulai dari Rumah, Inilah 7 Cara Sederhana Menerapkan Green Living

Mulai dari Rumah, Inilah 7 Cara Sederhana Menerapkan Green Living

Your Say | Selasa, 16 Desember 2025 | 17:55 WIB

15 Sayuran Serat Rendah yang Aman untuk Lambung, Cegah Kembung dan Gas Berlebih!

15 Sayuran Serat Rendah yang Aman untuk Lambung, Cegah Kembung dan Gas Berlebih!

Lifestyle | Rabu, 03 September 2025 | 19:15 WIB

Mengapa Perempuan Jadi Kunci Perubahan Gaya Hidup Ramah Lingkungan yang Lestari?

Mengapa Perempuan Jadi Kunci Perubahan Gaya Hidup Ramah Lingkungan yang Lestari?

Lifestyle | Senin, 25 Agustus 2025 | 10:35 WIB

Terkini

nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Ini Fitur nubia A77 5G

nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Ini Fitur nubia A77 5G

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:01 WIB

Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Tim Futsal SMA Terbaik Berebut Gelar Juara

Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Tim Futsal SMA Terbaik Berebut Gelar Juara

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?

Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib

Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang

Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi

Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar

Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik

Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen, Bisnis AI Cloud Bidik 100 Juta Dolar AS pada 2026

Pendapatan Indosat Tumbuh 11 Persen, Bisnis AI Cloud Bidik 100 Juta Dolar AS pada 2026

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:35 WIB

×