Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Laba Bank Sahabat Sampoerna Naik 89 Persen di 2015

Adhitya Himawan

Kamis, 31 Maret 2016 | 10:45 WIB
Laba Bank Sahabat Sampoerna Naik 89 Persen di 2015
Logo Bank Sahabat Sampoerna. [banksahabatsampoerna.com]

Suara.com - PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) menutup tahun 2015 dengan pencapaian yang positif meskipun kondisi perekonomian di Indonesia masih mengalami perlambatan. Bank Sampoerna berhasil mencatatkan perolehan Laba sebelum pajak (audited) sebesar Rp.69,74 miliar atau meningkat sebesar 89,9% dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya sebesar Rp.36,72 miliar. Hal ini ditopang dengan meningkatnya penyaluran kredit yang diberikan dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang berimbas pada peningkatan pendapatan bunga bersih Bank Sampoerna.

Ali Rukmijah, Direktur Utama Bank Sampoerna mengatakan bahwa meskipun kondisi perekonomian makro masih belum membaik hingga akhir 2015, Bank Sampoerna menunjukkan tren kinerja positif. ”Saya optimis melihat pertumbuhan Bank Sampoerna yang berkualitas dengan manajemen risiko yang semakin baik terhadap pengelolaan portofolio pinjaman sehingga menumbuhkan kepercayaan nasabah kepada Bank Sampoerna”, kata Ali di Jakarta, Kamis (31/3/2016).

Kedepan, Bank Sampoerna akan konsisten mendukung pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia. Hal ini tercermin dengan penyaluran kredit pada sektor modal kerja yang lebih dominan dibandingkan dengan penyaluran kredit pada sektor lainnya.

Sepanjang tahun 2015, penyaluran kredit tercatat mengalami peningkatan secara YoY sebesar 86,2 persen menjadi Rp.4.730,03 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 yang hanya sebesar Rp.2.539,90 miliar. Dari portofolio pinjaman yang disalurkan tersebut, sekitar 81 persen disalurkan untuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (”UMKM”). Pertumbuhan kredit yg cukup signifikan ini tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Hal ini tercermin dari rasio NPL gross yang dicapai pada posisi 2,93 persen yang masih dibawah ketentuan yang berlaku sebesar 5 persen.

Peningkatan penyaluran kredit tersebut diikuti dengan peningkatan perolehan DPK sebesar 82,8 persen atau menjadi Rp.4.963,98 miliar dari Rp.2.715,22 miliar pada tahun 2014. Komposisi dana pihak ketiga ini memang masih didominasi oleh deposito sebesar 91 persen dan sudah menjadi nature bisnis dari bank-bank di BUKU 1 (kelompok bank dengan modal inti Rp100 miliar - Rp1 triliun). Peningkatan DPK ini juga sebagai salah satu bentuk bahwa tingkat kepercayaan masyarakat dan brand awareness Bank Sampoerna dari waktu ke waktu terus meningkat.

Peningkatan penyaluran kredit dan perolehan DPK ini berdampak pada perolehan Pendapatan Bunga Bersih yang meningkat sangat signifikan sebesar 132,6 persen atau menjadi Rp.319,03 miliar dari Rp.137,18 miliar di tahun 2014. Seiring dengan hal tersebut, rasio pinjaman terhadap total simpanan atau Loan to Deposit Ratio (”LDR”) juga meningkat menjadi di level 92,86 persen pada Desember 2015 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 90,74 persen.

Secara terpisah, Henky Suryaputra, Kepala Keuangan dan Perencanaan Bisnis Bank Sampoerna menjelaskan bahwa peningkatan Pendapatan Bunga Bersih ini ditopang oleh pendapatan bunga yang meningkat sebesar 85,0 persen dari semula Rp.366,74 miliar pada 2014 menjadi Rp.678,63 miliar pada tahun ini. "Hal ini juga diikuti oleh peningkatan Margin Bunga Bersih (“Net Interest Margin”) yang mencapai sebesar 6,28 persen meningkat cukup signifikan juga bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 yang hanya sebesar 4,76 persen," kata Henky dalam kesempatan yang sama.

Sepanjang tahun 2015 Pemegang Saham melakukan setoran modal sebesar Rp.165 miliar, hal ini mencerminkan komitmen pemegang saham untuk mendukung pertumbuhan Bank Sampoerna, sehingga total Ekuitas Bank Sampoerna menjadi sebesar Rp.852,49 miliar dengan rasio Capital Adequcy Ratio (”CAR”) dapat dijaga pada level 17,03 persen jauh diatas ketentuan Bank Indonesia. ”Komitmen Pemegang Saham untuk terus mendukung Bank Sampoerna tercermin secara konsisten dengan dilakukannya setoran modal demi mendukung pertumbuhan Bank Sampoerna ke depannya”, ujar Henky lebih lanjut.

Rasio keuangan lainnya dapat dicapai pada level yang baik, seperti ROA 1,42 persen, ROE 7,54 persen dan BOPO 89,88 persen. Secara total aset, Bank Sampoerna juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat baik sebesar 77,2 persen menjadi Rp6.151,33 miliar dibandingkan periode sebelumnya yang hanya sebesar Rp3.471,95 miliar.

Di bidang Informasi Teknologi dan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada nasabah, di penghujung 2015, Bank Sampoerna melakukan perubahan core banking system yang semula menggunakan System Alphabit diubah menjadi System Temenos-T24. Direktur Operasional dan Teknologi Informasi, Liliana Lie mengatakan bahwa core banking system dengan menggunakan Temenos ini akan mempercepat proses Operasional Bank Sampoerna mulai dari front end service hingga ke proses back end service. Akurasi data dan pelayanan yang diberikan kepada nasabah juga akan semakin cepat dan akurat, termasuk proses akhir bulan terkait dengan mekanisme pelaporan.

Untuk memperluas segmentasi pasar dan lebih mendekatkan diri kepada nasabahnya, Bank Sampoerna secara konsiten melakukan ekspansi jaringan kantornya. Di tahun 2015, telah dilakukan pembukaan jaringan kantor sebanyak 5 kantor, yaitu di Rantau Prapat, Palopo, Sorong, Jayapura dan Tugumulyo. Disamping itu Bank Sampoerna juga melakukan beberapa relokasi Kantor Cabang seperti Kantor Cabang Wisma Sejahtera, Kantor Cabang Palembang, Kantor Cabang Pembantu Kelapa Gading dan Kantor Cabang Pembantu Fatmawati. Dengan demikian, per Desember 2015, jumlah jaringan Kantor Bank Sampoerna menjadi 18 Kantor dan tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Bank Sampoerna juga telah dilengkapi dengan beberapa layanan perbankan seperti ATM yang bekerjasama dengan jaringan Prima dengan lebih dari 88.000 mesin ATM, Internet Banking, Phone Banking, Debit Card serta layanan Call Center di nomor telpon 1500035.

Untuk peningkatan bisnisnya, Bank Sampoerna juga akan terus bersinergi dengan Mitra Strategis yaitu Koperasi Simpan Pinjam (”KSP”) Sahabat Mitra Sejati dengan memanfaatkan lebih dari 120 jaringan kantor cabangnya di beberapa daerah di Indonesia. ”Capaian ini berkat dukungan dan kepercayaan kepada kami. Kepercayaan merupakan amanah yang harus kami jaga dan pelihara dengan baik agar tujuan mulia untuk mendukung perkembangan dan pemberdayaan para pengusaha di sektor UMKM dapat diwujudkan bersama”, tutup Ali. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Perbanyak Gerai AZKO, ACES Raup Cuan Rp390,3 Miliar di Semester I

Perbanyak Gerai AZKO, ACES Raup Cuan Rp390,3 Miliar di Semester I

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:46 WIB

Transformasi TLKM 30 Dorong Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Telkom Tumbuh Kuat

Transformasi TLKM 30 Dorong Pendapatan, EBITDA, dan Laba Bersih Telkom Tumbuh Kuat

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:45 WIB

Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026

Disumbang Pemerintah, Laba Bersih Pupuk Indonesia Meroket 250,3% di Semester I-2026

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:14 WIB

Didukung Bisnis Energi Terbarukan, HGII Catat Laba Bersih Rp 11,58 Miliar pada Semester I 2026

Didukung Bisnis Energi Terbarukan, HGII Catat Laba Bersih Rp 11,58 Miliar pada Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026

Bank Neo Commerce Raup Laba Rp294,85 Miliar di Semester I-2026

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 19:27 WIB

Permata Bank Cetak Laba Bersih Tumbuh 4,5 Persen pada Semester I-2026, Kredit Naik Jadi Rp171,2 T

Permata Bank Cetak Laba Bersih Tumbuh 4,5 Persen pada Semester I-2026, Kredit Naik Jadi Rp171,2 T

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:24 WIB

Emiten AGRO Raup Laba Bersih Rp12,01 Miliar hingga Kuartal II-2026

Emiten AGRO Raup Laba Bersih Rp12,01 Miliar hingga Kuartal II-2026

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 19:10 WIB

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:31 WIB

Laba Bersih Chandra Asri Tembus Rp6,71 Triliun di Semester I-2026

Laba Bersih Chandra Asri Tembus Rp6,71 Triliun di Semester I-2026

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 18:32 WIB

Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%

Pendapatan Anjlok, Laba Bersih Adhi Karya Tiba-tiba Melesat 12,6%

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:03 WIB

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

×