- PT Jasa Marga mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,9 triliun pada semester I-2026 yang didorong oleh pertumbuhan pendapatan usaha.
- Peningkatan volume transaksi harian kendaraan turut mendongkrak pendapatan tol perusahaan secara signifikan pada periode semester I-2026.
- Direktur Utama Rivan A Purwantono menyatakan pencapaian tersebut memperkuat investasi layanan dan pembangunan ruas tol baru di Indonesia.
Suara.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,9 triliun di semester I-2026. Raihan ini, melonjak 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan laba bersih Jasa Marga ini, disumbang dari Pendapatan Usaha sebesar Rp10,3 triliun, tumbuh 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan Usaha Perseroan tersebut didorong oleh kontribusi Pendapatan Tol sebesar Rp9,5 triliun atau naik 6,8 persen dan Pendapatan Usaha Lain sebesar Rp798,2 miliar atau melonjak 17,6 perawn dibandingkan periode sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan yang diimbangi dengan optimalisasi operasional secara terukur berhasil mendorong EBITDA Perseroan mencapai Rp7,0 triliun, meningkat 8,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan margin EBITDA tetap terjaga di level 67,8 persen.
![Dirketur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono. [Suara.com/Achmad Fauzi].](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/15/47568-jasa-marga-rivan-a-purwantono.jpg)
Capaian EBITDA ini memperkuat kapasitas Perseroan dalam menghasilkan arus kas yang solid untuk memenuhi kewajiban finansial, sekaligus mendukung agenda investasi dan ekspansi usaha secara berkelanjutan.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, mengatakan pencapaian pada Semester I 2026 merupakan cerminan dari kepercayaan pengguna jalan tol dan kemampuan Perseroan dalam menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperkuat fundamental bisnis secara berkelanjutan.
"Bagi kami, kinerja keuangan yang solid dan arus kas yang sehat merupakan modal utama untuk terus berinvestasi pada peningkatan standar layanan, digitalisasi sistem management lalu lintas serta peremajaan fasilitas di seluruh koridor tol," ujarnya di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Sepanjang Semester I 2026, total volume transaksi tercatat sebesar 647,5 juta kendaraan, meningkat 1,7 peraen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebesar 3,58 juta kendaraan per hari.
Peningkatan volume transaksi tersebut turut mendorong pertumbuhan Pendapatan Tol Perseroan sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan mobilitas pada jaringan jalan tol yang dikelola Jasa Marga. persen dari total seluruh jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Penguatan jaringan ini terus dilanjutkan melalui percepatan pembangunan di sejumlah ruas baru, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, dan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi.
Pengembangan proyek-proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, menghubungkan simpul-simpul logistik, kawasan industri, dan destinasi wisata guna membangkitkan lalu lintas baru (traffic generation), sekaligus meningkatkan kelancaran rantai pasok nasional.
"Bagi Jasa Marga, pembangunan jalan tol tidak berdiri sendiri per ruas, melainkan bagian dari satu kesatuan jaringan yang saling terhubung. Karena itu, optimalisasi konektivitas antarruas menjadi kunci untuk mengoptimalkan utilisasi jaringan sekaligus mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di koridor yang kami layani," pungkas Rivan.