Meski Rupiah Menguat, BPS Ingatkan Pemerintah Tetap Hati-hati

Adhitya Himawan, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 15 Juli 2016 | 14:40 WIB
Meski Rupiah Menguat, BPS Ingatkan Pemerintah Tetap Hati-hati
Suasana transaksi pertukaran nilai mata uang asing terhadap rupiah di salah satu gerai Money Changer di Jakarta, Senin (11/5). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Badan Pusat Statistik (BPS) mecatat nilai tukar rupiah mengalami penguatan atau apresiasi terhadap tiga mata uang dunia, yakni Dolar Amerika Serikat, Dolar Australia dan Euro sepanjang bulan Juni 2016. Meski demikian, Kepala BPS, Suryamin mengimbau kepada pemerintah untuk tetap mewaspadai penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang dunia lainnya.

“Jika penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya tak disertai dengan nilai fundamental maka hal tersebut akan berdampak kepada kinerja ekspor Indonesia yang akan terganggu,” kata Suryamin saat ditemui di kantor BPS, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016).

Ia menjelaskan, penguatan nilai tukar rupiah tersebut lantaran beberapa mata uang dunia mengalami pelemahan setelah adanya keputusan dari brexit atau Inggris keluar dari zona Euro. Sehingga berdampak kepada penguatan nilai tukar rupiah.

“Dolar Australia, kurs rupiah di minggu I Juni sempat melemah karena dampak dari tingginya impor gandum dan daging untuk kebutuhan puasa dan Lebaran, maka dari itu rupiah berhasil menguat,” katanya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo pun mengungkapkan kekhawatirannya kepada penguatan nilai tukar rupiah belakangan terakhir. Pasalnya penguatan nilai tukar rupiah tersebut justru bisa mengurangi daya saing produk Indonesia di pasar global, lantaran barang yang dijual menjadi lebih mahal.

"Masalahnya, produk ekspor kita bisa menjadi lebih mahal karena penguatan rupiah yang terlalu tajam. Karena di Eropa maupun Inggris, mata uangnya melemah. Kalau penguatan kecil sih tidak masalah," katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kepada pemerintah untuk berhati-hati dengan adanya penguatan nilai tukar rupiah belakangan ini agar daya saing Indonesia dan perekonomian Indonesia bisa berjalan dengan baik.

Berdasarkan catatan BPS, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami apresiasi sebesar 2,95 persen pada Juni 2016. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap dolar Amerika terjadi pada minggu kelima Juni 2016, yaitu Rp13.179,22 per dolar AS.

Sedangkan rupiah terhadap dolar Australia juga mengalami apresiasi sebesar 0,57 persen terhadap dolar Australia pada Juni 2016. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap dolar Australia terjadi pada Minggu kelima Juni 2016 yang mencapai Rp9.734,89 per dolar Australia.

Rupiah juga mengalami apresiasi sebesar 3,58 persen terhadap euro. Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah eceran Rupiah terhadap euro terjadi pada minggu kelima Juni 2016 sebesar Rp14.632,08 per Euro. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BPS: Juni 2016, Rupiah Terapresiasi 2,95 Persen dengan Dolar AS

BPS: Juni 2016, Rupiah Terapresiasi 2,95 Persen dengan Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 14:10 WIB

Upah Buruh Selama Ramadan 2016 Naik 0,21 Persen

Upah Buruh Selama Ramadan 2016 Naik 0,21 Persen

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:29 WIB

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

BPS Sangsi Impor Daging Kerbau Turunkan Harga Daging Sapi

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:09 WIB

Juni 2016, BPS Catat Ada Kenaikan Impor Bom oleh Pemerintah

Juni 2016, BPS Catat Ada Kenaikan Impor Bom oleh Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 13:00 WIB

Neraca Perdagangan RI Juni 2016 Surplus 900,2 Juta Dolar AAS

Neraca Perdagangan RI Juni 2016 Surplus 900,2 Juta Dolar AAS

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 12:55 WIB

Impor Indonesia di Semester I 2016 Turun 10,86 Persen

Impor Indonesia di Semester I 2016 Turun 10,86 Persen

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 11:32 WIB

Ekspor Indonesia di Semester I 2016 Turun 11,12 Persen

Ekspor Indonesia di Semester I 2016 Turun 11,12 Persen

Bisnis | Jum'at, 15 Juli 2016 | 11:26 WIB

Dolar Melemah karena Ekspektasi Fed Menaikan Bunga Berkurang

Dolar Melemah karena Ekspektasi Fed Menaikan Bunga Berkurang

Bisnis | Sabtu, 02 Juli 2016 | 09:03 WIB

Produksi Padi Tahun 2015 Naik 6,42 Persen

Produksi Padi Tahun 2015 Naik 6,42 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 11:17 WIB

Jumlah  Kunjungan Wisman Per Mei ke Indonesia Naik 7,48 Persen

Jumlah Kunjungan Wisman Per Mei ke Indonesia Naik 7,48 Persen

Bisnis | Jum'at, 01 Juli 2016 | 11:11 WIB

Terkini

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

Golkar Soal Kabar 6-7 Ketum Parpol Diduga Turut Disadap Listyo: Sinyal Buruk Bagi Demokrasi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:32 WIB

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Jay Idzes Bongkar Borok Sassuolo, Kualitas Bagus Tak Cukup Tanpa Mentalitas

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 20:30 WIB

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Penyadapan, Belum Ditahan karena Sakit

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:21 WIB

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

Bareskrim Tetapkan Irjen Slamet Uliandi Tersangka Kasus Penyadapan Prabowo

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:18 WIB

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

Jadi Dewan Pembina MC Bareskrim, Irjen Slamet Uliandi Punya Kewenangan Izinkan Penyadapan

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:16 WIB

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Dari Tagar ke Aksi Nyata: Bukti Gen Z Vocal Awasi Isu Negara, Bukan FOMO!

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:15 WIB

The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat

The Old Money Rules: Pelajaran Finansial dari Para Konglomerat

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 20:08 WIB

Rocky Gerung Soroti Praktik Penyadapan Ilegal Oknum Kepolisian ke Prabowo

Rocky Gerung Soroti Praktik Penyadapan Ilegal Oknum Kepolisian ke Prabowo

Video | Kamis, 05 November 2026 | 20:05 WIB

DPR Usulkan Aset Pelaku Karhutla Dirampas Negara

DPR Usulkan Aset Pelaku Karhutla Dirampas Negara

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:01 WIB

Momen Roy Suryo Lempar Senyum dan Angkat Jempol Saat Salaman dengan Jokowi

Momen Roy Suryo Lempar Senyum dan Angkat Jempol Saat Salaman dengan Jokowi

News | Kamis, 05 November 2026 | 20:01 WIB

×