Kalangan Petani Kelapa Sawit Sayangkan Pembubaran IPOP

Adhitya Himawan

Sabtu, 16 Juli 2016 | 14:25 WIB
Kalangan Petani Kelapa Sawit Sayangkan Pembubaran IPOP
Lahan perkebunan kelapa sawit di Indonesia. [perkebunan.litbang.pertanian.go.id]

Ketua Umum Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto menyayangkan pembubaran  Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP). Pembubaran IPOP membuat komitmen perusahaan sawit untuk mengembangkan industri sawit dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan tak memiliki jaminan yang mengikat. 

"Sebetulnya IPOP selama ini telah banyak membantu petani kelapa sawit. Mulai dari capacity building pada para petani dan sebagainya," kata Darto dalam wawancara dengan Suara.com di Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Selain itu, Darto melihat keberadaan IPOP sejak zaman Pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono hingga kini Presiden Joko Widodo sudah banyak membantu pemerintah. Melalui IPOP, perusahaan sawit berkomitmen zero deforestation dalam membuka lahan baru untuk perkebunan sawit. "Jadi komitmen boleh buka lahan sawit tetapi tidak boleh rusak hutan. Sejak dulu negara sudah punya. Tapi swasta dulu susah sekali untuk punya komitmen ini. Nah IPOP inilah yang mengikat komitmen swasta agar zero deforestastion," ujar Darto.

Sekarang tanpa IPOP, komitmen swasta kini tak ada. Kecuali Kementerian pertanian bisa memastikan komitmen standar Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO) bisa dipatuhi dengan ketat oleh seluruh perusahan kelapa sawit. "Jika standar IPOP bisa digunakan dalam ISPO, maka komitmen zero deforestation bisa dijalankan sampai kebawah," tutup Darto.

Sebagaimana diketahui, nasib IPOP akhirnya tamat. Manajemen yang beranggotakan enam perusahaan kelapa sawit raksasa di Indonesia ini telah resmi membubarkan diri. Kepastian ini terungkap kepada publik setelah perwakilan enam perusahaan melaporkan pembubaran diri manajemen IPOP kepada Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kemtan) pada Rabu (29/6/2017) lalu.

Direktur Jenderal Perkebunan Kemtan Gamal Nasir membenarkan telah bertemu dengan empat dari enam perusahaan anggota IPOP untuk deklarasi pembubaran ini. Keempat perusahaan itu adalah PT Asian Agri, PT Astra Agro Lestari Tbk, PT Wilmar Nabati Indonesia, dan Golden Agri Resources (GAR), induk usaha PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (SMART) Tbk. Sedangkan dua perusahaan lainnya, PT Cargill Indonesia dan PT Musim Mas Group, tidak hadir. Tapi, Gamal memastikan dua perusahaan ini juga sepakat soal pembubaran IPOP.

Gamal menyatakan keenam perusahaan anggota IPOP memilih pisah jalan untuk menaati aturan pemerintah yang mewajibkan setiap perusahaan kelapa sawit menjalankan standar ISPO.

Selain itu, para korporasi sawit anggota IPOP memutuskan untuk membubarkan diri guna meminta surat keterangan dari pemerintah yang menyatakan IPOP bubar. Surat ini dibutuhkan guna menghadapi risiko hukum anggota IPOP atas tuduhan kartel dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan ancaman total denda sebesar Rp750 miliar. Sebelumnya, KPPU memang tengah menginvestigasi dugaan kartel industri kelapa sawit yang dilakukan anggota IPOP. Ketua KPPU Syarkawi Rauf pernah menyebut, KPPU akan mengevaluasi kasus ini jika IPOP membubarkan diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sulitnya Petani Sawit Dapat Akses Perbankan Picu Bakar Hutan

Sulitnya Petani Sawit Dapat Akses Perbankan Picu Bakar Hutan

Bisnis | Sabtu, 16 Juli 2016 | 13:27 WIB

SAWIT Challenge Gelar Kompetisi Ide Panen Sawit Berkelanjutan

SAWIT Challenge Gelar Kompetisi Ide Panen Sawit Berkelanjutan

Press Release | Sabtu, 16 Juli 2016 | 06:49 WIB

Legalitas Lahan Jadi Kendala Petani Sawit Akses Perbankan

Legalitas Lahan Jadi Kendala Petani Sawit Akses Perbankan

Bisnis | Rabu, 01 Juni 2016 | 11:16 WIB

Petani Sawit Dinilai Masih Sulit Akses Pembiayaan Perbankan

Petani Sawit Dinilai Masih Sulit Akses Pembiayaan Perbankan

Bisnis | Rabu, 01 Juni 2016 | 06:59 WIB

Kemendag Tetapkan Harga Referensi Produk CPO Turun

Kemendag Tetapkan Harga Referensi Produk CPO Turun

Bisnis | Selasa, 31 Mei 2016 | 14:51 WIB

BPDPKS Gandeng BRI untuk E-Money Pungutan Dana Sawit

BPDPKS Gandeng BRI untuk E-Money Pungutan Dana Sawit

Bisnis | Jum'at, 27 Mei 2016 | 03:00 WIB

Bank Mandiri Layani Bayar Pungutan Kelapa Sawit via E-Channel

Bank Mandiri Layani Bayar Pungutan Kelapa Sawit via E-Channel

Bisnis | Kamis, 26 Mei 2016 | 22:00 WIB

Indonesia Bidik Azerbaijan Untuk Pintu Masuk Ekspor CPO ke Eropa

Indonesia Bidik Azerbaijan Untuk Pintu Masuk Ekspor CPO ke Eropa

Bisnis | Selasa, 24 Mei 2016 | 08:07 WIB

Moratorium Izin Konsesi Dinilai Bikin Industri Sawit Stagnan

Moratorium Izin Konsesi Dinilai Bikin Industri Sawit Stagnan

Bisnis | Senin, 23 Mei 2016 | 05:00 WIB

Koalisi Internasional Serukan Sanksi atas Kebakaran Hutan di RI

Koalisi Internasional Serukan Sanksi atas Kebakaran Hutan di RI

News | Sabtu, 30 April 2016 | 09:58 WIB

Terkini

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

×