Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.319,613
LQ45 635,207
Srikehati 308,696
JII 378,581
USD/IDR 18.032

Paket Deregulasi Ekonomi Indonesia Diapresiasi Banyak Negara

Adhitya Himawan

Rabu, 10 Agustus 2016 | 13:14 WIB
Paket Deregulasi Ekonomi Indonesia Diapresiasi Banyak Negara
Gedung Kementerian Perdagangan, di Jakarta Pusat, Sabtu (12/3/2016). [Suara.com/Adhitya Himawan]

Paket deregulasi ekonomi menuai apresiasi positif. Pujian ini dinilai menambah kepercayaan masyarakat dunia pada Indonesia. Sejumlah negara bahkan mulai menaikkan tingkat kerja sama perdagangan dan investasi dengan membuka kantor perwakilan di Indonesia.

"Beberapa negara mitra menyampaikan informasi akan membuka perwakilan dagang dan investasi di Indonesia untuk memfasilitasi peningkatan hubungan dagang dan investasi kedua negara,” tegas Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo dalam keterangan resmi, Selasa (9/8/2016).

Pertemuan Para Menteri ASEAN ke-48 di Vientiane, Laos, 3-6 Agustus 2016 lalu, kata Iman, juga dimanfaatkan untuk melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa mitra dagang seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Hong Kong. Respon positif juga datang dari Lembaga Riset Internasional seperti The Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) yang berperan penting terhadap penguatan kapasitas intelektual di kawasan Asia Timur dan anggota ASEAN. Pertemuan membahas kemitraan strategis, peningkatan peluang akses pasar, investasi, perdagangan, serta pengembangan industri dan teknologi.

Hasil pertemuan sangat positif. Paket deregulasi ekonomi mendapat pujian. Berbagai hambatan dalam perdagangan dan investasi sudah tak ada lagi. "Banyak negara mangapresiasi paket deregulasi ekonomi yang dilakukan Indonesia," kata Iman.

Selain itu, pergantian kabinet baru-baru ini dipandang positif bagi proses reformasi ekonomi di Indonesia. “Tingkat kepercayaan dunia usaha juga semakin meningkat sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, kinerja perdagangan, dan investasi bagi Indonesia,” kata Iman.

Beberapa pihak juga mengapresiasi langkah Indonesia memperbanyak kerja sama perdagangan bebas dengan dengan mitra dagang, seperti Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia European Free Trade Association-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA), dan Indonesia European Union-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Bahkan niat Indonesia untuk bergabung dalam Kemitraan Trans-Pasifik (Trans-Pacific Partnership/TPP) menjadi langkah nyata Pemerintah untuk merespon tuntutan dan tantangan global yang diwarnai datangnya era ekonomi digital dan global value chain (GVC).

Iman menjelaskan bahwa Indonesia dianggap penting bagi negara mitra dagang. Banyak potensi yang dapat digali lebih optimal dengan semakin meningkatnya peranan ASEAN dalam memberikan kontribusi yang signifikan dalam pertumbuhan perekonomian global.

Indonesia saat ini tidak hanya fokus pada isu kelapa sawit, namun juga isu-isu yang terkait dengan kepentingan akses pasar untuk sumber daya alam seperti kakao, kelapa, dan kopi yang berorientasi pada nilai tambah. Selain itu, isu-isu standardisasi dan rekognisi juga menjadi prioritas dalam meningkatkan akses pasar Indonesia ke negara tujuan ekspor.

Pada pertemuan dengan ERIA, kedua belah pihak membahas kerja sama untuk meningkatkan kapasitas anggota ASEAN dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) melalui penyelenggaraan program specific project strategy. Program tersebut memfokuskan pada komponen perdagangan di bidang jasa (Goods-Services-Investment-Competition Policy) secara komprehensif. Ke depan, sektor perdagangan di bidang jasa akan memainkan peran penting dalam perekonomian global.

Pertemuan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional juga dilakukan dengan kalangan dunia usaha seperti Coca Cola, UPS, Philip Morris, Pay Pal, Sea Gate, Medtronics, Ford, dan General Motors.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:51 WIB

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:50 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:48 WIB

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?

Your Say | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:47 WIB

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:46 WIB

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:43 WIB

×