Suara.com - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memperkenalkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai kerangka pelaksanaan program untuk menyiapkan 500 ribu Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang kompeten, terlindungi, dan berdaya saing global hingga 2029.
Asta Mandala SMK Go Global diperkenalkan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin dalam Konferensi Pers Asta Mandala SMK Go Global, di Aula KH Abdurrahman Wahid, Kantor Kementerian P2MI, Jalan MT Haryono Kavling 52, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026).
Mukhtarudin mengatakan, program ini menjadi bagian dari transformasi Kementerian P2MI untuk memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia sejak sebelum penempatan, saat bekerja di luar negeri, hingga kembali ke Tanah Air.
"Kami melakukan transformasi kelembagaan, sistem, dan budaya kerja," katanya.

Mukhtarudin menjelaskan, Kementerian P2MI juga telah menyusun grand design pengembangan kelembagaan hingga 2045 sebagai arah pembangunan pelindungan pekerja migran Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya. pemerintah juga mengubah paradigma penempatan pekerja migran dari tenaga kerja berkeahlian rendah menuju tenaga kerja dengan kompetensi medium hingga high skill sesuai kebutuhan industri global.
Sebagai bagian dari percepatan program, pemerintah menargetkan penyiapan dan penempatan 500 ribu CPMI secara bertahap hingga 2029. Target itu terdiri atas 40 ribu CPMI pada 2026, 140 ribu pada 2027, 180 ribu pada 2028, dan 140 ribu pada 2029.
Mukhtarudin menjelaskan, pelatihan peserta dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kerja dari negara tujuan yang telah terverifikasi.
"Bukan dilatih dulu baru ditempatkan," ujar Mukhtarudin.
Ia menyebut, peserta akan dibekali kompetensi sesuai kebutuhan industri sehingga memiliki peluang lebih besar untuk langsung bekerja setelah menyelesaikan pelatihan.
Program SMK Go Global dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sejumlah negara, seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, Taiwan, Malaysia, Singapura, Turki, Maladewa, serta beberapa negara lain yang telah memiliki kebutuhan tenaga kerja.
Pendaftaran program dijadwalkan mulai dibuka pada 12 Agustus 2026 melalui 23 balai pelatihan Kementerian P2MI yang tersebar di berbagai provinsi.
Dalam kesempatan itu, Mukhtarudin juga memperkenalkan Asta Mandala SMK Go Global sebagai kerangka utama pelaksanaan program.
Asta Mandala SMK Go Global dibangun melalui dua pilar utama, yakni Panca Sukses sebagai strategi pelaksanaan program dan Tri Dampak sebagai hasil yang ingin dicapai.
Panca Sukses menjadi strategi utama dalam pelaksanaan program yang mencakup peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja global, pelindungan pekerja migran melalui penempatan yang legal dan aman, penempatan berbasis kebutuhan industri, peningkatan kesejahteraan melalui remitansi, serta tata kelola yang profesional, transparan, akuntabel, dan terintegrasi.