Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Bergantung Keberhasilan Tax Amnesty

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 09 September 2016 | 16:18 WIB
Darmin: Pertumbuhan Ekonomi Bergantung Keberhasilan Tax Amnesty
Menko Perekonomian Darmin Nasution saat menggelar open house di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/7/2016). (Suara.com/Dian Kusumo Hapsari)

Suara.com - Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan DPR menyepakati asumsi pertumbuhan ekonomi nasional 5,1 persen di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017. Asumsi tersebut lebih rendah jika dibandingkan dalam APBN Perubahan 2016 sebesar 5,2 persen.

Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan dipengaruhi berhasil atau tidaknya program pengampunan pajak yang sudah berlaku sejak 18 Juli 2016 hingga Maret 2017.

"Sebetulnya itu (pertumbuhan ekonomi) sangat tergantung pada tax amnesty. Jadi kami mendorong tax amnesty ini berjalan dengan baik," kata Darmin di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2016).

Darmin mengungkapkan jika tax amnesty berhasil merealisasikan target penerimaan pajak, diperkirakan ekonomi Indonesia tahun depan memungkinkan untuk tumbuh lebih tinggi.

"Kalau cukup bagus (realisasi tax amnesty), bisa di atas 5,1 persen pertumbuhan ekonominya. Tapi jika tidak cukup bagus, tumbuh 5,1 persen saja sudah bagus," katanya.

Pemerintah memasang target uang tebusan dari program tax amnesty sebesar Rp165 triliun, deklarasi harta hingga Rp4 ribu triliun.

Darmin optimistis target tax amnesty dapat tercapai dan tidak akan direvisi oleh pemerintah lantaran masih banyak Wajib Pajak yang belum membayar pajak.

"Mau direvisi atau tidak, realisasinya berapa kan tidak bisa diprediksi juga. Terus oleh Menteri Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak itu terus mengembangkan, merumuskan upaya-upaya, mengundang dan menghubungi wajib pajak besar. Ini masih berjalan, jangan buru-buru (revisi)," kata dia.

Seperti diketahui, rapat antara pemerintah, BI, dan DPR menyepakati asumsi makro dalam RAPBN 2017. Pertumbuhan ekonomi 5,1 persen, tingkat Inflasi 4 persen. Sedangkan Nilai tukar rupiah Rp13.300 per dolar AS. Suku bunga Surat Perbendaharaan Negara tiga bulan adalah 5,3 persen. Dalam RAPBN 2017 tersebut disepakati pula, pengangguran 5,6 persen, kemiskinan 10,5 persen, Gini Ratio 0,39, dan Indeks Pembangunan Manusia 70,1.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Geledah Kantor ATR/BPN, KPK Temukan Bukti-bukti dari Ruang Kerja Anak Buah Nusron Wahid

Geledah Kantor ATR/BPN, KPK Temukan Bukti-bukti dari Ruang Kerja Anak Buah Nusron Wahid

News | Kamis, 17 September 2026 | 19:12 WIB

Ahmad Ali: Gelombang Besar Menuju Kemenangan PSI 2029 Dimulai dari Sulteng

Ahmad Ali: Gelombang Besar Menuju Kemenangan PSI 2029 Dimulai dari Sulteng

Sulsel | Kamis, 17 September 2026 | 19:06 WIB

IPB University dan BRIN Luncurkan Innobridge, Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi

IPB University dan BRIN Luncurkan Innobridge, Perkuat Kolaborasi Riset dan Inovasi

Bogor | Kamis, 17 September 2026 | 19:06 WIB

Kenapa HP Panas saat Menyalakan Hotspot? Begini Cara Mengatasinya

Kenapa HP Panas saat Menyalakan Hotspot? Begini Cara Mengatasinya

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 19:05 WIB

Interview Online vs Offline, Mana yang Lebih Masuk Akal?

Interview Online vs Offline, Mana yang Lebih Masuk Akal?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 19:00 WIB

Rumah Raden Saleh Dipugar, Bersiap Jadi Ruang Publik Baru

Rumah Raden Saleh Dipugar, Bersiap Jadi Ruang Publik Baru

Foto | Kamis, 17 September 2026 | 18:55 WIB

Eksplorasi Efek Film Hingga Kuliner, Cara Tito Hartono Menginspirasi Pengguna Media Sosial

Eksplorasi Efek Film Hingga Kuliner, Cara Tito Hartono Menginspirasi Pengguna Media Sosial

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:52 WIB

Menko IPK Minta Kota Bersiap, tapi Mengapa Birokrasi Daerah Lambat?

Menko IPK Minta Kota Bersiap, tapi Mengapa Birokrasi Daerah Lambat?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 18:50 WIB

Mesra di LRT Kelapa Gading-Manggarai, Akankah Prabowo-Pramono Berduet di 2029?

Mesra di LRT Kelapa Gading-Manggarai, Akankah Prabowo-Pramono Berduet di 2029?

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:49 WIB

Kemendag Minta Tambahan Rp1,86 Triliun, Rp1,2 Triliun untuk Pasar Rakyat

Kemendag Minta Tambahan Rp1,86 Triliun, Rp1,2 Triliun untuk Pasar Rakyat

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 18:49 WIB

×