Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Dinda Rachmawati

Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
Nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang menularkan virus dengue. (Sumber: Shutterstock)
baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan mencatat anak usia lima hingga empat belas tahun mengalami proporsi kematian akibat DBD tertinggi pada periode dua ribu delapan belas hingga dua ribu dua puluh lima.
  • Dokter Ikhsanuddin menyatakan penularan virus dengue dari nyamuk Aedes aegypti terjadi sepanjang tahun sehingga mengancam kesehatan anak di rumah maupun sekolah.
  • Studi Universitas Gadjah Mada memperkirakan beban ekonomi akibat dengue di Indonesia mencapai hampir sembilan triliun rupiah pada tahun dua ribu dua puluh empat.

Suara.com - Memasuki tahun ajaran baru, orang tua biasanya disibukkan dengan menyiapkan berbagai kebutuhan sekolah anak, mulai dari seragam, buku pelajaran, hingga perlengkapan belajar lainnya. 

Namun, ada satu hal penting yang juga perlu menjadi perhatian, yakni menjaga kesehatan anak agar tetap terlindungi dari penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD).

Hal ini menjadi penting karena anak termasuk kelompok yang rentan mengalami dampak serius akibat dengue. Data Kementerian Kesehatan periode 2018–2025 menunjukkan kelompok usia 5–14 tahun secara konsisten mencatat proporsi kematian akibat dengue tertinggi dibanding kelompok usia lainnya. 

Pada 2025, sebanyak 59 persen kematian akibat DBD terjadi pada anak usia 0–14 tahun, dengan 41 persen berasal dari kelompok usia 5–14 tahun.

Dokter sekaligus kreator konten kesehatan, dr. Ikhsanuddin Qothi, mengatakan masih banyak masyarakat yang menganggap DBD hanya perlu diwaspadai saat musim hujan. Padahal, anggapan tersebut kurang tepat.

"DBD bukan penyakit musiman. Risiko penularannya ada sepanjang tahun, sehingga kewaspadaan juga perlu dijaga setiap saat. Pada musim kemarau pun tempat yang menampung air tetap dapat menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk jika tidak dibersihkan secara rutin," jelas dr. Ikhsan.

Ia menjelaskan, DBD disebabkan oleh virus dengue yang memiliki empat serotipe, yakni DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang aktif terutama pada pagi dan sore hari, bertepatan dengan waktu anak berangkat maupun pulang sekolah.

Karena itu, risiko paparan tidak hanya ada di rumah, tetapi juga selama anak berada di sekolah, mengikuti kegiatan olahraga, ekstrakurikuler, maupun saat beraktivitas di lingkungan sekitar. 

Menurut dr. Ikhsan, sekolah juga memiliki peran penting dalam pencegahan dengan memastikan tidak ada genangan air, melakukan pemantauan jentik secara berkala, serta mengajak seluruh warga sekolah menerapkan gerakan 3M Plus.

baca juga

Hal lain yang sering disalahpahami masyarakat adalah anggapan bahwa seseorang yang pernah terkena DBD akan kebal selamanya. Padahal, seseorang yang sudah terinfeksi salah satu serotipe virus dengue masih dapat terinfeksi kembali oleh serotipe lainnya.

"Infeksi berikutnya dapat meningkatkan risiko terjadinya dengue berat. Karena itu, orang tua tetap perlu melakukan pencegahan meskipun anak sebelumnya pernah terkena DBD," ujar dr. Ikhsan.

Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak lengah ketika demam anak mulai turun. Pada sebagian kasus, tanda bahaya justru dapat muncul setelah fase demam berakhir.

Jika anak mengalami muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, perdarahan, tampak sangat lemas, gelisah, atau kesadarannya menurun, segera bawa ke fasilitas kesehatan.

Selain mengancam kesehatan, DBD juga berdampak pada aktivitas belajar dan kondisi ekonomi keluarga. Anak dapat kehilangan waktu belajar karena harus dirawat, sementara proses pemulihan sering kali masih membutuhkan waktu meski sudah diperbolehkan pulang. 

Studi Universitas Gadjah Mada bahkan memperkirakan beban ekonomi dengue di Indonesia mencapai hampir Rp9 triliun pada 2024, termasuk biaya pengobatan, transportasi, hingga hilangnya pendapatan orang tua yang harus mendampingi anak selama sakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat

Anak Petani Banyumas Raih Predikat Lulusan Terbaik IPDN, Presiden Sematkan Tanda Pangkat

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:16 WIB

Keindahan Damaskus dalam "The City of Jasmine" Karya Nadine Presley

Keindahan Damaskus dalam "The City of Jasmine" Karya Nadine Presley

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:11 WIB

Review Island Storm: Buku Anak Paling Puitis untuk Kenalkan, Bukan Ditakuti, pada Badai

Review Island Storm: Buku Anak Paling Puitis untuk Kenalkan, Bukan Ditakuti, pada Badai

Your Say | Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Terkini

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

NGORBIT: Wavi Zihan & Ihsan Tarore Ungkap Kisah Mistis di Balik Layar Film Rambut Sewu

Video | Minggu, 01 November 2026 | 15:08 WIB

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Tragedi Berdarah di Pringsewu: Anak Tebas Ayah Kandung Pakai Golok, Pelaku Dievakuasi ke RSJ

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 15:04 WIB

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

Soroti Rekam Jejak Terkait Israel, PKS Desak Pramono Tinjau Ulang Konser Andrea Bocelli di Jakarta

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:03 WIB

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Negara Minta Inovasi, tetapi Pelaku Agribisnis Justru Dipersulit

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Perjalanan Raffi Ahmad: Dari Figuran, Digerebek Pesta Narkoba, hingga Masuk Istana

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 15:00 WIB

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

AKBP Netty Siagian Mundur dari Polri: Menyakitkan Bertahan dalam Tatanan Tak Lagi Sejalan

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

3 Sunscreen Moisturizer untuk Usia 50-an, Lindungi Kulit Sekaligus Bantu Melembapkan

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:50 WIB

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Simulasi IHSG Tanpa Saham HSC, Apakah Bursa Bakal Menguat?

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 14:49 WIB

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Cara Mengusir Laron Tanpa Mematikan Lampu, Dijamin Ampuh

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 14:36 WIB

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Ulasan Cerpen Lotre dalam Buku Lotre dan Cerita-Cerita Lainnya

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 14:30 WIB

×