- Polres Metro Jakarta Pusat menyatakan atlet golf Jesslyn Wijaya bukan korban penculikan seperti laporan awal.
- Jesslyn pergi ke luar negeri atas kesadaran sendiri bersama ibu dan tantenya pada Juli 2026.
- Polisi tetap melanjutkan penyelidikan kasus ini meskipun pelapor telah mencabut laporannya pada Juli 2026.
Suara.com - Dugaan aksi penculikan terhadap atlet golf, Jesslyn Wijaya terkuak. Polisi menyatakan, jika wanita berusia 34 tahun ini bukan korban penculikan.
“Bukan penculikan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, saat dihubungi awak media, Minggu (2/8/2026).
Roby mengatakan, Jesslyn dibawa ibu dan tantenya ke luar negeri. Ia sempat bepergian ke Kuala Lumpur dan Bangkok atas kesadarannya sendiri.
“Jesslyn ikut ke luar negeri dengan kesadaran sendiri,” ucap Roby.
Sebabnya, saat ini kesimpulan soal dugaan penculikan tersebut terpatahkan. Namun, hingga saat ini pihak kepolisian belum menghentikan perkara ini.
“Saat ini kami simpulkan bukan perkara penculikan. Perkara belum dihentikan, masih direncanakan jadwal gelarnya,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang atlet golf perempuan bernama Jesslyn Wijaya diduga menjadi korban penculikan di Restoran Saung Kita, Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026) lalu.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, berdasarkan keterangan rekan korban, JW didatangi oleh lima orang dan dibawa paksa dari restoran tersebut.
“Kejadian di Restoran Saung Kito pada Senin (13/7). Diduga korban didatangi oleh lima orang yang membawa paksa dan pergi dari restoran itu,” kata Roby saat dikonfirmasi, Selasa (21/7/2026).
Saat ini, kata Roby, pihaknya telah melalukan identifikasi pelaku dengan mengecek CCTV dan memeriksa para saksi, termasuk orang tua korban.
“Sampai saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kejadian yang dilaporkan tersebut,” kata Roby.
Roby menyampaikan, kekinian pelapor telah mencabut laporan pada Minggu (19/7/2026) kuasa hukum mencabut laporannya.
Namun pihak kepolisian belum menghentikan penyelidikan karena masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya.
“Jadi untuk korban masih kami lakukan penyelidikan keberadaannya. Ada kemungkinan tidak di Jakarta, namun kami masih melakukan penyelidikan sampai dengan menemukan benarkah peristiwa ini atas kemauan korban atau memang ada dugaan tindak pidana penculikan seperti yang dilaporkan di awal,” jelasnya.
Kasus dugaan penculikan ini dilaporkan secara resmi ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026) lalu.
Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.
Laporan tersebut dibuat oleh seorang teman dekat Jesslyn yang berinisial NAH (37) usai mendapat informasi adanya dugaan penculikan tersebut.