Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Kecemasan Atas Deutsche Bank AG Membebani Saham Asia dan Eropa

Adhitya Himawan

Senin, 03 Oktober 2016 | 15:39 WIB
Kecemasan Atas Deutsche Bank AG Membebani Saham Asia dan Eropa
Bursa saham Tokyo Stock Exchange di Tokyo, Jepang. [Antara/Reuters]

Indeks Harga Sagam Gabungan (IHSG) Jumat (30/9/2016) ditutup turun sebesar 67 poin atau 1,24 persen ke level 5.364 setelah bergerak di antara 5.364-5.437. Sebanyak 105 saham naik, 190 saham turun, 76 saham tidak bergerak. Investor bertransaksi Rp 8.995 triliun. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) Rp 240 miliar.

Penjelasan tersebut tertuang dalam keterangan resmi Direktur PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee, Senin (3/10/2016).

Pasar Amerika melambung dari pelemahan tajam sehari sebelumnya, sementara kecemasan atas bank terbesar Jerman masih membebani kinerja saham di Eropa dan Asia. Namun emiten Deutsche Bank AG berhasil pulih 6.4 persen, bangkit dari pelemahan intraday yang tajam. Pulihnya saham sektor keuangan, termasuk di AS pada hari Jumat (30/9/2016) dipicu oleh optimisme para investor dan analis yang menilai meski terdapat masalah pada perbankan, namun sistem keuangan saat ini sudah lebih kuat dibanding masa krisis keuangan global sehingga tidak terlihat sebagai problem sistemik terhadap sistem perbankan global. Dow Jones menguat 0,91 persen ke levcel 18,308. "Nasdaq menguat 0,77 persen ke level 4,875 dan S&P menguat 0,80 persen ke level 2,168," kata Hans.

Pasar Eropa Eropa pada hai Jumat berhasil membalikkan pelemahan tajam dan be-rakhir menguat setelah adanya kabar Deutsche Bank akan membayar denda ke reg-ulator AS lebih rendah dari yang diperkirakan. Menyusul reli saham bank asal Jerman tersebut, indeks DAX 30 menguat 1 persen menjadi 10.551. "Sementara CAC naik 0,1 persen menjadi 4.448. Saham perusahaan sektor komoditas tertehan di zona merah yang membeni indeks FTSE 100, dan berakhir melemah 0,3 persen menjadi 6.899," ujar Hans.

Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun 2016 terus berada dalam tren yang menurun. Ke depan, inflasi IHK pun diprediksi akan tetap pada level yang rendah. Di bulan Agustus 2016 secara year on year (tahunan) inflasi di 2,8 persen, ini merupakan level terendah sejak tahun 2009. Ada penjelasan menarik mengapa inflasi terus berada dalam tren melambat. Selain karena inflasi inti atau core inflation yang tidak banyak bergerak. Terkendalinya inflasi tidak lepas dari keberhasilan pemerintah dalam mengelola inflasi di sisi pasokan. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah dalam menjaga inflasi di sisi pasokan tersebut adalah dengan berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan dibentuknya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), langkah ini dinilai berhasil.

"Karena kalau dilihat inflasi pangan yang biasanya double digit sekarang turun hingga secara year on year cuma 5,3 persen, ini satu alasan mengapa inflasi sekarang berada di bawah 3 persen di Agustus 2016," tutup Hans.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penjualan Semen Indonesia Sepanjang Agustus Naik 187 Persen

Penjualan Semen Indonesia Sepanjang Agustus Naik 187 Persen

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 10:18 WIB

Investor Saham AS dan Eropa Tunggu Policy The Fed dan BOJ

Investor Saham AS dan Eropa Tunggu Policy The Fed dan BOJ

Bisnis | Rabu, 21 September 2016 | 09:55 WIB

Merdeka Copper Gold Restrukturisasi Kepemilikan Saham

Merdeka Copper Gold Restrukturisasi Kepemilikan Saham

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 08:43 WIB

The Fed dan BOJ akan Bertemu, Pasar Amerika Melemah

The Fed dan BOJ akan Bertemu, Pasar Amerika Melemah

Bisnis | Selasa, 20 September 2016 | 08:35 WIB

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Forextime Prediksi Bank Sentral Inggris akan Pangkas Suku Bunga

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 11:02 WIB

Unilever Tambah Kapasitas 9 Pabrik untuk Perkuat Pasokan

Unilever Tambah Kapasitas 9 Pabrik untuk Perkuat Pasokan

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 10:13 WIB

Kenaikan Harga Minyak Picu Saham AS dan Eropa Menguat

Kenaikan Harga Minyak Picu Saham AS dan Eropa Menguat

Bisnis | Jum'at, 16 September 2016 | 10:07 WIB

Forextime: Ketidakpastian The Fed Membebani IHSG

Forextime: Ketidakpastian The Fed Membebani IHSG

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 11:01 WIB

Waskita Karya Tawarkan Obligasi Senilai Rp5 Triliun

Waskita Karya Tawarkan Obligasi Senilai Rp5 Triliun

Bisnis | Kamis, 15 September 2016 | 09:45 WIB

Terkini

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:51 WIB

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:20 WIB

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:16 WIB

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:25 WIB

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:34 WIB

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB