Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.772.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.723,320
LQ45 657,880
Srikehati 323,518
JII 437,887
USD/IDR 17.491

Hadapi MEA, Menperin Tekankan Penguatan Branding Produk Industri

Adhitya Himawan | Suara.com

Minggu, 09 Oktober 2016 | 02:18 WIB
Hadapi MEA, Menperin Tekankan Penguatan Branding Produk Industri
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. [Dok Kementerian Perindustrian]

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menekankan pentingnya penguatan branding produk industri dalam negeri, terutama di tengah pertarungan implementasi pasar bebas seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Dalam menghadapi MEA saat ini, kami juga mendorong pelaku industri untuk menguatkan branding­ produknya. Hal ini menjadi penting guna meningkatkan daya saing,” kata Menperin pada Peluncuran dan Talkshow Buku Inisiatif Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Univeritas Gadjah Mada (KAFEGAMA) dengan judul "Menumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, Memenangkan Masyarakat Ekonomi ASEAN" di Jakarta, Jumat (7/10/2016).

Menurutnya, apabila sebuah produk sudah di-branding dengan baik, maka akan memiliki nilai jual yang lebih dan membuat ciri khas tersendiri dibandingkan produk serupa lainnya. Selain itu, penguatan merek juga mampu memperluas akses ke pasar internasional.

“Kualitas produk industri kita sebenanya banyak yang bagus. Bahkan sudah ada yang menguasai pasar ekspor. Jadi, pelaku industri harus percaya diri dan kreatif dalam memberikan nama produknya,” tutur Airlangga.

Menperin pun meminta kepada pelaku industri agar membuat kemasan yang menarik dan unik sehingga mendongkrak label dan memberikan ‘ruh’ pada produk tersebut. “Kami akan fasilitasi melalui balai-balai di lingkungan Kemenperin untuk kegiatan litbang,” ujarnya.

Kemudian, diharapkannya juga, penguatan merek produk industri dalam negeri dapat mencerminkan tentang kebudayaan atau identitas nasional. Hal ini agar konsumen luar negeri dapat mengenali asal negara produk tersebut.

“Misalnya Jepang, mereka membangun industri otomotif di Indonesua untuk basis kebutuhan pasar dunia. Walaupun kandungan produknya mencapai 90 persen dari industri komponen kita, tetapi orang mengetahui brand mobil Daihatsu dan Toyota dari Jepang,” papar Airlangga.

Berdasarkan indikator kinerja pedagangan di tingkat ASEAN, Indonesia unggul di berbagai sektor industri seperti industri makanan, tekstil, kimia, mineral dan alat transportasi. “Sedangkan, dilihat dari revealed comparative advantage, Indonesia unggul di 100 produk,” sebut Airlangga seraya mengharapkan sektor-sektor tersebut akan menjadi ambassador industri nasional di kancah regional sampai dunia.

Menperin optimistis, industri nasional mampu memenangi pasar MEA karena populasi ASEAN serta ekonominya didominasi oleh Indonesia. “Negara kita menyumbang 40 persen dalam populasi dan 35 persen dalam kontribusinya terhadap ekonomi. Sehingga jika dilihat dari populasi dan PDB, kita sudah menang,” tegasnya.

Lebih jauh, Airlangga mengajak industri dan masyarakat Indonesia agar mendukung dan menyukseskan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN). Wujud dukungan ini baik dengan menggunakan barang atau jasa produksi dalam negeri, maupun menyediakan barang dan jasa berkualitas untuk mensubstitusi barang-barang kebutuhan yang sebelumnya didapatkan melalui impor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kemenperin Siapkan Standar SNI untuk Produk Pelumas

Kemenperin Siapkan Standar SNI untuk Produk Pelumas

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 17:22 WIB

Nilai Tambah Industri Kecil Menengah ke PDB Rp222 Triliun

Nilai Tambah Industri Kecil Menengah ke PDB Rp222 Triliun

Bisnis | Jum'at, 07 Oktober 2016 | 17:10 WIB

Jerman Tingkatkan Kerja Sama Industri dan Pendidikan Vokasi

Jerman Tingkatkan Kerja Sama Industri dan Pendidikan Vokasi

Bisnis | Rabu, 05 Oktober 2016 | 19:28 WIB

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Turunkan Harga Gas Industri

Pemerintah Perbaiki Regulasi untuk Turunkan Harga Gas Industri

Bisnis | Selasa, 04 Oktober 2016 | 20:32 WIB

Menperin Minta Asosiasi IKM Perkuat Akurasi Data Anggota

Menperin Minta Asosiasi IKM Perkuat Akurasi Data Anggota

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:56 WIB

Ekspor Batik Indonesia Tahun 2015 178 Juta Dolar AS

Ekspor Batik Indonesia Tahun 2015 178 Juta Dolar AS

Bisnis | Senin, 03 Oktober 2016 | 19:41 WIB

Devisa Ekspor Kopi Olahan Tahun Lalu Capai 356,79 juta Dolar AS

Devisa Ekspor Kopi Olahan Tahun Lalu Capai 356,79 juta Dolar AS

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 19:39 WIB

Kemenperin-Sucofindo Fasilitasi IKM Peroleh Sertifikat SNI

Kemenperin-Sucofindo Fasilitasi IKM Peroleh Sertifikat SNI

Bisnis | Jum'at, 30 September 2016 | 06:00 WIB

Kemenperin akan Kembangkan Kawasan Industri Halal

Kemenperin akan Kembangkan Kawasan Industri Halal

Bisnis | Kamis, 29 September 2016 | 04:46 WIB

Tingkatkan Kapasitas IKM, Kemenperin Bikin e-smart

Tingkatkan Kapasitas IKM, Kemenperin Bikin e-smart

Bisnis | Rabu, 28 September 2016 | 03:52 WIB

Terkini

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Harga Beras Lagi Mahal di 111 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:25 WIB

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Rupiah Buat IHSG Semakin Hancur, Anjlok 1,85% Hari Ini

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

RI Mau Beli Jet Tempur KF-21 hingga Sukhoi Su-35, Purbaya: Saya Cuma Bagian Bayar

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 16:06 WIB

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Purbaya Balas Kritik Media The Economist: Lihat Eropa, Harusnya Puji Kita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:14 WIB

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Pendapatan GBK Tembus Rp 812 Miliar, Tertinggi Dalam 63 Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 15:11 WIB

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

BPS: Harga Cabai Sudah Naik di 247 Kota

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:44 WIB

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Teknologi Energi Surya RI Dilirik Bangladesh

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:34 WIB

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Lebih Sibuk dari Hormuz, Selat Malaka Jadi Ancaman 'Bom Waktu' Ekonomi Global

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:31 WIB

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Percepat Proyek Tata Air Daan Mogot, Brantas Abipraya: Penyesuaian Badan Jalan Dilakukan Bertahap

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:29 WIB

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Apa yang Dimaksud Trading Halt? Ramai Dibicarakan karena IHSG Anjlok

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 14:22 WIB