Sri Mulyani Sosialisasi Amnesti Pajak ke Pengusaha Ritel

Adhitya Himawan

Kamis, 03 November 2016 | 09:00 WIB
Sri Mulyani Sosialisasi Amnesti Pajak ke Pengusaha Ritel
Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyampaikan keterangan pers tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 di kantor Kementerian Keuangan di Jakarta, Kamis (27/10). [Antara]

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melakukan sosialisasi amnesti pajak kepada pelaku usaha bidang ritel dengan mengunjungi mal Pacific Place, Jakarta, Rabu (2/11/2016).

"Kami melakukan pendekatan melalui kelompok usaha, bahkan datang ke lapangan tujuannya untuk mendekatkan diri (pemerintah) dengan masyarakat dan menghilangkan persepsi bahwa berhubungan dengan Direktorat Jenderal Pajak itu sulit," ujar Menkeu.

Menkeu tiba di mal tersebut sekitar pukul 11.40 WIB didampingi Dirjen Pajak Kemenkeu Ken Dwijugiasteadi, kemudian berkunjung ke gerai fesyen Galeries Lafayette dan Hermes, serta pasar swalayan Kem Chick. Dalam kesempatan tersebut, Menkeu sempat berdiskusi dengan para pemilik gerai dan menyapa pelayan serta kasir toko.

"Masing-masing kelompok usaha punya kekhususan masalah dan tantangan, maka kita perlu berkomunikasi dan melihat denyut ekonomi di Indonesia, mendengarkan keluhan dari sisi 'policy' dan pelaksanaan kebijakan," tutur Sri Mulyani.

Menurut Menkeu, hal yang dikeluhkan para pelaku usaha ritel yakni masalah kepabeanan yang mencakup banyaknya pungutan dalam segi tarif dan pajak impor, serta banyaknya barang impor yang tidak masuk secara formal, terutama barang-barang "branded".

"Kalau orang bisa membawa barang secara menyelundup berarti dia menciptakan kompetisi tidak sehat karena (barang) yang masuk secara formal harus memenuhi berbagai peraturan, pemeriksaan, dan pungutan dari pemerintah, sementara di Indonesia banyak pelabuhan yang dijadikan akses masuk (barang impor) secara informal," tutur dia.

Menkeu menegaskan dirinya telah memerintahkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu untuk menertibkan para importir "borongan" yang biasanya mendistribusikan berbagai barang, namun hanya membayar pajak secara rata-rata atau tidak sesuai ketentuan.

Menurut Menkeu, usaha ritel impor di harus terus didorong karena memiliki pasar tersendiri di Indonesia dan menjadi penghubung antara kelompok masyarakat yang memiliki daya beli dengan masyarakat yang mempunyai kreativitas dan jiwa kewirausahaan.

"Pasar ada di Indonesia yaitu kelompok 'high end' yang tetap mencari barang-barang impor, (usaha ritel kita perlu didukung) karena mereka bisa membelanjakannya tidak di sini tetapi di Singapura atau di tempat lain," ujar Sri Mulyani.

Ini bukan kali pertama Sri Mulyani bertemu kelompok pengusaha terkait sosialisasi tax amnesty. Sebelumnya, Menkeu telah berdialog dengan para dokter, pengusaha minerba, serta pelaku usaha properti, real estate, dan jasa konsumsi dalam menyosialisasikan program amnesti pajak.

Kelompok pengusaha real estate dan jasa konstruksi tercatat menyumbang lebih dari 50 persen deklarasi harta pada periode pertama amnesti pajak, namun Menkeu yakin potensinya masih bisa ditingkatkan.

Hingga 1 November 2016, Ditjen Pajak Kemenkeu mencatat realisasi uang tebusan dari program amnesti pajak berdasarkan penerimaan Surat Setoran Pajak (SSP) telah mencapai Rp98 triliun atau sekitar 59,3 persen dari target Rp165 triliun.

Laman "dashboard" amnesti pajak DJP yang diakses di Jakarta, Selasa, mencatat rincian Rp98 triliun tersebut berasal dari pembayaran uang tebusan Rp94,5 triliun, pembayaran tunggakan Rp3,06 triliun dan penghentian pemeriksaan bukti permulaan Rp400 miliar.

Keseluruhan harta dari tebusan tersebut berdasarkan penerimaan Surat Pernyataan Harta (SPH) mencapai Rp3.885 triliun dengan komposisi sebanyak Rp2.760 triliun merupakan deklarasi dalam negeri, Rp983 triliun dari deklarasi luar negeri dan Rp143 triliun adalah dana repatriasi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pakar Perpajakan: Tax Amnesty Merupakan Kebijakan Terobosan

Pakar Perpajakan: Tax Amnesty Merupakan Kebijakan Terobosan

Bisnis | Rabu, 02 November 2016 | 04:26 WIB

Sosialisasi Tax Amnety Tahap II

Sosialisasi Tax Amnety Tahap II

Foto | Selasa, 01 November 2016 | 17:55 WIB

Misbakhun Minta Pemerintah Gencar Kampanye Tax Amnesty via Media

Misbakhun Minta Pemerintah Gencar Kampanye Tax Amnesty via Media

Bisnis | Jum'at, 28 Oktober 2016 | 08:41 WIB

200 Konglomerat Belum Ikut Tax Amnesty

200 Konglomerat Belum Ikut Tax Amnesty

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 17:59 WIB

31 Ribu UMKM Ikut Tax Amnesty, Total Tebusan Rp716,33 Miliar

31 Ribu UMKM Ikut Tax Amnesty, Total Tebusan Rp716,33 Miliar

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 17:41 WIB

Ada Wajib Pajak Pertambangan Bayar Uang Tebusan Rp5.000

Ada Wajib Pajak Pertambangan Bayar Uang Tebusan Rp5.000

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 17:35 WIB

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Daftar Ikut Tax Amnesty

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Daftar Ikut Tax Amnesty

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 13:34 WIB

Sri Mulyani: Kepatuhan Pajak Perusahaan Tambang Masih Minim

Sri Mulyani: Kepatuhan Pajak Perusahaan Tambang Masih Minim

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2016 | 12:56 WIB

Pemerintah Berupaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Kisaran 5 Persen

Pemerintah Berupaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Kisaran 5 Persen

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2016 | 06:26 WIB

Dana Amnesti Pajak Bank Mandiri Capai Rp20,5 Triliun

Dana Amnesti Pajak Bank Mandiri Capai Rp20,5 Triliun

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2016 | 07:03 WIB

Terkini

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Mengupas Misteri 'Bisikan Desa Gringsing', Saat Karma dan Dosa Masa Lalu Menuntut Balas

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 09:00 WIB

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:50 WIB

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Belasan Wanita dan 2 Pria Terjaring Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:48 WIB

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Bagaimana Cara Menghilangkan Bau Gosong di Panci? Ini 7 Triknya

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:35 WIB

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Rekor! Park Ji-hyun dan Hyper Knife Jadi Nominasi International Emmy Award

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:30 WIB

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

×