Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.767.000
Beli Rp2.632.000
IHSG 6.599,240
LQ45 651,086
Srikehati 320,576
JII 428,616
USD/IDR 17.661

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur Membaik

Adhitya Himawan | Suara.com

Rabu, 09 November 2016 | 06:51 WIB
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta di Proyek Infrastruktur Membaik
Presiden Jokowi meninjau proyek jalan tol Becakayu di Bekasi, Jawa Barat, Senin (7/11/2016). [Dok Biro Pers Setpres/Intan]

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo menilai penerapan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership (PPP) dalam membangun proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air kini sudah lebih baik.

"Memang waktu mencanangkan (skema PPP) itu dulu, ternyata kita belum menyiapkan berbagai hal yang dibutuhkan untuk PPP jalan. Contohnya penjaminan. PPP harus ada proses penjaminan karena ini kan si swasta perlu mendapat konsesi, mendapatkan keyakinan bahwa masa kerjanya dia akan sesuai dengan kontrak," ujar Lukita di Jakarta, Selasa malam (8/11/2016).

Selain itu, lanjut Lukita, kemampuan penyiapan proyek yang ditawarkan pemerintah untuk kerja sama dengan swasta dalam proyek infrastruktur, kini juga sudah lebih baik sehingga dapat menarik investor.

"Private (swasta) akan lihat dokumen proyeknya, sudah bagus apa belum. Karena kalau mereka kerjakan sendiri mahal, mereka lihat data yang lengkap. Dulu kita tidak punya mekanisme untuk menyiapkan proyek dengan dokumen proyek yang baik," ujarnya.

Lukita menambahkan, adanya dukungan pemerintah berupa dana dukungan awal atau viability gap fund (VGF) juga membuat skema KPBU akan terlihat semakin menarik. Sementara itu, untuk persoalan pembebasan tanah, yang sering menjadi masalah dalam pembangunan proyek infrastruktur, juga sudah teratasi dengan adanya Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).

"Ini semua yang sekarang sudah relatif lengkap. Contoh Palapa Ring, PLTU Batang, (Proyek Sistem Penyediaan Air Minum/SPAM) Umbulan di Jatim. Sekarang sudah pecah telur, dulu cuma listrik," ujarnya.

Dari semua sektor infrastruktur, proyek jalan tol dan pembangkit listrik termasuk yang efektif menjalankan skema KPBU, namun, dalam proyek infrastruktur lain, penggunaan skema KPBU tersebut dinilai masih sangat terbatas.

Lukita mengatakan, apabila ke depannya pembangunan proyek infrastruktur dengan skema KPBU dapat berjalan dengan optimal dan jumlahnya semakin banyak, dapat memberikan efek domino dan tentunya kepercayaan yang lebih besar dari pihak investor swasta.

"Dengan keberhasilan (menerapkan skema KPBU) itu, kita sudah berpengalaman dan instrumen pendukung sudah ada. Bagi investor pun menjadi nyaman. Ada PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia), SMI (Sarana Multi Infrastruktur). Sekarang juga sudah ada badan baru yang dibentuk untuk pembebasan tanah, yaitu Lembaga Manajemen Aset Negara. Ini akan semakin menarik," ujar Lukita.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai skema KPBU dalam membangun proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air kini merupakan suatu keharusan.

Bambang menuturkan proyek-proyek infrastruktur membutuhkan pembiayaan yang besar. Kebutuhan pendanaan pembangunan infrastruktur periode 2015-2019 diperkirakan senilai Rp4.796,2 triliun.

Kebutuhan dana tersebut terdiri dari kebutuhan belanja kementerian/lembaga dan transfer daerah (APBN dan APBD) mencapai Rp1.978,6 triliun (41,3 persen), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp1.066,2 triliun (22,2 persen). Sementara itu, sisanya sebanyak Rp1.751,5 triliun (36,5 persen) adalah partisipasi dari swasta.

Oleh karena itu, perlu keterlibatan swasta yang lebih besar dalam investasi pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dalam perkembangannya, capaian financial close KPBU periode 2015-2016 mencapai 63,86 triliun.

Anggaran infrastruktur sendiri dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Pada 2015, infrastruktur mendapat alokasi sebesar Rp290,3 triliun. Di 2016, nominal tersebut meningkat hingga menyentuh angka Rp313,5 triliun. Sementara di 2017, anggaran infrastruktur dipatok pada angka Rp346,6 triliun.

Hingga 2019 mendatang, total anggaran infrastruktur diperkirakan sekitar Rp 1.500 triliun, angka tersebut masih berada di bawah prakiraan kebutuhan dana dari APBN dan APBD, yakni Rp1.978,6 triliun. Maka, untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, peran sumber pembiayaan swasta dinilai cukup signifikan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Elektronifikasi Perizinan, Strategi Pemerintah Permudah Usaha

Elektronifikasi Perizinan, Strategi Pemerintah Permudah Usaha

Bisnis | Rabu, 09 November 2016 | 06:43 WIB

Biaya Bangun Jalur KA Yogyakarta-Magelang Diprediksi Rp6 Triliun

Biaya Bangun Jalur KA Yogyakarta-Magelang Diprediksi Rp6 Triliun

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 14:52 WIB

Pemerintah Alokasikan Rp187,5 Miliar Buat Restorasi 7 Danau

Pemerintah Alokasikan Rp187,5 Miliar Buat Restorasi 7 Danau

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 14:14 WIB

Menhub akan Hidupkan Lagi Jalur KA Yogyakarta-Magelang

Menhub akan Hidupkan Lagi Jalur KA Yogyakarta-Magelang

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 13:09 WIB

Menhub Kembangkan Pelabuhan Padangbai di Bali untuk Pariwisata

Menhub Kembangkan Pelabuhan Padangbai di Bali untuk Pariwisata

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 12:57 WIB

Stasiun Jakarta Kota Direncanakan Jadi Penghentian Kereta Bandara

Stasiun Jakarta Kota Direncanakan Jadi Penghentian Kereta Bandara

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 12:40 WIB

Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi, Ini yang Dilakukan Pemerintah

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 11:33 WIB

Menko Darmin Optimis Target Pertumbuhan Ekonomi 2016 Tercapai

Menko Darmin Optimis Target Pertumbuhan Ekonomi 2016 Tercapai

Bisnis | Selasa, 08 November 2016 | 11:23 WIB

Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Pulau Terluar Perbatasan RI

Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Pulau Terluar Perbatasan RI

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 13:59 WIB

Proyek Jalan Tol Becakayu Seksi I Sudah Mencapai 78 Persen

Proyek Jalan Tol Becakayu Seksi I Sudah Mencapai 78 Persen

Bisnis | Senin, 07 November 2016 | 13:35 WIB

Terkini

Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Pertamina dan ASRI Energi Edukasi Bangun Kesadaran Transisi Energi kepada Pelajar Jakarta

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:23 WIB

Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol

Masa Bodo Rupiah Melemah, Restrukturisasi BUMN Karya Tetap Gaspol

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 18:21 WIB

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

IBC Berharap Pemerintah Beri Insentif untuk Baterai Nikel Buatan Dalam Negeri

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:52 WIB

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Pemerintah Pelit Informasi Soal Pembentukan Badan Ekspor

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:20 WIB

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Garuda Indonesia Kembali Jadi Maskapai Paling Tepat Waktu di Dunia Versi OAG

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:16 WIB

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Kehadiran Dasco Belum Jadi Sentimen Positif, IHSG Makin Ambruk 3,46%

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 17:02 WIB

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Perusahaan Entertaiment Jumbo Mau IPO, Clue-nya Miliki Kebun Binatang

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:48 WIB

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Badan Ekspor Mirip Orde Baru? Ekonom CELIOS Wanti-Wanti Risiko Monopoli dan Rente Negara

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:32 WIB

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Lampaui Standar IMF, Ini Alasan Cadangan Devisa Indonesia Diklaim Kebal Krisis Global

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:31 WIB

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Developer RI Kini Bisa Bangun AI Trading Langsung ke Bursa Kripto

Bisnis | Selasa, 19 Mei 2026 | 16:11 WIB