Jokowi Peringatkan Program Tax Amnesty Tak Akan Diulang

Adhitya Himawan

Rabu, 07 Desember 2016 | 23:01 WIB
Jokowi Peringatkan Program Tax Amnesty Tak Akan Diulang
Presiden Jokowi menghadiri sosialisasi tax amnesty di Bali, Rabu (7/12/2016). [Antara/Wira Suryantala]

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan program amnesti pajak tidak mungkin akan diulang sehingga ia mengajak masyarakat untuk menggunakan kesempatan tersebut.

Presiden Joko Widodo kembali menyosialisasikan program Amnesti Pajak periode II pada Rabu (7/12/2016). Kali ini, sosialisasi dilakukan di Provinsi Bali yang merupakan provinsi ketiga pada periode kedua program Amnesti Pajak setelah Makassar, Sulawesi Selatan dan Balikpapan, Kalimantan Timur.

Di depan sekitar 2010 pelaku usaha dari Bali dan Nusa Tenggara yang hadir di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Presiden meyakinkan bahwa program Amnesti Pajak ini merupakan program yang terakhir sebelum era keterbukaan informasi diberlakukan pada tahun 2018.

Oleh karena itu, Presiden menyerukan agar program ini dapat dimanfaatkan.

"Saya ajak bapak ibu gunakan kesempatan ini karena tidak mungkin ada 'Tax Amnesty' begitu sudah dibuka keterbukaan informasi," kata Presiden.

Presiden merasa perlu melanjutkan sosialisasi secara langsung dikarenakan capaian amnesti pajak yang masih tergolong rendah.

Menurut Presiden, deklarasi dana repatriasi telah mencapai Rp3980 triliun dengan total tebusan Rp143 triliun.

"Oleh sebab itu kenapa saya turun sendiri untuk menyadarkan kita semuanya betapa pentingnya uang-uang itu bagi negara. Oleh karena itu saya datang sendiri, datang sendiri pake jas lagi. Biasanya saya pakai baju putih mau ke kampung mau ke desa. Khusus 'Tax Amnesty' saya pakai jas. Supaya ikut semuanya, supaya bayar semuanya," ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan pentingnya partisipasi masyarakat untuk menyukseskan program tersebut, karena dana yang terkumpul nantinya dapat dimanfaatkan untuk pembangunan di berbagai sektor.

"Total wajib pajak 20 juta, baru 480 ribu yang ikut 'tax amnesty'. Hanya 2,5 persen. Hanya 2,5 persen. Kecil sekali, bayangkan kalau separuh saja dari wajib pajak kita ikut 'tax amnesty', enggak perlu pinjam uang dari luar negeri, enggak perlu rebutan investasi," kata Presiden.

Adapun capaian penerimaan amnesti pajak di Bali, digabung bersama Nusa Tenggara, Papua dan Maluku mencapai Rp1,4 triliun dari sekitar 23 ribu jumlah Wajib Pajak Amnesti dan 1,3 juta Wajib Pajak SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan).

Presiden juga mengingatkan, di tengah perlambatan ekonomi dunia yang tengah terjadi saat ini, seluruh negara memperebutkan arus uang masuk demikian halnya dengan Indonesia.

Namun Presiden mengatakan bahwa sesungguhnya potensi kekayaan nasional masih cukup baik, hanya masih terparkir di luar negeri.

"Padahal masih banyak sekali uang kita sendiri yang berada di luar negeri. Catatan yang ada di Menteri Keuangan Rp11 ribu triliun," ujar Presiden.

Dengan sosialisasi amnesti pajak di Bali, provinsi dengan jumlah kunjungan wisatawan tertinggi di Tanah Air, diharapkan penerimaan pajak dapat meningkat terutama dari sektor pariwisata.

Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam paparannya mengatakan, pajak merupakan salah satu instrumen untuk mengurangi kesenjangan antar daerah guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Dilihat dari segi penerimaan pajak, pulau-pulau padat penduduk menghasilkan pemasukan dari sektor Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) lebih besar dibanding pulau-pulau dengan jumlah penduduk lebih sedikit.

Untuk itu, agar tidak terjadi kesenjangan antar daerah, dilakukanlah distribusi pajak dari daerah dengan penghasilan pajak yang lebih tinggi ke daerah dengan penghasilan pajak yang lebih rendah.

Menurut data Kementerian Keuangan misalnya, jumlah penerimaan PPh dan PPN di Pulau Jawa yang memiliki belanja APBD sebesar Rp383,61 triliun mencapai Rp737,65 triliun atau 81,3 persen secara nasional dengan Dana Transfer, yaitu dana yang dialokasikan oleh pemerintah pusat sebesar Rp198,3 triliun (27,0 persen).

Sementara itu, di Papua dan Maluku yang memiliki belanja APBD sebesar Rp64,86 triliun, hanya dapat menghasilkan PPh dan PPN sebesar Rp4,77 triliun (1,6 persen).

Oleh karena itu, pulau-pulau di timur Indonesia tersebut mendapatkan Dana Transfer dari pusat mencapai Rp144,7 triliun rupiah (19,7 persen).

Maka dengan belanja APBD sebesar Rp53,74 triliun, penerimaan PPh dan PPN di Bali dan Nusa Tenggara tercatat sebesar Rp3,96 triliun (1,4 persen) dengan perolehan Dana Transfer sebesar Rp38,8 triliun (5,3 persen).

Untuk lebih mengoptimalkan penerimaan pajak, pemerintah menyelenggarakan Program Amnesti Pajak yang saat ini telah masuk di periode II (1 Oktober - 31 Desember 2016).

Adapun perkembangan hasil Amnesti Pajak, menurut Direktorat Jenderal Pajak per-3 Desember 2016, total harta yang dideklarasikan telah mencapai Rp3.972 triliun dengan jumlah tebusan Rp95,261 triliun.

Jakarta dan Pulau Jawa menduduki posisi pertama dan kedua penyumbang dana tebusan dengan masing-masing Rp52,5 triliun dan Rp29,7 triliun.

Sementara Bali, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku, tergabung dalam satu grup dan berkontribusi menyumbang dana tebusan sebesar Rp1,4 triliun.

Selain paparan mengenai Undang-undang Amnesti Pajak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, dalam acara tersebut juga dipaparkan mengenai Repatriasi dan Investasi oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad, dan Peluang Investasi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi, Gubernur Provinsi Bali I Made Mangku Pastika, dan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi: Peserta Tax Amnesty Baru 2,5 Persen Dari 20 Juta WP

Jokowi: Peserta Tax Amnesty Baru 2,5 Persen Dari 20 Juta WP

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 22:57 WIB

Dana Hasil Amnesti Pajak Dapat Layanan Prioritas 3 Jam di BKPM

Dana Hasil Amnesti Pajak Dapat Layanan Prioritas 3 Jam di BKPM

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 22:23 WIB

Jokowi Pimpin Doa Bersama Untuk Korban Gempa Aceh di Bali

Jokowi Pimpin Doa Bersama Untuk Korban Gempa Aceh di Bali

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 21:43 WIB

Tangkap TSK Makar, Pakar: Tak Ada Skenario Jokowi Jatuhkan Lawan

Tangkap TSK Makar, Pakar: Tak Ada Skenario Jokowi Jatuhkan Lawan

News | Rabu, 07 Desember 2016 | 19:41 WIB

Target Dana Repatriasi Tax Amnesty

Target Dana Repatriasi Tax Amnesty

Foto | Rabu, 07 Desember 2016 | 13:57 WIB

Leg II Semifinal AFF Indonesia Vs Vietnam, Ini Harapan Jokowi

Leg II Semifinal AFF Indonesia Vs Vietnam, Ini Harapan Jokowi

Bola | Selasa, 06 Desember 2016 | 21:22 WIB

Jokowi Akui Uang yang Disimpan di Luar Negeri Rp11 Ribu Triliun

Jokowi Akui Uang yang Disimpan di Luar Negeri Rp11 Ribu Triliun

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 01:00 WIB

Jokowi Tinjau Pembangunan Embung Desa di Kutai Kartanegara

Jokowi Tinjau Pembangunan Embung Desa di Kutai Kartanegara

Bisnis | Selasa, 06 Desember 2016 | 00:20 WIB

Jokowi Kritik Tax Amnesty di Kalimantan Masih Rendah

Jokowi Kritik Tax Amnesty di Kalimantan Masih Rendah

Bisnis | Senin, 05 Desember 2016 | 05:12 WIB

Besok Jokowi Sosialisasi Tax Amnesty di Balikpapan

Besok Jokowi Sosialisasi Tax Amnesty di Balikpapan

Bisnis | Minggu, 04 Desember 2016 | 23:56 WIB

Terkini

Guru Besar UGM: Gugatan Denny Indrayana Jadi Momen Bayar Utang MK atas Putusan 90

Guru Besar UGM: Gugatan Denny Indrayana Jadi Momen Bayar Utang MK atas Putusan 90

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:45 WIB

Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

Tim Dokter Ungkap Misteri Kematian Sutrimo dengan Mulut Berbusa, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:41 WIB

Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum

Gunakan Nama 'Volcano', Durian Unggulan Sulawesi Tengah Bersiap Miliki Identitas Hukum

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 17:40 WIB

Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang

Tren Mobil Listrik Masuk Mobilitas Harian, Wuling Kenalkan Aira ev di GIIAS Semarang

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 17:40 WIB

Wujudkan Properti Idaman, BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak di 74 Lokasi Seluruh Indonesia

Wujudkan Properti Idaman, BRI Gelar Gebyar Lelang Serentak di 74 Lokasi Seluruh Indonesia

Bri | Rabu, 30 September 2026 | 17:39 WIB

Soal Obligasi Jakarta, Pramono: Kalau Pusat Tak Izinkan, Ya Sudah

Soal Obligasi Jakarta, Pramono: Kalau Pusat Tak Izinkan, Ya Sudah

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:39 WIB

Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles

Transaksi Rp270 Juta, Nasabah BRI Infinite Prioritas Berkesempatan Raih GarudaMiles

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 17:38 WIB

CCTV Ungkap Sutrimo Sempat Boncengan Motor Makan Sambal Setan di Radio Dalam Sebelum Tewas

CCTV Ungkap Sutrimo Sempat Boncengan Motor Makan Sambal Setan di Radio Dalam Sebelum Tewas

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:35 WIB

BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

BRI dan GarudaMiles Tawarkan Ekstra 27.000 Miles Bagi Nasabah Infinite Prioritas

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 17:34 WIB

Uang Negara Bukan Cek Kosong: Pelajaran dari Putusan MK soal APBN

Uang Negara Bukan Cek Kosong: Pelajaran dari Putusan MK soal APBN

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:32 WIB

×