Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Untuk Bisa Cicil Rumah di Jakarta, Butuh Gaji Rp7,5 Juta/Bulan

Adhitya Himawan

Selasa, 20 Desember 2016 | 12:18 WIB
Untuk Bisa Cicil Rumah di Jakarta, Butuh Gaji Rp7,5 Juta/Bulan
Acara Property Outlook 2017 yang digelar di Hotel JW Marriot Jakarta, Rabu (14/12/2016). [Dok Rumah123]

Berdasarkan data Karir.com, gaji rata-rata Generasi Milenial, atau generasi yang lahir antara tahun 1981-1994, di Jakarta adalah Rp 6.072.111 per bulan (gross). Sedangkan menurut Rumah123.com, untuk dapat mencicil rumah di Jakarta, dibutuhkan gaji minimal Rp7,5 juta per bulan.

Fakta menarik lainnya, dari data Salary Benchmark 1.2 milik Karir.com, hanya 17 persen saja profesional Milenial di Jakarta yang memiliki gaji Rp7,5 juta atau lebih.

Country General Manager Rumah123.com Ignatius Untung mengatakan bahwa 17 persen Milenial Jakarta ini harus mulai mencicil rumah dari sekarang. “Dengan penghasilan Rp7,5 juta itu pun mereka hanya bisa membeli rumah dengan kisaran harga tertinggi Rp300 juta. Mempertimbangkan jumlah cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), mereka hanya bisa mencicil hingga Rp2,2 juta per bulannya, atau 30 persen gaji,” kata Untung dalam keterangan tertulis, Selasa (201/12/2016).

Menurut Untung, harga rumah hunian di Jakarta diprediksi naik hingga 125 persen lima tahun mendatang, sementara CEO Karir.com Dino Martin mengatakan bahwa kenaikan gaji dengan periode yang sama hanya berkisar 80 persen. Untung menegaskan pentingnya membeli hunian secepat mungkin mengingat kenaikan harga properti terus terjadi setiap tahunnya.

“Dengan estimasi kenaikan harga rumah 20 persen per tahun, harga rumah yang saat ini Rp300 juta akan menjadi Rp750 juta. Bandingkan dengan kisaran penghasilan Milenial lima tahun ke depan. Dengan prediksi kenaikan 10 persen, maka penghasilan pada 2021 ada di angka Rp12 juta. Dengan penghasilan Rp12 juta per bulan, Milenial tidak lagi mampu membeli rumah yang sebenarnya sempat terjangkau oleh mereka saat ini. Pasalnya, saat harga rumah mencapai Rp750 juta, cicilan yang harus dibayarkan adalah Rp5,6 juta, padahal kemampuan mencicil mereka hanya 30 persen gaji, yakni Rp 3,6 juta,” jelas Untung.

Di saat yang berbeda, Dino menerangkan, “Sekarang Milenial tak perlu bingung cara menghitung jumlah cicilan atau bagaimana mengatur gaji, karena Rumah123.com dan Karir.com sudah menciptakan alat penghitung atau Kalkulator KPR yang disematkan pada fitur Salary Benchmark versi terbaru. Milenial tinggal memasukkan harga rumah yang ingin dibeli, lalu uang muka sebesar 30 persen dan batas pinjaman akan otomatis dihitung oleh mesin. Sebagai contoh, misal mereka ingin membeli rumah seharga Rp300 juta, maka uang muka yang harus dibayarkan adalah Rp 90 juta, dan batas pinjaman adalah Rp 210 juta. Dengan estimasi suku bunga 9% dan jangka waktu 15 tahun, maka angsuran per bulan yang harus dibayarkan adalah Rp2.129.959 per bulan.”

Rumah123.com dan Karir.com merilis fitur penghitung gaji dengan Kalkulator KPR ini pada November 2016. Fitur ini merupakan update dari versi sebelumnya, yakni Salary Benchmark 1.2. Versi terbarunya, Salary Benchmark 2.0, juga memungkinkan profesional untuk mendapatkan penghitungan apakah gaji Anda berada di bawah pasar, masuk rata-rata, atau di atas pasar. Fitur ini juga memberikan rekomendasi posisi-posisi di atas Anda yang bisa Anda raih dengan performa yang baik.

“Dari data Salary Benchmark 1.2, 53 persen user ingin memiliki bisnis sendiri sepuluh tahun dari sekarang, sedangkan yang ingin menjadi profesional hanya 25 persen, dan yang ingin memimpin perusahaan ada 17 persen,” kata Dino. Dino menambahkan bahwa data Salary Benchmark 1.2 ini merupakan sample yang dikumpulkan dari periode Oktober 2015 hingga Januari 2016 dengan total jumlah user sebanyak 37.000 orang dari seluruh Indonesia, ditambah dengan data City Survey yang dilangsungkan pada Maret-April 2016 dengan total jumlah responden sebanyak 18.000 orang yang berdomisili di Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar dan Medan.

Dino menyarankan, “Jika ingin memiliki hunian, seperti saran Pak Untung, harus dipikirkan dari sekarang. Bagi 25% Milenial yang ingin tetap menjadi profesional dan 17 persen yang ingin memimpin perusahaan sepuluh tahun mendatang, sebaiknya sedari sekarang mulai menilik apakah profesi yang digelutinya saat ini menawarkan jenjang karir atau career path yang mumpuni, atau apakah industrinya sustainable. Jika tidak, mungkin bisa mencoba peruntungan di industri lain.”

baca juga

Dino menegaskan bahwa dengan fitur Salary Benchmark 2.0, Milenial dapat mengecek gaji di pasaran untuk profesi dan industri yang berbeda.

“Dari data Salary Benchmark 1.2, sepuluh industri dengan gaji rata-rata tertinggi yakni Minyak dan Gas Bumi memberikan gaji rata-rata tertinggi, yakni 12.099.508 rupiah per bulan, diikuti oleh Pertambangan dan Mineral (Rp 11.403.607), Kimia (Rp 9.175.496), Penerbangan (Rp 9.045.126), dan Hukum (Rp 8.551.094), Properti (Rp 7.864.326), Produk Konsumen (Rp 7.689.833), Manufaktur (Rp 7.481.055), Telekomunikasi (Rp 6.871.706) dan Konsultan (Rp 6.748.205),” tambah Dino.

Untung menyampaikan bahwa saat ini hanya tersisa 1 persen saja hunian dengan kisaran hargaRp 300 juta, itu pun di pinggiran Jakarta. “Sebut saja Cibubur, yang sudah mendekati perbatasan dengan Bekasi, Cengkareng, atau wilayah ujung Jakarta Utara, seperti Kapuk,” kata Untung.

“Membeli hunian itu harus dipaksakan. Lakukan apapun yang harus dilakukan agar uang yang dimiliki cukup untuk membeli rumah, setidaknya membayar DP dan cicilan per bulan selama 15 tahun ke depan,” kata Untung. “Untuk Milenial yang sudah berkeluarga, joint income juga menjadi solusi andalan. Solusi lain adalah apartemen. Mereka yang ingin hidup praktis dengan kisaran harga lebih murah ketimbang rumah tapak, apartemen sangat menjawab kebutuhannya,” tambahnya.

 “Solusi lain bagi Milenial adalah hidup hemat atau segera menikah supaya bisa menerapkan join income,” tambah Dino.

Fitur Salary Benchmark 2.0 dapat diakses di laman www.karir.com/salary, sedangkan data lengkap temuan Salary Benchmark 1.2 dapat dilihat di slideshare.net/karirdotcom.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rumah123 Optimis Sektor Properti akan Rebound di 2017

Rumah123 Optimis Sektor Properti akan Rebound di 2017

Bisnis | Selasa, 20 Desember 2016 | 12:04 WIB

Hadapi 2017, Asiana Group Siapkan 2 Proyek Apartemen High End

Hadapi 2017, Asiana Group Siapkan 2 Proyek Apartemen High End

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 06:45 WIB

Wika Rampungkan Empat Proyek Properti 2016

Wika Rampungkan Empat Proyek Properti 2016

Bisnis | Senin, 19 Desember 2016 | 02:12 WIB

REI Akui Rumah Kelas Bawah Masih Tumbuh

REI Akui Rumah Kelas Bawah Masih Tumbuh

Bisnis | Sabtu, 17 Desember 2016 | 04:14 WIB

Underpass Stasiun Manggarai Rampung, Siap Diresmikan

Underpass Stasiun Manggarai Rampung, Siap Diresmikan

Bisnis | Rabu, 07 Desember 2016 | 04:00 WIB

Pilih Mana, Tinggal di Bandung atau Bali?

Pilih Mana, Tinggal di Bandung atau Bali?

Bisnis | Jum'at, 02 Desember 2016 | 19:36 WIB

Laju Kredit Properti Melambat

Laju Kredit Properti Melambat

Foto | Kamis, 01 Desember 2016 | 17:23 WIB

Beli Rumah Subsidi Tak Semudah yang Diklaim Pemerintah

Beli Rumah Subsidi Tak Semudah yang Diklaim Pemerintah

Bisnis | Kamis, 01 Desember 2016 | 07:29 WIB

Penjualan Properti di Bali Tahun 2017 Diprediksi Meningkat

Penjualan Properti di Bali Tahun 2017 Diprediksi Meningkat

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 07:27 WIB

PP Properti Luncurkan 3 Mal Baru di Bekasi dan Surabaya

PP Properti Luncurkan 3 Mal Baru di Bekasi dan Surabaya

Bisnis | Rabu, 30 November 2016 | 07:22 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB