Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.775.000
Beli Rp2.640.000
IHSG 6.127,381
LQ45 611,168
Srikehati 300,000
JII 381,954
USD/IDR 17.878

Empat Informasi Salah Tentang Rupiah Baru

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 25 Januari 2017 | 05:34 WIB
Empat Informasi Salah Tentang Rupiah Baru
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan penukaran matang uang baru di Blok M Square, Jakarta, Senin (19/12). [suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bayu Martanto menyampaikan empat informasi keliru terkait uang baru emisi tahun 2016 yang saat ini beredar di tengah-tengah masyarakat.

"Informai itu tidak benar sama sekali. Kami terus melakukan sosialisasi dan klarifikasi karena dapat memecah belah persatuan bangsa," katanya di Pangkalpinang, Selasa (24/1/2017).

Informasi yang salah itu yakni terkait gambar palu arit di uang kertas, warna uang kertas yang mirip mata uang Cina yakni Yuan, pemilihan gambar pahlawan nasional nonmuslim dan pencetakan uang yang dilakukan di perusahaan swasta.

Terkait simbol BI merupakan satu unsur pengaman pada uang rupiah, yaitu rectoverso atau gambar saling isi, bukan lambang palu arit yang kini sedang menjadi isu.

"Desain unsur pengaman rectoverso telah diketahui oleh lembaga tinggi negara yang lain yaitu BIN, Polri, Kejaksaan dan Kementerian Keuangan," ujarnya.

Menurut dia, untuk warna uang rupiah sudah sesuai dengan standar bank sentral di seluruh dunia dan sama sekli tidak dimiripkan dengan Yuan.

"Adanya irisan warna mirip antara mata uang satu negara dengan negara lain merupakan hal yang wajar. Bukan karena BI memiripkan mata uang dengan negara lain," ujarnya.

Sementara pemilihan gambar pahlawan pada uang rupiah didasarkan pada pertimbangan keterwakilan daerah dan tidak ada muatan politis atau unsur suku, agama dan ras.

"BI telah memperoleh izin dari ahli waris pahlawan nasional itu atas pemuatan gambar di uang rupiah," jelasnya.

Selain itu BI juga tidak pernah mencetak uang di PT Pura Barutama karena selalu mencetak uang di Perum Peruri.

"Tetapi yang benar, PT Pura Barutama merupakan salah satu dari 15 produsen pemasok bahan uang kertas rupiah," jelasnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini 3 Jurus BI Untuk Mengendalikan Inflasi di 2017

Ini 3 Jurus BI Untuk Mengendalikan Inflasi di 2017

Bisnis | Jum'at, 20 Januari 2017 | 16:18 WIB

BI Prediksi Inflasi Minggu Ketiga Januari di Level 0,67 Persen

BI Prediksi Inflasi Minggu Ketiga Januari di Level 0,67 Persen

Bisnis | Jum'at, 20 Januari 2017 | 15:18 WIB

2017, BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Berkisar 5-5,4 Persen

2017, BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Berkisar 5-5,4 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 19:11 WIB

BI Prediksi Kredit Industri Perbankan Tumbuh 10-12 Persen di 2017

BI Prediksi Kredit Industri Perbankan Tumbuh 10-12 Persen di 2017

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 17:49 WIB

Pascapilpres AS, BI Sebut Kurs Rupiah Menguat

Pascapilpres AS, BI Sebut Kurs Rupiah Menguat

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 17:16 WIB

BI Prediksi Ekonomi AS dan Cina Membaik di 2017

BI Prediksi Ekonomi AS dan Cina Membaik di 2017

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 17:02 WIB

BI Putuskan Pertahankan BI-Day RR Rate 4,75 Persen

BI Putuskan Pertahankan BI-Day RR Rate 4,75 Persen

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 16:54 WIB

Usai Diperiksa Soal Tuduhan Rizieq, Begini Penjelasan BI

Usai Diperiksa Soal Tuduhan Rizieq, Begini Penjelasan BI

News | Selasa, 17 Januari 2017 | 22:02 WIB

Neraca Dagang RI Desember 2016 Surplus 0,99 Miliar Dolar AS

Neraca Dagang RI Desember 2016 Surplus 0,99 Miliar Dolar AS

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:50 WIB

Ini Kebijakan Indonesia Atasi Krisis Keuangan

Ini Kebijakan Indonesia Atasi Krisis Keuangan

Bisnis | Selasa, 17 Januari 2017 | 19:42 WIB

Terkini

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:45 WIB

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 17:18 WIB

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:49 WIB

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:15 WIB

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:28 WIB

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:55 WIB

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:54 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:16 WIB